Pertamina Resmi Turunkan Harga Pertamax Turbo, Dexlite, Pertamina Dex, dan Avtur per 1 Juli 2026
Tribun-video July 01, 2026 08:57 AM

– PT Pertamina Patra Niaga secara resmi melakukan penyesuaian berupa penurunan harga untuk sejumlah jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi serta komoditas Avtur yang mulai berlaku efektif pada 1 Juli 2026 pukul 00.00 WIB.

Kebijakan penurunan harga ini menyasar pada produk bahan bakar nonsubsidi kelas atas, yang meliputi jenis Pertamax Turbo, Pertamina Dex, Dexlite, hingga pasokan Avtur untuk sektor penerbangan domestik.

Langkah strategis penyesuaian harga ini didasarkan pada rincian wilayah yang menerapkan tarif Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar 5 persen di berbagai daerah di Indonesia.

Berdasarkan data resmi, produk Pertamax Turbo terpantau mengalami penurunan harga sebesar Rp1.450 per liter atau setara 7 persen, yaitu dari tarif lama Rp20.750 per liter kini menjadi senilai Rp19.300 per liter.

Selanjutnya, jenis Pertamina Dex mencatatkan penurunan paling signifikan mencapai Rp3.650 per liter atau ekuivalen 15 persen, dari harga awal Rp24.800 per liter merosot menjadi Rp21.150 per liter.

Sementara untuk varian Dexlite, harganya terpangkas sebesar Rp3.300 per liter atau setara 14 persen, dari tarif sebelumnya Rp23.000 per liter kini dapat dibeli masyarakat dengan harga Rp19.700 per liter.

Tidak hanya bahan bakar angkutan darat, tarif Avtur Penerbangan Domestik (sebelum komponen pajak) di Bandara Internasional Soekarno-Hatta juga ikut ditekan dari Rp22.190 per liter pada bulan Juni menjadi Rp19.190 per liter di bulan Juli, atau hemat sebesar Rp3.000 per liter.

Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, memaparkan bahwa langkah penyesuaian harga ini merupakan bagian dari agenda evaluasi berkala yang disesuaikan dengan mekanisme regulasi pasar.

Kebijakan ini diambil dengan mempertimbangkan dinamika pergerakan harga pasar minyak mentah dunia, kalkulasi aspek fiskal nasional, serta demi menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung stabilitas perekonomian makro.

"Sesuai yang kita ketahui penyesuaian harga BBM nonsubsidi mengacu pada dinamika harga pasar minyak dunia dan mengikuti regulasi atau mekanisme yang berlaku. Tentunya langkah penyesuaian ini telah dikoordinasikan dengan pemerintah," tutur Kitty Andhora.

Pihak Pertamina menegaskan komitmennya untuk tidak hanya berfokus pada penghitungan harga jual yang kompetitif, melainkan juga tetap mengedepankan jaminan kualitas spesifikasi produk agar kendaraan konsumen memperoleh efisiensi penggunaan bahan bakar serta performa mesin yang optimal.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.