Nadiem Divonis 10 Tahun, Laptop Chromebook Bantuan  Masih Dimanfaatkan di Kalsel
Hari Widodo July 01, 2026 07:52 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID- VONIS 10 tahun telah dijatuhkan terhadap mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim dalam perkara korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook.

Meski program tersebut kini menjadi perkara hukum, sejumlah sekolah di Kalimantan Selatan mengaku perangkat laptop yang mereka terima hingga kini masih dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.

Kepala SDN Surgi Mufti 1 Banjarmasin, Abdul Hadi, mengatakan sekolahnya menerima 15 unit laptop Chromebook.

Menurutnya, perangkat tersebut masih berfungsi dengan baik dan digunakan dalam berbagai kegiatan pembelajaran. “Masih sangat bermanfaat. Sampai sekarang masih kami gunakan, terutama saat pelaksanaan ujian atau ulangan berbasis website,” ujarnya, Selasa (30/6).

Ia menjelaskan, penggunaan Chromebook juga membantu sekolah menerapkan kebijakan pembatasan penggunaan telepon genggam di lingkungan sekolah. Selama ini Chromebook masih relevan digunakan untuk mendukung proses pembelajaran berbasis digital.

Hal senada disampaikan Kepala SMAN 5 Banjarmasin, Mukhlis Takwin. Ia mengatakan sekolahnya menerima 14 unit yang saat ini ditempatkan di perpustakaan agar dapat dimanfaatkan seluruh siswa.

Baca juga: Divonis 10 Tahun Penjara, Nadiem Langsung Nyatakan Banding, Satu Hakim Minta Dibebaskan

Tak hanya Banjarmasin, sekolah di Tabalong juga menjadi penerima bantuan laptop Chromebook. SDN 2 Hikun di Kelurahan Hikun, Kecamatan Tanjung, menjadi salah satu sekolah di Tabalong yang mendapatkan bantuan laptop Chromebook tersebut.

Kepala SD Negeri 2 Hikun, Muhammad Munawar Aulia Hamdi, mengatakan keberadaan Chromebook tersebut sangat berguna karena mereka juga saat ini dalam proses pembelajaran mulai menerapkan sekolah digital.

Keberadaan Chromebook ini juga akan semakin terlihat manfaatnya saat peserta didik menghadapi ujian, seperti saat mengikuti ANBK dan TKA. Ini dikarenakan sekolahnya tidak akan kesusahan lagi menyiapkan fasilitas laptop atau komputer saat menggelar ujian.

Senada diungkapkan sekolah di Tanahlaut. Salah satunya UPTD SD Negeri 2 Padang Luas, Kecamatan Kurau. Sekolah ini mengaku Chromebook yang diterima sejak program digitalisasi pendidikan masih dalam kondisi baik dan rutin dimanfaatkan hingga sekarang.

Kepala UPTD SD Negeri 2 Padang Luas, Nana Rusdiana, mengatakan perangkat tersebut menjadi salah satu penunjang utama pembelajaran berbasis digital di sekolahnya.

Ia menuturkan chromebook digunakan guru untuk menyusun bahan ajar, mengakses berbagai platform pendidikan, hingga melaksanakan asesmen berbasis komputer.

Baca juga: Kejanggalan Penetapan Tersangka Nadiem Makarim Menurut Hotman Paris: Tak Ada Terima 1 Sen Pun

Menurut Nana, penggunaan Chromebook didukung jaringan internet WiFi yang relatif stabil sehingga pembelajaran berlangsung lancar.

Ia menilai kehadiran Chromebook mampu meningkatkan literasi digital siswa sekaligus membuat pembelajaran lebih menarik dan interaktif. Bahkan, jumlah perangkat yang dimiliki sekolah saat ini masih belum mencukupi kebutuhan, terutama saat pelaksanaan ANBK.

Berbeda dengan SDN 2 Padang Luas, UPTD SMAN 2 Kintap hingga kini belum pernah menerima bantuan Chromebook. Kepala UPTD SMAN 2 Kintap, Qonitah, berharap sekolahnya dapat memperoleh bantuan serupa karena dinilai penting untuk mendukung transformasi pembelajaran berbasis teknologi. (sul/dny/roy)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.