TRIBUNNEWSMAKER.COM - Perkembangan terbaru dalam kasus dugaan korupsi di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, kembali menjadi perhatian publik setelah Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Suhardiman Amby, dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kuansing, Zulkarnaen memilih menyerahkan diri kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Keduanya tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, pada waktu yang telah ditentukan untuk memenuhi proses hukum yang sedang berjalan.
Momen kedatangan mereka menjadi sorotan karena tidak memasuki gedung melalui pintu utama, melainkan lewat akses pintu belakang yang biasa digunakan untuk keperluan tertentu.
Kedatangan tersebut berlangsung di bawah pengawalan petugas dan langsung mengundang perhatian awak media yang telah menunggu di sekitar lokasi sejak pagi.
Langkah menyerahkan diri ini dilakukan setelah KPK menetapkan keduanya sebagai pihak yang harus menjalani proses pemeriksaan dalam perkara yang tengah ditangani lembaga antirasuah tersebut.
Hingga saat ini, KPK masih terus mendalami konstruksi perkara, termasuk mengumpulkan alat bukti dan memeriksa sejumlah saksi yang diduga mengetahui rangkaian peristiwa dalam kasus tersebut.
Masuknya Bupati dan Sekda Kuansing melalui pintu belakang pun memicu beragam respons publik, karena momen tersebut terekam kamera dan dengan cepat beredar luas di media sosial.
Di sisi lain, KPK menegaskan seluruh proses penanganan perkara dilakukan sesuai prosedur hukum yang berlaku tanpa memberikan perlakuan khusus kepada pihak mana pun.
Lantas, bagaimana detik-detik kedatangan Bupati dan Sekda Kuansing di Gedung Merah Putih KPK hingga memilih masuk melalui pintu belakang, serta apa alasan di balik langkah tersebut?
Baca juga: Sosok James Sumendap, Gabung PSI Usai Mundur dari PDIP, Eks Bupati Minahasa Tenggara Sulut 2 Periode
Teka-teki keberadaan Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Suhardiman Amby, dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kuansing, Zulkarnaen, akhirnya terjawab.
Keduanya dikabarkan telah menyerahkan diri kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa (30/6/2026) malam dan kini tengah menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Tribunpekanbaru.com, Suhardiman dan Zulkarnaen tiba di Gedung Merah Putih sekitar pukul 21.17 WIB. Namun keduanya tidak terlihat memasuki gedung melalui pintu utama.
Mereka disebut masuk melalui pintu belakang sehingga luput dari pantauan awak media yang sejak sore menunggu perkembangan kasus operasi tangkap tangan (OTT) KPK di Kabupaten Kuansing.
“Per malam ini, Bupati dan Sekda Kuansing menyerahkan diri. Tiba di Merah Putih sekitar pukul 21.17 WIB,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo dalam keterangannya, Selasa (30/6/2026).
Budi mengatakan, keduanya langsung menjalani pemeriksaan.
“Saat ini, keduanya langsung menjalani pemeriksaan intensif,” ujarnya.
Informasi terbaru ini sekaligus mematahkan teka-teki keberadaan Suhardiman yang sebelumnya sempat terpantau berada di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa malam.
Sumber eksklusif Tribunpekanbaru.com sebelumnya melihat Suhardiman baru saja tiba di Terminal III Bandara Soekarno-Hatta. Ia tampak mengenakan kemeja denim berwarna biru dipadukan dengan rompi hitam, topi hitam, masker, celana jeans, dan sandal.
Di dekatnya terlihat seorang pria bermasker yang diduga Sekdakab Kuansing, Zulkarnaen. Keduanya juga tampak didampingi mantan Bupati Rokan Hulu, Suparman, serta seorang pengacara asal Kuansing.
Saat itu, Suhardiman dan rombongan tidak terlihat berada dalam pengawalan petugas KPK maupun aparat kepolisian. Mereka berjalan layaknya penumpang biasa tanpa pengamanan khusus.
Kemunculan tersebut menjadi penampakan perdana Suhardiman setelah namanya santer dikaitkan dengan OTT KPK di Kuansing pada Senin (29/6/2026).
Sebelumnya, KPK mengungkap telah menangkap 10 orang dalam OTT tersebut. Dari jumlah itu, sembilan orang diamankan di Kuansing dan satu orang di Jakarta.
Lima orang kemudian dibawa ke Gedung Merah Putih KPK untuk menjalani pemeriksaan intensif, terdiri dari tiga pihak swasta, satu aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Kuansing, dan satu anggota keluarga penyelenggara negara atau ASN.
Sebelum Suhardiman dan Zulkarnaen menyerahkan diri, KPK secara terbuka meminta keduanya bersikap kooperatif dan segera datang ke KPK karena keterangannya dibutuhkan dalam proses hukum yang sedang berjalan.
"KPK mengimbau kepada Bupati dan Sekda Kabupaten Kuantan Singingi agar kooperatif dan menyerahkan diri ke KPK karena keterangan dari Bupati dan juga Sekda dibutuhkan dalam proses hukum yang sedang berjalan di KPK saat ini," kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih, Selasa.
KPK sendiri telah meningkatkan perkara hasil OTT Kuansing ke tahap penyidikan dan dijadwalkan mengumumkan konstruksi perkara serta para tersangka dalam konferensi pers resmi yang akan digelar setelah seluruh rangkaian pemeriksaan selesai.
Sebelumnya, Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Suhardiman Amby bersama Sekdakab Kaunsing Zulkarnaen muncul di bandara Soetta pasca Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Sumber eksklusif Tribunpekanbaru.com, mengatakan, Suhardiman Amby terlihat berada di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (30/6/2026) malam.
Suhardiman Amby tampak baru saja mendarat di Terminal III.
Dalam kemunculannya itu, Suhardiman Amby berusaha tampil sederhana.
Ia mengenakan kemeja denim berwarna biru yang dipadukan dengan rompi hitam, topi hitam, masker, celana jeans, serta sandal.
Meski wajahnya sebagian tertutup masker, sosok Suhardiman masih mudah dikenali.
Didepannya juga terlihat seorang pria bermasker yang diduga Sekdakab Kuansing, Zulkarnaen.
Bersama kedua orang itu, juga ada eks Bupati Rokan Hulu, Suparman.
Di sisinya terlihat seorang pengacara asal Kuansing, Rizky, yang mendampinginya sejak keluar dari area kedatangan.
Yang menarik perhatian, Suhardiman Amby tidak terlihat berada dalam pengawalan petugas KPK maupun aparat kepolisian.
Ia berjalan layaknya penumpang biasa tanpa pengamanan khusus.
Kemunculan tersebut sekaligus menjadi penampakan perdana Suhardiman setelah namanya santer dikaitkan dengan OTT KPK di Kabupaten Kuansing pada Senin (29/6/2026).
Sebelumnya, keberadaan orang nomor satu di Kuansing itu sempat menjadi misteri.
Beragam informasi beredar, mulai dari dugaan masih berada di Kuansing hingga disebut telah dibawa ke Jakarta.
Demikian pula, Suhardiman belum memberikan pernyataan kepada awak media terkait perkembangan perkara yang menyeret sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuansing.
(TribunNewsmaker.com/TribunPekanbaru.com)