dr Gia Pratama punya pengalaman kuliner unik dan tak biasa saat menjalani ibadah haji. Ia mencicipi hati unta, begini reaksinya!
Gia Pratama Putra, seorang dokter sekaligus penulis, membagikan pengalaman kuliner yang cukup unik saat menjalankan ibadah Haji melalui unggahan di Threads.
Di tengah perjalanan spiritualnya di Tanah Suci, ia mencoba salah satu hidangan yang jarang ditemui di Indonesia, yaitu hati unta.
dr Gia menyebut bahwa ini adalah pengalaman pertamanya mencicipi hidangan tersebut selama berada di Arab Saudi. Menurutnya, cita rasa hati unta sangat enak.
Dari tampilan, dr Gia menjelaskan bahwa hati unta memiliki warna gelap dan disajikan dalam kondisi hangat, yang menambah pengalaman makan terasa lebih khas.
"Ternyata enak teman-teman. Disajikan hangat, warnanya gelap seperti tanah gurun setelah senja," tulisnya dalam Threads (30/6).
dr Gia makan hati unta Foto: Thread/giapratamamd
|
Ia menggambarkan saat gigitan pertamanya memberi kesan earthy, kaya zat besi, dan agak 'liar', lalu setelah beberapa kunyahan muncul rasa gurih yang panjang di lidah.
Ia mengaku terkesan dengan rasa hati unta yang menurutnya berbeda dari bahan makanan yang biasa ia konsumsi. Pengalaman itu ia ibaratkan seperti merasakan jejak panjang perjalanan di tengah panasnya gurun Arab.
"Seperti menyimpan jejak perjalanan panjang di bawah matahari Arab," tulisnya menutup deskripsinya.
Hati unta sendiri merupakan salah satu jeroan yang jamak dikonsumsi di beberapa negara Timur Tengah, termasuk Arab Saudi.
Biasanya, bagian ini diolah dengan cara dipanggang atau ditumis dengan bumbu sederhana agar rasa alaminya tetap terasa kuat.
dr Gia makan hati unta Foto: Thread/giapratamamd
|
Menurut jurnal berjudul Purification and Characterization of Glucose-6-Phosphate Dehydrogenase from Camel Liver (2014), hati unta dikenal sebagai sumber protein hewani yang padat gizi.
Hati unta mengandung protein tinggi, zat besi, vitamin B12, serta vitamin A yang berperan penting dalam pembentukan sel darah merah dan menjaga fungsi saraf tubuh.
Kandungan zat besi heme dalam hati juga disebut lebih mudah diserap tubuh dibandingkan sumber nabati, sehingga dapat membantu mencegah anemia defisiensi besi.
Selain itu, kandungan nutrisinya juga dikaitkan dengan peningkatan energi dan daya tahan tubuh.
Hati unta juga mengandung senyawa antioksidan dan enzim yang berperan dalam metabolisme sel, termasuk dukungan terhadap sistem imun tubuh.
Meski demikian, konsumsi hati tetap perlu dibatasi. Hal ini karena kandungan vitamin A dan kolesterol yang cukup tinggi dapat berdampak kurang baik jika dikonsumsi berlebihan, terutama bagi kelompok dengan kondisi kesehatan tertentu.







