TRIBUNNEWSDEPOK.COM, YOGYAKARTA – Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) secara resmi mengeluarkan pernyataan moral bertajuk 'Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan'.
Dalam dokumen yang dirilis di Yogyakarta, Senin (29/6/2026), 28 pimpinan perguruan tinggi Katolik di seluruh Indonesia ini menyoroti dinamika kehidupan berbangsa saat ini yang menuntut kejernihan berpikir dan keberanian moral.
APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran vital, bukan sekadar sebagai tempat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai penjaga nurani bangsa.
Baca juga: STF Driyarkara Rayakan Usia ke-57 dan 90 Tahun Romo Magnis di Katedral Jakarta
Membaca Tanda-tanda Zaman
APTIK memberikan refleksi mendalam mengenai kondisi demokrasi Indonesia saat ini. Mereka menekankan tujuh poin krusial, mulai dari perlindungan ruang kebebasan sipil, pentingnya penyelenggaraan negara yang berorientasi pada kepentingan umum, hingga tantangan etis di era kecerdasan artifisial.
APTIK secara khusus menyoroti pentingnya menjaga integritas institusi negara dan supremasi sipil dalam merawat demokrasi di Indonesia.
"Demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas dan berlandaskan kepercayaan publik, yang diwujudkan melalui keteladanan, kejujuran, kerendahan hati, keberanian mendengarkan, dan keberpihakan pada kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Kepemimpinan yang demikian akan memperkuat persatuan dan memulihkan kepercayaan masyarakat," demikian bunyi salah satu poin refleksi moral tersebut.
Ajakan untuk Seluruh Elemen Bangsa
Tidak hanya melakukan refleksi, APTIK juga mengeluarkan ajakan konkret bagi berbagai pemangku kepentingan. Mereka mendesak penyelenggara negara agar kembali kepada tata kelola yang transparan dan berbasis meritokrasi.
Selain itu, APTIK mengajak lembaga penegak hukum untuk menjaga profesionalitas dan independensinya guna menjamin rasa keadilan bagi masyarakat.
Kepada generasi muda, APTIK memberikan pesan khusus agar tetap optimistis dan aktif terlibat dalam kehidupan berdemokrasi.
"Secara khusus, kami mengajak kaum muda Indonesia agar tidak kehilangan harapan. Masa kini dan masa depan bangsa ini bergantung pada keberanian generasi muda untuk menjaga integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, dan mengambil bagian secara aktif dalam kehidupan demokrasi dengan semangat pelayanan dan tanggung jawab," tulis pernyataan tersebut.
Komitmen Dunia Akademik
Sebagai wadah yang menaungi berbagai perguruan tinggi Katolik, APTIK menegaskan komitmen mereka untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan.
APTIK percaya bahwa Indonesia akan menjadi "rumah bersama" yang kokoh jika setiap elemen bangsa mampu menjaga demokrasi dengan kebijaksanaan serta menegakkan keadilan dengan keberanian.
Pernyataan ini ditandatangani oleh pimpinan dari 28 perguruan tinggi Katolik yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia, dipimpin oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D.