Petrokimia Gresik Cetak dan Lepas 50 Taruna Makmur Dampingi Petani demi Swasembada Pangan
Dyan Rekohadi July 02, 2026 01:53 AM

 

SURYA.CO.ID, GRESIK – Raksasa solusi agroindustri PT Petrokimia Gresik (PTPG) bergerak cepat memotong rantai krisis regenerasi petani nasional dengan menerjunkan puluhan agronomis muda berbakat langsung ke tengah-tengah lahan pertanian masyarakat di berbagai wilayah tanah air, Rabu (1/7/2026).

Langkah strategis lewat program Wirakarya Taruna Makmur Batch IX itu dirancang untuk mencetak agen perubahan yang siap memodernisasi pola pikir dan teknik budidaya para petani lokal.

Dengan bekal teknologi terkini dan pendampingan intensif, para mahasiswa pilihan itu diharapkan mampu mendobrak hambatan produktivitas sekaligus mempercepat perwujudan swasembada pangan nasional yang berkelanjutan.

Baca juga: PetroNite Fest 2026 Resmi Digelar, Petrokimia Gresik Hadirkant 670 Tenant UMKM dan Transaksi QRIS

 

Cetak Agen Perubahan Sektor Pertanian

Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, petani, dan pelaku usaha harus terus diperkuat.

"Melalui Taruna Makmur, kami ingin menyiapkan generasi muda yang memiliki kompetensi agronomi, kemampuan komunikasi dan pengalaman lapangan, sehingga mampu menjadi pendamping petani sekaligus agen perubahan di sektor pertanian," kata Adit, sapaan akrab Adityo Wibowo dalam rilis Humas PTPG, Rabu (1/7/2026).

Sejak diinisiasi tahun 2022, PTPG telah mencetak 423 Taruna Makmur.

"Karena itulah, kolaborasi menjadi kunci. Kolaborasi antara Pemerintah, Perguruan Tinggi, petani dan pelaku usaha harus terus diperkuat, agar kita mampu membangun ekosistem pertanian yang maju, mandiri dan berkelanjutan," katanya.

Baca juga: Petrokimia Gresik Siapkan 219 Ribu Ton Pupuk Bersubsidi untuk Kawal Musim Tanam

 

Sebaran Wilayah dan Harapan Mahasiswa


Sebanyak 50 Taruna Makmur Batch IX yang berasal dari berbagai politeknik pembangunan pertanian itu akan ditempatkan di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Bali.

Aksi nyata para mahasiswa di lapangan itu diharapkan memberikan dampak masif terhadap optimalisasi pemupukan berimbang dan pengelolaan administrasi demplot program pertanian.

"Semoga program ini bisa memberi manfaat besar bagi mahasiswa untuk mengembangkan ilmu dan memberi aksi nyata bagi pertanian, sehingga bermanfaat bagi produktivitas pertanian," kata Olivian Rizky.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.