Sehari Setelah Pemakaman dr. Icha, Sang Adik Resmi Menjadi Dokter di Undana
Gordy Donovan July 01, 2026 11:47 AM

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Onong Boro

TRIBUNFLORES.COM, KUPANG - Suasana haru masih menyelimuti rumah duka almarhumah dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dr. Icha di Perumahan RSS Baumata, Kabupaten Kupang, Selasa (30/6/2026). Sehari setelah prosesi pemakaman, keluarga kembali dihadapkan pada momen yang seharusnya menjadi hari penuh kebahagiaan.

Adik kandung almarhumah, dr. Tiara Maharani Dwi Pakaenoni, resmi diwisuda dan menyandang gelar dokter dari Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang bersama 11 lulusan Program Profesi Dokter lainnya.

Namun, kebahagiaan itu berubah menjadi duka. Di rumah yang masih dipenuhi suasana belasungkawa, tangis keluarga pecah setiap kali mengingat sosok dr. Icha yang seharusnya turut mendampingi sang adik merayakan keberhasilannya.

Baca juga: PDUI NTT Sebut Nakes Kerap Diintimidasi dan Mengalami Kekerasan, Dampaknya Sangat Fatal

Momen Bahagia

Usai mengikuti prosesi wisuda, orang tua dr. Tiara kembali ke rumah duka. Saat ditemui reporter POS-KUPANG.COM, keduanya masih menunjukkan ekspresi sedih. Wajah mereka tampak menahan tangis sembari berusaha menguatkan satu sama lain.

Sebelumnya, dr. Tiara mengaku hari wisudanya semestinya menjadi hari bahagia bagi seluruh keluarganya.

"Lebih besar sedih karena seharusnya hari ini menjadi hari bahagia bagi saya, Kakak Icha, Papa, Mama, dan adik, tetapi semuanya berubah," ungkapnya.

Ia mengaku kenyataan yang dihadapi keluarganya sangat menyakitkan.

"Ini sangat menyakitkan bagi saya. Seharusnya hari ini menjadi hari bahagia bagi keluarga kami, tetapi semuanya berubah," katanya.

Meski demikian, Tiara bertekad melanjutkan perjuangan kakaknya sebagai seorang dokter.

"Semoga saya bisa menjadi dokter yang amanah, menjalankan profesi sesuai dengan tugas saya, dan selanjutnya dapat melanjutkan tongkat estafet dari Kakak Icha," ujarnya.

Di rumah duka, sang ayah, Gabriel Pakaenoni, mengaku bangga melihat putrinya berhasil menyelesaikan pendidikan profesi dokter. Namun, kebanggaan itu hadir di tengah kehilangan yang begitu mendalam.

"Ini tentu menjadi kebanggaan kami sebagai orang tua. Namun, kebanggaan ini kami rasakan dalam suasana duka karena kakaknya baru saja kami makamkan kemarin," ujarnya.

Menurut Gabriel, dr. Icha adalah sosok yang paling berjasa dalam perjalanan Tiara hingga menjadi dokter. Kakak sulungnya itu selalu menjadi motivator bagi adik-adiknya.

"Dokter Tiara akan melanjutkan cita-cita kakaknya. Sejak awal, Kakak Icha adalah motivator pertama bagi Tiara. Dalam berbagai hal, Dokter Icha selalu memberikan dorongan dan semangat kepada adik-adiknya," katanya.

Hal senada disampaikan sang ibu, Nur Azizah. Dengan suara bergetar, ia mengatakan langkah menuju tempat wisuda terasa begitu berat karena masih diselimuti kesedihan.

"Bahkan tadi, ketika kami bersiap mengikuti wisuda dokter Tiara, dengan tetesan air mata dan langkah yang tersendat-sendat, saya tetap berusaha kuat. Sebab, ini juga merupakan amanat dari Dokter Icha agar Tiara dapat melanjutkan apa yang telah dilakukan kakaknya," tuturnya.

Baca juga: Sejumlah Fakta Dibalik Kematian Dokter Icha Usai Diduga Diintimidasi 3 Oknum DPRD TTU

Menurut Nur Azizah, dr. Icha bukan hanya seorang kakak, tetapi juga guru sekaligus panutan bagi Tiara selama menempuh pendidikan kedokteran.

"Sepanjang kuliah, Tiara selalu berkonsultasi dengan kakaknya. Dokter Icha menjadi role model bagi Tiara, baik dalam belajar maupun dalam menjalankan profesi secara profesional serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan," ujarnya.

Ia mengaku bersyukur dapat melihat kedua putrinya berhasil menjadi dokter, meskipun salah satunya telah lebih dahulu berpulang.

"Kami sangat bangga memiliki dua anak yang menjadi dokter, yaitu Dokter Icha dan Dokter Tiara. Bahkan, adik mereka yang paling bungsu juga bercita-cita mengikuti jejak kedua kakaknya menjadi dokter," katanya.

Di akhir wawancara, Nur Azizah berpesan agar Tiara mengabdikan diri kepada masyarakat dengan penuh profesionalisme dan kasih sayang.

"Kami berharap Dokter Tiara dapat menjadi dokter yang amanah, memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, serta meneruskan semangat pengabdian yang selama ini ditunjukkan oleh kakaknya, Dokter Icha," tutupnya. (uge)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.