Gubernur Pramono Ancam Naikkan Pajak Senayan City dan Plaza Senayan Jika Tolak Terowongan
Budi Sam Law Malau June 30, 2026 11:35 PM

 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Langkah berani diambil Pemerintah Provinsi DKI Jakarta demi mengurai benang kusut kemacetan dan ego sektoral di ibu kota.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, secara tegas mewajibkan pengelola dua pusat perbelanjaan elite, Senayan City dan Plaza Senayan, untuk membangun terowongan bawah tanah yang menghubungkan kedua mal tersebut.

Rencana interkoneksi ini sebenarnya sudah lama digagas, namun selalu membentur dinding tebal akibat ego masing-masing pengelola yang tidak pernah titik temu.

Baca juga: Tawuran Antarwarga Terjadi di Terowongan Manggarai Tebet Jakarta Selatan di Dua Hari Awal Tahun 2026

Jengah dengan stagnasi tersebut, Pramono kini menyiapkan jurus pamungkas berupa instrumen perpajakan sebagai daya tekan agar proyek infrastruktur pejalan kaki ini segera terealisasi.

"Saya bilang kalau tidak mau disambungkan, ya sudah, pajaknya kita naikkan karena mengganggu lalu lintas. Itulah cara kerja kita. Jadi kita tidak usah repot, pajaknya dinaikkan saja. Pasti mereka akan bersedia untuk bernegosiasi," tegas Pramono dalam diskusi Investor Daily Roundtable di Bursa Efek Indonesia, Selasa (30/6/2026).

Pramono menilai konektivitas bawah tanah ini bukan sekadar kemudahan bagi pelancong belanja, melainkan bagian dari visi besar Pemprov DKI dalam memperkuat konsep Transit-Oriented Development (TOD) yang terintegrasi dengan transportasi publik.

Selain kawasan Senayan, proyeksi TOD ini juga akan menyasar pembenahan kawasan bersejarah seperti Pasar Baru yang ditargetkan bertransformasi menjadi distrik pedestrian ala Myeongdong Seoul seiring tersambungnya jalur MRT masa depan.

Melalui integrasi tanpa batas ini, Jakarta dipersiapkan untuk lahir kembali dengan wajah transportasi publik yang jauh lebih humanis dan modern.



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.