‘Menggelembung’ - Declan Rice Beri Kabar Terbaru Soal Cedera Jelang Laga 32 Besar Inggris vs DR Kongo di Piala Dunia 2026
Dewi Rahayu July 01, 2026 01:43 PM

Declan Rice memberikan kabar positif mengenai kondisinya menjelang laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Republik Demokratik Kongo di Atlanta. Gelandang Arsenal itu sebelumnya absen dalam kemenangan terakhir fase grup atas Panama, yang memunculkan kekhawatiran bahwa Thomas Tuchel akan kehilangan jangkar lini tengahnya di awal babak gugur.

Kekhawatiran Cedera Teratasi

Rice berusaha menenangkan kekhawatiran terkait kondisi fisiknya, menjelaskan bahwa ketidakhadirannya melawan Panama hanyalah langkah pencegahan, bukan cedera serius. Pemain berusia 27 tahun itu tidak dimainkan dalam kemenangan 2-0 atas Panama setelah menerima benturan keras di betisnya saat pertandingan imbang melawan Ghana, yang menyebabkan pembengkakan cukup parah beberapa hari setelah laga tersebut.

Berbicara di Kansas City, Rice menjelaskan: “Saya baik-baik saja. Serius, saya baik-baik saja. Saya tahu ada sedikit masalah dengan hamstring saya, yang memang sempat jadi kendala, tapi itu bukan masalah besar karena saya masih berlatih dan bermain. Saya tidak apa-apa.”

Ia menambahkan: “Saya kena benturan di betis pada menit terakhir pertandingan melawan Ghana. Pemain lawan menendang saya dan betis saya langsung menggelembung selama sekitar tiga hari, jadi itu hanya nasib sial saja. Sebenarnya bukan cedera betis. Saya mengatur kondisi diri saya dengan baik. Saya merasa bugar, sehat, dan kuat.”

Menangani Masalah Nyeri Saraf

Mantan kapten West Ham itu juga mengungkapkan bahwa ia sudah lama berjuang dengan masalah “nyeri saraf” yang harus ia kendalikan sejak Desember lalu. Meski rasa sakit itu sempat muncul saat Arsenal meraih gelar juara Liga Primer Inggris, Rice menegaskan bahwa ia telah menemukan cara untuk menjaga performanya di level dunia, bahkan ketika rasa sakit itu kambuh secara tiba-tiba.

“Ini bukan rasa sakit yang hanya muncul saat bermain sepak bola,” ujar Rice saat menjelaskan kondisinya. “Kamu bisa saja sedang duduk di rumah lalu tiba-tiba merasakan nyeri menjalar di kaki. Ini sesuatu yang agak aneh bagi saya karena sebelumnya saya tidak pernah mengalami hal seperti ini. Saya berusaha beristirahat kapan pun bisa, karena saya tahu musim lalu saya benar-benar memprioritaskan pertandingan. Tubuh saya mungkin sedikit terkejut, itulah sebabnya rasa nyeri itu mulai muncul. Tapi menjelang akhir musim, rasa sakitnya mulai berkurang. Saya rasa ini sesuatu yang harus terus saya kelola.”

Perdebatan Taktis dan Kritik Scholes

Meski kini sudah kembali fit, posisi Rice di susunan pemain utama Inggris menjadi bahan perdebatan panas. Legenda Manchester United, Paul Scholes, secara terbuka mengkritik dan menyarankan agar Tuchel menurunkan Elliot Anderson yang lebih ofensif, demi membantu Inggris menyaingi kekuatan tim-tim seperti Prancis dan Argentina.

Scholes menilai lini tengah Inggris terlalu berhati-hati selama fase grup, di mana mereka kesulitan menemukan performa terbaik. “Saya rasa ini harus jadi duel langsung antara Declan Rice dan Elliot Anderson, dan saya akan memilih Anderson,” kata Scholes dalam podcast The Good, The Bad & The Football.

Siap Hadapi Babak Gugur

Meski mendapat kritik dan sempat berisiko terkena skorsing, Rice tetap menjadi bagian penting dari skuad Tiga Singa. Ia menegaskan bahwa absen melawan Panama juga merupakan keputusan taktis karena dirinya sudah menerima satu kartu kuning dan berpotensi absen di laga berikutnya jika mendapat kartu lagi. Rice menyatakan dukungannya terhadap rotasi pemain yang diterapkan Tuchel di Amerika Serikat.

“Kalau itu berarti saya harus absen sesekali karena ada pemain lain yang lebih cocok menghadapi lawan tertentu, saya tidak masalah, asalkan tim terus menang,” kata Rice. “Tentu saya ingin bermain di setiap pertandingan, tapi demi kebaikan tim. Saat melawan Panama, dengan kondisi betis dan status kartu saya, kalau saya mendapat kartu lagi saya akan absen di laga berikutnya. Jadi saya tidak keberatan jika harus duduk sebentar agar pemain lain bisa bermain. Saya bukan tipe yang akan mengeluh. Saya benar-benar mendukung semua rekan setim dan ingin semuanya tampil baik.”

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.