TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO - Insiden kecelakaan antara jeep wisata dan seorang pengendara sepeda motor di Desa Menjer, Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo, yang viral di media sosial, kini berakhir damai.
Pengemudi jeep yang terlibat diketahui merupakan anggota Dieng Jeep Federasi, sementara pihak federasi memastikan seluruh kerugian korban telah menjadi tanggung jawab pengemudi.
Ketua Dieng Jeep Federasi, Sucipto, menceritakan dirinya langsung mendatangi Desa Menjer setelah menerima kabar kecelakaan.
Saat itu, ia sedang berada di luar kota sehingga baru tiba di lokasi setelah Magrib. Menurutnya, suasana saat itu sudah dipenuhi warga dan video kecelakaan telah ramai beredar di media sosial.
Sucipto mengaku kedatangannya bertujuan menyampaikan permohonan maaf kepada korban maupun masyarakat.
Ia juga mengakui, berdasarkan rekaman CCTV yang telah dilihatnya, kecelakaan tersebut merupakan kesalahan dari pihak pengemudi jeep.
"Saya ke situ itu sudah mempunyai niat matur karena salahnya fatal. Karena kami juga sudah melihat di seri CCTV itu, itu benar-benar fatal, benar-benar salah," ungkapnya, Selasa (30/6/2026) malam.
Menurut Sucipto, proses mediasi berlangsung dengan lancar karena pengemudi bersedia bertanggung jawab atas seluruh kerugian yang dialami korban.
Tanggung jawab tersebut meliputi biaya pengobatan di rumah sakit, perbaikan sepeda motor, hingga kerugian lain yang ditimbulkan akibat kecelakaan.
Kesepakatan antara kedua belah pihak kemudian dituangkan dalam surat bermaterai sebagai bentuk komitmen penyelesaian perkara secara kekeluargaan.
Sucipto menjelaskan, pihaknya sengaja tidak membahas besaran santunan saat proses mediasi berlangsung.
Menurutnya, nominal bantuan akan disesuaikan dengan kondisi korban setelah diketahui berapa lama korban membutuhkan waktu untuk kembali bekerja.
Terkait penyebab kecelakaan, Sucipto mengungkapkan pengemudi mengaku mengantuk saat mengendarai jeep wisata.
Pengakuan itu disampaikan saat dimintai klarifikasi bersama pemerintah desa dan sejumlah pihak.
"Jawabannya satu ditanya siapapun, saya itu ngantuk," ucapnya.
Ia memastikan pengemudi tidak berada dalam pengaruh minuman beralkohol maupun faktor lain yang dapat memengaruhi konsentrasi saat berkendara.
"Nyatanya aman, benar-benar ngantuk," lanjutnya.
Baca juga: Memalukan, Warga Kutawis Purbalingga Ramai-ramai Jarah Telur Korban Kecelakaan
Menurut Sucipto, usai kecelakaan terjadi, pihak federasi juga meminta pengemudi untuk memprioritaskan pendampingan terhadap korban di rumah sakit hingga dokter memastikan kondisi korban.
Lebih lanjut, Sucipto menyebut pengemudi yang terlibat merupakan anggota resmi Dieng Jeep Federasi dan telah cukup lama mengemudikan jeep wisata.
Namun, ia menduga kecelakaan dipicu karena pengemudi memaksakan diri tetap bekerja meski kondisi tubuh sudah tidak prima.
Ia mengungkapkan, dalam beberapa hari terakhir, sebagian pengemudi jeep melayani perjalanan wisata hingga dua bahkan tiga kali sehari karena padatnya permintaan wisatawan.
"Ngantuk tapi dipaksakan," ujarnya.
Meski demikian, ia menegaskan alasan tersebut tidak dapat dijadikan pembenaran. Menurutnya, keselamatan penumpang maupun pengguna jalan harus menjadi prioritas dibanding mengejar jadwal perjalanan.
"Lebih baik minta maaf dibandingkan interaksi tapi celaka," sebutnya.
Menanggapi munculnya banner protes yang dipasang warga Desa Menjer setelah kecelakaan, Sucipto menyebut kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi bagi organisasinya.
Federasi akan memperketat pembinaan terhadap seluruh pengemudi jeep wisata agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Pembinaan itu meliputi peningkatan standar bagi pengemudi baru, pemeriksaan kelengkapan legalitas seperti surat izin mengemudi (SIM), hingga evaluasi pengalaman mengemudi sebelum diperbolehkan membawa wisatawan.
"Sopir yang sekiranya kok baru, ngga boleh lakukan interaksi, harus binaan dulu," tegasnya.
Sucipto berharap pembenahan tersebut dapat meningkatkan keselamatan berkendara sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan jeep wisata di kawasan Dieng.
"Ini termasuk merugikan seluruh komunitas, nama jeleknya jadi ada," pungkasnya. (ima)