TRIBUNGORONTALO.COM -- Wilayah lepas pantai Sulawesi Utara diguncang gempa bumi pada Rabu pagi, 1 Juli 2026, tepatnya pukul 05:34 WITA.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) instansi pemerintah yang bertanggung jawab memantau aktivitas seismik dan cuaca di Indonesia melaporkan bahwa kekuatan gempa mencapai Magnitudo 4,8.
Titik Koordinat: Pusat getaran terdeteksi pada 5.54 Lintang Utara dan 125.31 Bujur Timur.
Kedalaman: Gempa ini tergolong dangkal dengan kedalaman berada di 10 kilometer di bawah permukaan laut.
Jarak Lokasi: Episentrumnya berjarak sekitar 215 km ke arah barat laut dari Tahuna, pusat pemerintahan Kepulauan Sangihe (berjarak sekitar 251 km dari Kota Manado).
Berdasarkan analisis awal, getaran dari gempa berkekuatan semacam ini biasanya hanya dirasakan oleh warga yang berada di dalam ruangan. BMKG juga memastikan bahwa peristiwa ini tidak memicu gelombang tsunami.
Meski begitu, tingkat kerusakan di permukaan akan sangat dipengaruhi oleh seberapa dangkal pusat jalaran gempa tersebut.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Hari Ini Rabu 1 Juli 2026: Berpotensi Hujan di Boalemo, Pohuwato, Gorontalo Utara
Catatan BMKG: Mengingat prioritas utama adalah kecepatan penyebaran informasi kepada masyarakat, data awal yang dirilis melalui akun media sosial X ini masih bersifat sementara dan dapat diperbarui seiring masuknya data pelengkap dari stasiun pemantau.
Guna meminimalisasi risiko cedera, berikut langkah-langkah evakuasi mandiri yang wajib dipahami berdasarkan posisi Anda saat bencana terjadi:
Segera lindungi organ vital seperti kepala dan leher dengan berlindung di bawah furnitur yang kokoh (misalnya meja).
Cari sudut ruangan yang dinilai aman dari potensi runtuhnya material atap atau dinding.
Jika akses menuju pintu keluar masih aman dan memungkinkan, segera lakukan evakuasi ke area terbuka.
Menjauhlah dari objek tinggi yang rentan roboh, seperti papan reklame, tiang listrik, pohon, maupun dinding gedung.
Tetap waspada terhadap kondisi jalanan dan hindari area tanah yang mulai retak atau amblas.
Tepi dan hentikan kendaraan secara aman, lalu segera keluar untuk menjauh guna mengantisipasi risiko kebakaran atau pergeseran mobil.
Perhatikan kondisi permukaan jalan di sekitar tempat Anda berdiri.
Segera bergerak menuju dataran yang lebih tinggi atau menjauh dari garis pantai sebagai langkah preventif, tanpa harus menunggu peringatan resmi.
Jauhi lereng, tebing, atau kawasan perbukitan yang memiliki tingkat kecuraman tinggi karena sangat rawan memicu tanah longsor akibat guncangan.
Skala MMI I-II
TIDAK DIRASAKAN (Not Felt) Tidak dirasakan atau dirasakan hanya oleh beberapa orang tetapi terekam oleh alat.
Skala MMI III-V
Dirasakan oleh orang banyak tetapi tidak menimbulkan kerusakan.
Benda-benda ringan yang digantung bergoyang dan jendela kaca bergetar.
Skala MMI VI
KERUSAKAN RINGAN (Slight Damage) Bagian non struktur bangunan mengalami kerusakan ringan, seperti retak rambut pada dinding, genteng bergeser ke bawah dan sebagian berjatuhan.
Skala MMI VII-VIII
KERUSAKAN SEDANG (Moderate Damage) Banyak Retakan terjadi pada dinding bangunan sederhana, sebagian roboh, kaca pecah.
Sebagian plester dinding lepas. Hampir sebagian besar genteng bergeser ke bawah atau jatuh.
Struktur bangunan mengalami kerusakan ringan sampai sedang.
Skala MMI IX-XII
KERUSAKAN BERAT (Heavy Damage) Sebagian besar dinding bangunan permanen roboh.
Struktur bangunan mengalami kerusakan berat. Rel kereta api melengkung. (*)