TRIBUNSTYLE.COM - Liburan sekolah menjadi momen yang tepat untuk menjelajahi destinasi alam yang berbeda dari biasanya. Jika ingin merasakan sensasi melihat padang sabana luas bak di Afrika tanpa harus keluar negeri, Taman Nasional Baluran di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, bisa menjadi pilihan yang wajib masuk daftar kunjungan.
Destinasi yang dijuluki sebagai "Afrika van Java" atau Afrika-nya Indonesia ini menawarkan bentang alam yang begitu memukau. Hamparan sabana yang luas berpadu dengan latar Gunung Baluran menciptakan panorama dramatis yang menjadi daya tarik utama bagi wisatawan dari berbagai daerah.
Baca juga: Liburan ke Malang Jawa Timur Bareng Anak? Ini 5 Wisata Edukasi dan Wahana Seru yang Wajib Dikunjungi
Salah satu kawasan paling ikonik di Baluran adalah Sabana Bekol. Padang rumput seluas sekitar 10.000 hektare ini merupakan sabana terluas di Pulau Jawa. Saat musim kemarau, rumput-rumput berubah menjadi kuning keemasan sehingga suasananya semakin menyerupai padang savana di Afrika.
Sebaliknya, ketika musim hujan tiba, kawasan ini akan diselimuti hamparan hijau yang menyegarkan mata. Tak hanya menyuguhkan lanskap yang indah, Sabana Bekol juga menjadi habitat berbagai satwa liar yang hidup bebas di alam.
Pengunjung berkesempatan melihat kawanan rusa, beruk, merak hijau, ayam hutan, hingga satwa langka seperti Banteng Jawa (Bos javanicus) yang menjadi ikon konservasi di kawasan ini. Jika beruntung, wisatawan juga dapat menjumpai kerbau liar yang sedang mencari makan di padang rumput.
Pengalaman menjelajahi Baluran tidak berhenti di sabana. Hanya sekitar tiga kilometer dari Sabana Bekol, wisatawan akan tiba di Pantai Bama, pantai berpasir putih dengan air laut yang jernih.
Pantai ini dikelilingi hutan mangrove yang masih alami dan menjadi tempat favorit untuk menikmati suasana tenang setelah berkeliling kawasan sabana.
Baca juga: Jelajahi Surabaya, Jawa Timur Tanpa Keluar Biaya, Ini 5 Tempat Wisata Gratis yang Layak Dikunjungi
Pantai Bama juga dikenal sebagai salah satu lokasi terbaik untuk menikmati matahari terbit. Cahaya keemasan yang muncul dari balik laut berpadu dengan suasana pantai yang masih sepi menciptakan pemandangan yang menenangkan. Di sekitar pantai, pengunjung juga kerap berpapasan dengan kawanan kera ekor panjang yang hidup bebas di habitatnya.
Keunikan Taman Nasional Baluran terletak pada keberagaman ekosistem yang dimilikinya. Dalam satu kawasan, wisatawan dapat menemukan sabana, hutan musim, hutan mangrove, hutan pantai, hingga garis pantai yang indah.
Kombinasi tersebut menjadikan Baluran sebagai salah satu kawasan konservasi paling lengkap di Indonesia sekaligus destinasi wisata alam yang menawarkan pengalaman berbeda.
Bagi pencinta fotografi, hampir setiap sudut Baluran menghadirkan latar yang memikat. Siluet pepohonan akasia di tengah sabana, satwa liar yang berkeliaran, hingga panorama Pantai Bama menjadi objek foto yang sayang untuk dilewatkan. Tak heran jika banyak wisatawan rela datang sejak pagi demi mendapatkan pencahayaan terbaik.
Taman Nasional Baluran berada di Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Lokasinya berada di jalur utama Situbondo–Banyuwangi sehingga mudah dijangkau, terutama bagi wisatawan yang sedang melakukan perjalanan darat menuju atau dari Pulau Bali.
Kawasan wisata ini buka setiap hari mulai pukul 07.30 hingga 16.00 WIB. Tiket masuk untuk wisatawan nusantara dibanderol Rp16.000 per orang pada hari kerja dan Rp18.500 per orang saat akhir pekan atau hari libur. Sementara itu, tarif parkir kendaraan dimulai dari Rp5.000 untuk sepeda motor dan Rp10.000 untuk mobil.
Fasilitas yang tersedia pun cukup lengkap, mulai dari area parkir, pusat informasi, toilet, musala, gazebo untuk beristirahat, menara pandang, jalur trekking, camping ground, hingga akses jalan yang kini semakin baik menuju Sabana Bekol maupun Pantai Bama.
Agar kunjungan semakin nyaman, wisatawan disarankan datang pada musim kemarau, sekitar Juli hingga Oktober, ketika sabana menampilkan warna keemasan khas yang menjadi ciri Baluran.
Gunakan pakaian yang nyaman, topi, serta tabir surya karena sebagian besar kawasan merupakan area terbuka dengan paparan sinar matahari yang cukup terik.
Fasilitas: Area parkir, pusat informasi, toilet, musala, gazebo, menara pandang, jalur trekking, camping ground, jalur menuju Sabana Bekol dan Pantai Bama, serta pos pengamatan satwa.
Selama berada di kawasan taman nasional, pengunjung juga diminta menjaga kelestarian alam dengan tidak memberi makan satwa liar, membuang sampah sembarangan, ataupun menyalakan api di area sabana yang rawan terbakar saat musim kemarau.
Dengan perpaduan sabana yang menyerupai Afrika, keberadaan satwa liar, hingga pantai cantik dalam satu kawasan, Taman Nasional Baluran menjadi destinasi yang menawarkan pengalaman liburan sekolah yang tidak hanya seru, tetapi juga penuh edukasi tentang kekayaan alam Indonesia.
(TribunTravel.com/TribunStyle.com/Farah Aulya)