SURYA.CO.ID, SIDOARJO - PT Langgeng Makmur Industri Tbk (LMPI) berhasil membukukan penjualan bersih sebesar Rp69 miliar sepanjang kuartal pertama tahun 2026.
Capaian tersebut, menjadi landasan bagi produsen alat rumah tangga dan perpipaan ini untuk tetap optimistis mencapai target penjualan bersih sebesar Rp447 miliar hingga akhir tahun 2026.
Direktur PT Langgeng Makmur Industri Tbk, Kosasih Koenawan, menyatakan bahwa meski target tersebut berada di bawah capaian tahun 2025, perseroan telah menyiapkan berbagai strategi untuk menggenjot kinerja.
"Meski target ini masih di bawah capaian tahun 2025, tapi kami tetap optimistis bisa mencapai target," ujar Kosasih saat public expose di Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim) pada Selasa (30/6/2026).
Kontribusi utama penjualan di kuartal I-2026 disumbang oleh divisi peralatan dapur berbahan aluminium sebesar Rp26 miliar, dan peralatan rumah tangga plastik senilai Rp20 miliar.
Secara akumulatif, kedua divisi ini memberikan kontribusi sebesar 67 persen terhadap total pendapatan perusahaan.
Sebelumnya, pada tahun 2025, LMPI mencatat penjualan sebesar Rp472 miliar, mengalami penurunan dibandingkan tahun 2024 yang mencapai Rp521 miliar.
Menurut Kosasih, penurunan ini dipicu oleh lemahnya daya beli masyarakat serta fluktuasi harga bahan baku.
Sekretaris Perusahaan PT Langgeng Makmur Industri Tbk, Henry Subiyanto, menambahkan bahwa perusahaan sangat memperhatikan tantangan global.
Konflik di Timur Tengah menyebabkan ketidakpastian harga, dan ketersediaan bahan baku plastik serta PVC yang berbasis minyak mentah.
"Kami juga melakukan strategi untuk meningkatkan penjualan pada divisi pipa dan fitting, dengan terus menambah variasi produk guna mengantisipasi meningkatnya proyek infrastruktur," jelas Henry.
Selain itu, kolaborasi dengan pelanggan potensial terus dipererat untuk memastikan kualitas produk tetap terjaga.
Dengan perpaduan strategi efisiensi, inovasi produk, dan ekspansi pasar ekspor, LMPI optimistis dapat menjaga daya saingnya di tengah tantangan ekonomi global.