Baznas Kabupaten Pekalongan Khitan 100 Anak Kurang Mampu, Terapkan Metode Anestesi
deni setiawan July 01, 2026 01:10 AM

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Baznas Kabupaten Pekalongan menggelar khitan massal bagi 100 anak dari keluarga kurang mampu di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Kajen, Selasa (30/6/2026).

Selain membantu masyarakat melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS), kegiatan tersebut menghadirkan metode khitan modern dengan anestesi tanpa jarum suntik yang membuat proses tindakan lebih nyaman bagi peserta.

Ketua Baznas Kabupaten Pekalongan, Muhtarom mengatakan, khitan massal merupakan program rutin tahunan yang dikhususkan bagi keluarga kurang mampu.

Program tersebut didanai dari zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari aparatur sipil negara (ASN) serta masyarakat.

Baca juga: Pemkab Pekalongan Siapkan Rp2,9 Miliar Perbaiki Jalan Ambles Pantianom-Kalijambe

• Dua Medali untuk Satu Keluarga, Kisah Inspiratif Kakak Beradik Taekwondo Asal Pekalongan

"Peserta memang diprioritaskan dari keluarga miskin karena kegiatan ini menggunakan dana zakat, infak, dan sedekah."

"Mudah-mudahan program ini dapat terus berjalan dan memberi manfaat bagi masyarakat," ujarnya.

Untuk pelaksanaan tindakan medis, Baznas bekerja sama dengan Klinik Pratama Medina Rahma Bojong. Puluhan tenaga kesehatan bersertifikat diterjunkan untuk menangani seluruh peserta selama kegiatan berlangsung.

Owner Klinik Pratama Medina Rahma, dr Imam Prasetyo menjelaskan, teknologi yang digunakan berbeda dengan metode khitan konvensional.

"Proses anestesi dilakukan menggunakan salep dan semprotan tanpa jarum suntik sehingga rasa nyeri dapat diminimalkan dan anak-anak menjadi lebih nyaman," dr Imam.

Selain memberikan pelayanan saat tindakan, pihak klinik juga melakukan pemantauan pascaoperasi melalui grup komunikasi bersama orangtua peserta.

"Jika ditemukan keluhan selama masa pemulihan, tim medis siap memberikan penanganan lanjutan hingga mendatangi rumah peserta apabila diperlukan," imbuhnya.

Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Pekalongan, Siti Masruroh mengapresiasi konsistensi Baznas dalam menyalurkan dana ZIS melalui berbagai program sosial.

Menurutnya, selain khitan massal, Baznas juga menjalankan program pemberdayaan ekonomi seperti pelatihan make up artist (MUA) dan bantuan usaha kuliner melalui program Z-Chicken.

Dia menilai, berbagai program tersebut menjadi bukti pengelolaan dana masyarakat yang memberikan manfaat nyata.

Pada kegiatan khitan massal tahun ini, setiap peserta juga memperoleh uang saku, serta perlengkapan berupa seragam.

Salah seorang wali peserta, Bejo, warga Desa Kalijoyo, Kecamatan Kajen, mengaku sangat terbantu dengan adanya khitan massal tersebut. Selain tidak dipungut biaya, peserta juga memperoleh fasilitas yang lengkap.

"Kami bersyukur karena anak kami bisa mengikuti khitan gratis. Pelayanannya baik dan semua kebutuhan peserta sudah disiapkan. Terima kasih kepada Baznas," tuturnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.