Di balik populernya tren Hyrox di Indonesia, muncul celetukan yang menyebut kompetisi kebugaran (fitness racing) tersebut sebagai 'olahraga kuli' versi lebih mewah atau fancy. Kalau dilihat-lihat, sandbag lunges memang mirip gerakan manggul semen sih.
Tapi, apakah joke tersebut benar-benar akurat? Mari kita bedah apa itu Hyrox dan mengapa latihan ini sampai disamakan dengan aktivitas fisik para pekerja bangunan.
Apa Itu Hyrox?
Hyrox adalah format kompetisi kebugaran global (fitness race) yang menggabungkan dua elemen utama: lari dan latihan fungsional (functional training).
Format perlombaannya selalu sama di mana pun di dunia. Peserta harus berlari sejauh 1 kilometer, diikuti oleh satu jenis latihan fungsional. Pola ini diulang sebanyak 8 kali. Jadi, totalnya ada 8 km lari dan 8 jenis latihan kekuatan.
Hyrox dan Aktivitas Pekerja Bangunan
Ada 8 tantangan atau latihan fungsional yang harus diselesaikan para peserta Hyrox dengan waktu secepat-cepatnya, di antaranya:
- SkiErg (Simulasi mendayung/berski berdiri)
- Sled Push (Mendorong kereta beban berat)
- Sled Pull (Menarik kereta beban dengan tali)
- Burpee Broad Jumps (Burpee kombinasi lompat jauh)
- Rowing (Mendayung)
- Farmers Carry (Berjalan sambil membawa dua beban berat di tangan)
- Sandbag Lunges (Lunge dengan memanggul karung pasir berat)
- Wall Balls (Melempar bola beban ke target dinding sambil squat)
Jika dibandingkan dengan aktivitas pekerja bangunan, harus diakui memang ada kemiripan gerakan di antara keduanya.
Ambil saja contoh, sandbag lunges yang diibaratkan dengan aktivitas pekerja bangunan membawa sak semen, lalu farmers carry yang seperti aktivitas pekerja membawa ember berisi adukan semen, atau sled push yang disebut memiliki cara kerja sama dengan mendorong gerobak pasir.
Bagaimana Tanggapan Ahli?
Jadi, benarkah Hyrox itu 'olahraga kuli' versi fancy? Secara fungsional dan prinsip gerakannya tentu ada benarnya. Keduanya sama-sama melibatkan kekuatan, daya tahan, dan kemampuan fungsional tubuh untuk memindahkan beban dari satu titik ke titik lain.
Ditanya mengenai hal ini, dokter spesialis kedokteran olahraga dr Andhika Raspati, SpKO mengatakan meskipun kedua aktivitas di atas memiliki gerakan-gerakan yang mirip, tentu saja tidak bisa serta merta membandingkan Hyrox dengan aktivitas pekerja bangunan.
"Gerakannya mirip-mirip, tapi kan namanya latihan fisik nggak bisa disamain dengan kerjaan. Kalau kuli kan melempar sak semen, kan seperlunya saja. Artinya, yang dibutuhkan dua sak semen, ya dua sak semen," kata dr Andhika saat dihubungi detikcom, Rabu (1/7/2026).
"Kalau latihan sirkuit kayak Hyrox itu kan jelas ada repetisinya, bebannya juga harus ditentukan, ngejar berapa repetisi, berapa setnya kan semuanya terukur dan terstandarisasi," sambungnya.
Manfaat Functional Training
Gerakan-gerakan yang ada di Hyrox mengadopsi prinsip functional training. Sesuai namanya, gerakan-gerakan dalam functional training merupakan gerakan yang 'fungsional' dalam aktivitas sehari-hari, seperti duduk-berdiri, mengangkat barang, dan meloncat.
Berbeda dengan latihan bodybuilding konvensional yang mengisolasi satu otot dan persendian (seperti bicep curl), latihan fungsional cenderung melatih tubuh sebagai satu kesatuan. Dalam satu gerakan, ada beberapa kelompok otot dan persendian yang terlibat.
"Hyrox dia lebih hybrid, dia bagus buat melatih secara bersamaan baik si kardio respirasinya atau jantung-paru, tapi di saat itu juga melatih otot," kata dr Dhika.
"Jadi secara manfaatnya, di satu latihan bisa mendapat dua benefit. Kardio dapet, strength training dapet," sambungnya.
Namun, dr Andika menekankan bahwa Hyrox merupakan olahraga berat yang membutuhkan persiapan matang, baik itu dari segi fisik maupun mental.
"Yang perlu diingat adalah tidak semua orang siap gitu untuk melakukan latihan-latihan kompetisi kayak gini," katanya.
"Ada yang mungkin gerakannya masih perlu dituntun, yang kemudian mungkin form-nya masih belum baik, ya fokus ke form-nya dulu. Nggak yang kemudian ngejar sekian repetisi dalam waktu sesingkat-singkatnya," tutupnya.





