BREAKING NEWS, Bupati Kuansing Suhardiman Amby Menyerahkan Diri, Sempat Kabur saat OTT KPK
deni setiawan July 01, 2026 02:14 AM

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA – Bupati Kuansing Suhardiman Amby akhirnya menyerahkan diri setelah sebelumnya dikabarkan kabur saat operasi tangkap tangan (OTT) pada Senin (29/6/2026).

Tak hanya Suhardiman, Sekda Kabupaten Kuansing, Zulkarnaen pun turut serta menyerahkan diri.

Mereka tiba di Jakarta pada Selasa (30/6/2026) malam dan dijemput tim KPK di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten.

Setelah penjemputan, kedua dibawa langsung menuju Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan.

Baca juga: Fakta Terbaru OTT KPK di Kuansing: Diduga Kabur, Bupati Suhardiman Amby dan Sekda Masih Dicari

• BREAKING NEWS, Suhardiman Amby Bupati Kuansing Terjaring OTT KPK?

Berdasarkan informasi, mereka saat ini menjalani pemeriksaan intensif dalam perkara dugaan suap pengisian jabatan di Lingkungan Pemkab Kuansing.

"Bupati dan Sekda Kuansing menyerahkan diri," kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo seperti dilansir dari Tribunnews.com, Rabu (1/7/2026).

Penyerahan diri itu pun mengakhiri pencarian tim penyidik KPK terhadap kedua pejabat tersebut setelah sebelumnya tidak menemukan keberadaannya saat operasi tangkap tangan di Kuansing pada Senin (29/6/2026).

Kabur saat OTT

Potret pada Selasa (30/6/2026) malam itu pun menjadi jawaban atas pertanyaan publik mengenai keberadaan Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Suhardiman Amby pasca OTT KPK, Senin (29/6/2026).

Saat pelaksanaan OTT, Bupati Suhardiman Amby dinyatakan kabur dan keberadaannya dicari pihak penyidik KPK.

Tak hanya Bupati Kuansing, Sekda Zulkarnaen pun demikian, kabur.

KPK menduga, OTT terhadap Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Kuansing tersebut telah bocor sebelumnya.

Total sementara, KPK telah menangkap 10 orang dalam OTT tersebut.

KPK mengonfirmasi bahwa Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Suhardiman Amby bersama Sekda Zulkarnaen melarikan diri saat OTT pada Senin (29/6/2026). 

Tim komisi antirasuah itu gagal mendeteksi keberadaan kedua pejabat tersebut hingga Selasa (30/6/2026) sore.

KPK melancarkan rangkaian penyelidikan tertutup ini sejak Senin (29/6/2026) di Kabupaten Kuansing, Provinsi Riau, serta area Jakarta.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo menjelaskan bahwa lembaga antirasuah mengendus indikasi kuat mengenai kebocoran informasi penindakan ini di lapangan. 

Faktor tersebut yang memicu hilangnya jejak Suhardiman Amby, yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Kuansing, beserta Sekda Zulkarnaen. 

OTT KPK - Beberapa petugas berjaga di sekitar Rumah Dinas Sekda Kabupaten Kuansing, Senin (29/6/2026) siang. Penjagaan itu disebut-sebut berkaitan dengan OTT KPK di Lingkungan Pemkab Kuansing.
OTT KPK - Beberapa petugas berjaga di sekitar Rumah Dinas Sekda Kabupaten Kuansing, Senin (29/6/2026) siang. Penjagaan itu disebut-sebut berkaitan dengan OTT KPK di Lingkungan Pemkab Kuansing. (Istimewa/DOKUMENTASI TRIBUN PEKANBARU)

Amankan 10 Orang

Kendati target utama melarikan diri dari sergapan, penyidik KPK telah menjaring 10 orang dalam operasi senyap ini. 

Tim menangkap sembilan orang di Kuansing dan menciduk satu orang lainnya di Jakarta. 

Dari total tersebut, tim membawa lima orang ke Gedung Merah Putih Jakarta untuk menjalani pemeriksaan intensif meliputi tiga pihak swasta, seorang pegawai negeri sipil (PNS) Pemkab Kuansing, dan satu anggota keluarga penyelenggara negara.

Selain memintai keterangan para pihak, penyidik KPK juga menyita barang bukti krusial berupa transaksi keuangan elektronik dan satu mobil sebagai instrumen suap. 

Guna menjaga sterilisasi lokasi dari potensi perusakan bukti tambahan, tim memasang garis KPK (KPK line) di enam ruang kerja kompleks Pemkab Kuansing serta satu ruangan milik Ketua DPRD Kabupaten Kuansing.

"Dalam rangkaian penyelidikan tertutup ini, benar bahwa tim juga melakukan pemasangan KPK line di sejumlah titik."

"Artinya, ketika ini sudah bergulir pada tahap penyidikan, KPK melalui penyidik akan melakukan upaya paksa penggeledahan di beberapa titik yang sudah dipasang KPK line tersebut," tambah Budi.

Baca juga: UPDATE Daftar Resmi Harga BBM Rabu 1 Juli 2026, Turun Rp3.650 per Liter

Kasus Jual Beli Jabatan

KPK membeberkan bahwa pusaran perkara rasuah ini membidik praktik jual beli jabatan di Lingkungan Pemkab Kuansing. 

Aliran dana suap tersebut secara spesifik menyasar perebutan posisi Sekda Kabupaten Kuansing. 

Setelah menggelar ekspose perkara secara menyeluruh pada Selasa (30/6/2026) sore, pimpinan KPK menaikkan status penanganan perkara dari tahap penyelidikan ke penyidikan.

Seiring naiknya status perkara, KPK bakal segera menetapkan para pihak yang terlibat sebagai tersangka formal dan melakukan penahanan. 

KPK menjadwalkan pelaksanaan konferensi pers resmi pada Rabu (1/7/2026) guna membeberkan anatomi kasus serta rincian tersangka secara transparan kepada publik.

"Jadi, pasca seluruh rangkaian formil penetapan tersangka dan penahanan sudah selesai dilakukan."

"Sehingga kawan-kawan bisa melihat secara utuh konstruksi dugaan suapnya seperti apa, pihak-pihak yang diduga terkait yang kemudian ditetapkan sebagai tersangka siapa saja, nanti kami akan sampaikan," kata Budi.

Kronologi OTT

Di internal mereka mencuat kabar jika Bupati Kuansing, Suhardiman Amby termasuk beberapa pejabat lainnya telah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kini, beberapa tim penyidik KPK pun terlihat di beberapa lokasi. Salah satunya di Rumah Dinas Sekda Kabupaten Kuansing.

Sedangkan Bupati Suhardiman Amby disebut-sebut sudah digelandang ke Mapolres Kuansing untuk menjalani pemeriksaan.

Situasi di Rumah Dinas Sekda Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Zulkarnain yang menjadi lokasi dugaan operasi tangkap tangan (OTT) KPK, masih tertutup, Senin (29/6/2026).

Pantauan melalui Tribunpekanbaru.com sekira pukul 14.50, sebuah mobil kembali memasuki area rumah dinas dengan membawa empat personel Brimob bersenjata laras panjang.

Keempat personel tersebut langsung mengambil posisi berjaga di teras rumah dinas Sekda.

Kehadiran personel Brimob bersenjata semakin memperkuat kabar OTT oleh KPK.

Beberapa menit sebelumnya, sebuah mobil pikap dan kendaraan Satpol PP juga terlihat masuk ke area rumah dinas.

Tak lama berselang, sejumlah nasi bungkus dalam jumlah banyak diantarkan menggunakan sepeda motor matik ke dalam kompleks rumah dinas.

Pengiriman logistik makanan tersebut diduga untuk personel yang masih berada di dalam lokasi, meski belum ada keterangan resmi terkait aktivitas tersebut.

Pergerakan di lokasi terpantau minim dengan pengamanan yang tetap ketat.

Sementara itu, seorang wanita paruh baya mengenakan kemeja abu-abu dan berjilbab sempat terlihat keluar dari dalam rumah dinas menuju halaman.

Dia kemudian masuk ke dalam sebuah mobil Toyota Rush berwarna hitam yang terparkir di halaman.

Namun wanita tersebut tidak meninggalkan lokasi dan tetap berada di dalam kendaraan.

KPK hingga kini belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan OTT di Kuansing maupun perkara yang sedang ditangani. (*)

Sumber Tribunnews.com

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.