Ekuador Ajukan Keluhan Setelah Suporter Meksiko Ganggu Hotel Tim Sebelum Laga Piala Dunia
Rina Kusumawati July 01, 2026 01:06 PM

Para penggemar sepak bola Meksiko menggelar aksi mengganggu di depan hotel tempat tim nasional Ekuador menginap, dengan tujuan mengacaukan waktu istirahat mereka menjelang pertandingan babak 32 besar Piala Dunia yang digelar pada hari Selasa. Sejak tengah malam hingga dini hari, puluhan pendukung berkumpul di luar Hotel Westin di kawasan Santa Fe, distrik elit di pinggiran Kota Meksiko, sambil menggunakan pengeras suara, klakson, dan sepeda motor untuk mengusik ketenangan tim tamu.

Taktik ini, yang dikenal sebagai “serenade hotel tim”, merupakan tradisi lama dalam sepak bola Amerika Latin yang kini menjadi kontroversial. Awalnya dimaksudkan sebagai bentuk dukungan penuh semangat bagi tim tuan rumah, tradisi ini kini sering dianggap sebagai senjata psikologis untuk menggoyahkan lawan dengan mengganggu waktu tidur mereka.

Menanggapi insiden tersebut, Federasi Sepak Bola Ekuador (FEF) pada hari Selasa mengumumkan bahwa mereka telah mengajukan keluhan resmi kepada panitia penyelenggara turnamen. “Perilaku seperti ini sangat bertentangan dengan prinsip fair play, keadilan, dan persatuan yang seharusnya dijunjung tinggi dalam ajang Piala Dunia,” demikian pernyataan resmi FEF. “FEF dengan hormat meminta otoritas terkait untuk memberikan perhatian lebih pada kejadian ini dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna menjamin keselamatan para pemain, staf pelatih, serta pendukung kami.”

Aksi para suporter yang dikabarkan diorganisir melalui media sosial itu semakin memperburuk situasi kedatangan Ekuador yang sebelumnya sudah kacau. Gangguan tersebut melengkapi perjalanan berat tim asal Amerika Selatan itu, yang dengan sengaja menjadwalkan kedatangan pada Senin malam untuk meminimalkan dampak dari ketinggian udara Kota Meksiko yang mencapai 2.200 meter (7.300 kaki) di atas permukaan laut.

Para ahli olahraga biasanya menyarankan dua strategi utama untuk menghadapi kondisi udara tipis: aklimatisasi panjang selama minimal dua minggu, atau strategi “datang dan langsung bertanding”, yakni tiba sesaat sebelum pertandingan dimulai untuk menghindari gejala akut akibat udara tipis. Pendekatan kedua ini sering digunakan oleh liga olahraga besar di Amerika Serikat ketika bertanding di Kota Meksiko.

Namun, perjalanan Ekuador dari Columbus, Ohio, sudah menghadapi kendala sejak awal. Pelatih Sebastián Beccacece mengeluhkan keterlambatan penerbangan yang mencapai lebih dari tiga jam, meskipun ia tidak menjelaskan apakah perbedaan waktu dua jam antara kedua kota turut diperhitungkan dalam penilaiannya.

“Penerbangan kami tertunda, kemudian ditambah perjalanan menuju hotel — totalnya menjadi perjalanan sembilan jam; kami tiba tiga jam lebih lama dari jadwal,” ujar Beccacece. “Namun tim dalam kondisi baik dan bersemangat — apalagi kami akan menghadapi lawan yang tampil impresif di babak penyisihan grup.”

Masalah tidak berhenti di situ. Tim Ekuador mendarat di Bandara Internasional Felipe Ángeles, yang berjarak sekitar 65 kilometer (41 mil) dari hotel mereka. Mereka kemudian harus menembus lalu lintas padat khas Kota Meksiko yang semakin parah akibat hujan lebat pada Senin malam dalam perjalanan menuju Santa Fe.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.