Penulis: Ni’matul Murtafi’ah
TRIBUNJABAR.ID, IKES RAJAWALI, Cihanjuang— Mahasiswa dan dosen Institut Kesehatan (Ikes) Rajawali, Fakultas Kesehatan, menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) berupa pemeriksaan kesehatan gratis di RT 02, Desa Cihanjuang. Kegiatan ini menyasar deteksi dini Penyakit Tidak Menular (PTM), khususnya melalui pemeriksaan kadar glukosa darah dan asam urat bagi warga setempat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi mata kuliah Praktik Pembangunan Kesehatan Masyarakat (PPKM) yang mengintegrasikan unsur pembelajaran akademik dengan kontribusi nyata mahasiswa kepada masyarakat di desa binaan kampus.
Melalui pendekatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman praktik langsung di lapangan, tetapi juga turut berperan aktif dalam upaya promotif dan preventif terhadap masalah kesehatan masyarakat, terutama yang berkaitan dengan PTM seperti diabetes mellitus dan hiperurisemia (asam urat).
Menurut International Diabetes Federation (IDF), pada tahun 2024 jumlah penderita diabetes di Indonesia mencapai sekitar 20,4 juta jiwa, dengan prevalensi yang disesuaikan umur sebesar 11,3 persen, lebih tinggi dari rata-rata Asia Tenggara (10,8 % ). Sekitar 42,7 % penderita diabetes di Asia Tenggara belum terdiagnosis, sehingga berisiko mengalami komplikasi serius. Berdasarkan Riskesdas 2018, asam urat menjadi penyakit paling umum dialami lansia dengan prevalensi 51,9 % .
Dalam pelaksanaannya, puluhan warga RW 12 Desa Cihanjuang turut hadir dan mengikuti rangkaian pemeriksaan yang difasilitasi langsung oleh mahasiswa di bawah bimbingan dosen pendamping. Proses pemeriksaan diawali dengan pendataan identitas dan keluhan kesehatan warga, dilanjutkan dengan pengukuran tekanan darah, pemeriksaan kadar gula darah sewaktu, serta pemeriksaan kadar asam urat menggunakan alat point-of-care testing.
Salah satu dosen pendamping menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko PTM yang kerap tidak menimbulkan gejala signifikan di tahap awal, namun dapat berdampak serius apabila tidak terdeteksi dan tertangani sejak dini. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu mengasah kompetensi klinis sekaligus kemampuan komunikasi kesehatan kepada masyarakat secara langsung.
Selain pemeriksaan, kegiatan ini juga diisi dengan edukasi kesehatan singkat mengenai pola hidup sehat, pentingnya menjaga asupan gula dan purin dalam makanan sehari-hari, serta anjuran pemeriksaan kesehatan secara berkala. Warga yang ditemukan memiliki kadar glukosa atau asam urat di atas ambang normal diberikan rekomendasi untuk melakukan pemeriksaan lanjutan ke fasilitas kesehatan terdekat.
Ketua RW 12 Desa Cihanjuang menyambut baik kegiatan ini dan berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Menurutnya, kehadiran mahasiswa dan dosen dari Ikes Rajawali memberikan manfaat langsung bagi warga, khususnya dalam meningkatkan akses terhadap layanan pemeriksaan kesehatan dasar yang selama ini masih terbatas.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi kesehatan dalam mendukung program kesehatan masyarakat berbasis komunitas, sejalan dengan upaya nasional dalam menekan angka prevalensi Penyakit Tidak Menular di Indonesia. Pihak Fakultas Kesehatan Ikes Rajawali menyatakan akan terus mendorong pelaksanaan kegiatan serupa di wilayah-wilayah lain sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dharma pengabdian kepada masyarakat.