TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PSI, August Hamonangan, mendesak Pemprov DKI Jakarta mempercepat pembangunan septic tank di kawasan permukiman warga sebagai langkah menekan penyebaran tuberkulosis (TBC).
Menurut August, persoalan TBC tidak bisa dilepaskan dari kondisi sanitasi dan kebersihan lingkungan yang masih menjadi pekerjaan rumah di ibu kota.
"Masalah TBC sangat berkaitan dengan kebersihan lingkungan. Warga bisa terserang penyakit karena kondisi lingkungan yang tidak sehat. Salah satu persoalan yang masih dihadapi Jakarta adalah masih minimnya ketersediaan septic tank di kawasan permukiman," kata August, Rabu (1/7/2026).
Ia menilai, masih terbatasnya fasilitas sanitasi menyebabkan sebagian warga belum memiliki akses terhadap sistem pembuangan limbah domestik yang layak.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, sebanyak 0,06 persen rumah tangga di Jakarta masih melakukan praktik buang air besar sembarangan (BABS) di tempat terbuka.
Persentase tersebut diperkirakan setara dengan sekitar 6.000 hingga 7.000 warga.
August mengatakan, kondisi tersebut tidak sejalan dengan cita-cita Jakarta menjadi kota global apabila persoalan sanitasi dasar belum sepenuhnya terselesaikan.
"Jakarta bercita-cita menjadi kota global, tetapi masih ada ribuan warga yang buang air besar sembarangan. Kondisi ini bisa terjadi karena belum tersedianya fasilitas MCK yang memadai atau rumah-rumah yang belum memiliki septic tank untuk menampung limbah domestik," katanya.
Ia juga menyoroti capaian pembangunan sistem pengolahan air limbah domestik (SPALD) setempat yang belum memenuhi target.
Mengacu pada Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Pemprov DKI Jakarta, sepanjang 2025 pemerintah hanya membangun 515 unit SPALD dari target sebanyak 650 unit.
Menurut August, capaian tersebut menunjukkan kebutuhan septic tank, khususnya di kawasan RW kumuh, masih belum terpenuhi secara optimal.
"Bahkan pembangunan SPALD atau septic tank komunal juga belum mencapai target. Masih banyak warga yang membutuhkan septic tank, baik untuk digunakan secara mandiri di rumah maupun secara komunal di lingkungannya," ucapnya.
Karena itu, ia meminta Pemprov DKI Jakarta mengambil langkah yang lebih nyata dalam memperbaiki sanitasi lingkungan sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit menular.
"Kami berharap Pemprov DKI mengambil langkah konkret, bukan sekadar seremonial. Meningkatnya kasus TBC menjadi indikator masih adanya persoalan kebersihan yang harus segera diselesaikan. Pembangunan septic tank harus terus dipercepat agar seluruh warga memiliki akses terhadap sanitasi yang layak," tuturnya.
Baca juga: Demo di Jakarta Hari Ini: Mahasiswa UI Geruduk Mabes Polri, BEM Uhamka Turun ke Jalan
Baca juga: Tabur Bunga HUT ke-80 Polri, Kapolres Pulau Seribu: Polisi Tak Bisa Bekerja Sendiri Jaga Kamtibmas
Baca juga: UPDATE Harga BBM 1 Juli 2026 di Jakarta: Pertamax Turbo, Pertamina Dex Turun, Ini Daftar Terbarunya