Contoh Modul Ajar Deep Learning IPAS Kelas 4 SD Kurikulum Merdeka, Lengkap Lembar Kerja Siswa
Siti Umnah July 01, 2026 03:27 PM

SRIPOKU.COM - Memasuki tahun ajaran baru, penyiapan perangkat pembelajaran yang relevan menjadi fokus utama para pendidik.

Sejalan dengan arahan implementasi Kurikulum Merdeka, proses KBM kini kian matang dengan ditekankannya pendekatan Deep Learning (Pembelajaran Mendalam).

Melalui pendekatan Deep Learning, siswa tidak lagi sekadar menghafal materi di permukaan, melainkan diajak untuk berpikir kritis, mengalami langsung, dan mengaitkan konsep sains dengan kehidupan nyata sehari-hari.

Baca juga: Contoh Modul Ajar Deep Learning Bahasa Inggris Kelas 4 SD Bab 1 Semester 1 Tahun Ajaran 2026/2027

Pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) Kelas 4 SD (Fase B), salah satu materi esensial yang sangat cocok menggunakan metode ini adalah materi tentang Bagian Tubuh Tumbuhan dan Fungsinya.

Bagi Bapak dan Ibu guru yang ingin menyusun perangkat mengajar yang taktis, bermakna (meaningful), dan menyenangkan (joyful), berikut kami sajikan Contoh Modul Ajar IPAS Kelas 4 SD Berbasis Deep Learning yang lengkap dengan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD):

MODUL AJAR IPAS KELAS 4 SD (FASE B)

I. INFORMASI UMUM

  • Nama Penyusun: [Nama Guru]
  • Instansi: [Nama Sekolah]
  • Tahun Pelajaran: 2026/2027
  • Fase / Kelas: B / IV (Empat)
  • Mata Pelajaran: Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS)
  • Bab 1: Tumbuhan, Sumber Kehidupan di Bumi
  • Topik: Bagian Tubuh Tumbuhan dan Fungsinya 
  • Alokasi Waktu: 2 X 35 Menit (1 Pertemuan)
  • Profil Pelajar Pancasila: Bernalar Kritis (Mengidentifikasi fungsi organ), Bergotong Royong (Diskusi kelompok), dan Kreatif.
  • Sarana & Prasarana: Tumbuhan riil (lengkap dengan akar, batang, daun), pisau kecil/cutter (dipegang guru), air warna (sirup merah), gelas plastik transparan, laptop, dan LCD Proyektor.

II. KOMPONEN INTI

A. Capaian Pembelajaran (CP)

Peserta didik menganalisis hubungan antara bentuk serta fungsi bagian tubuh pada manusia dan tumbuhan.

B. Tujuan Pembelajaran (TP)

  • TP 1.1: Peserta didik mampu mengidentifikasi bagian-bagian tubuh tumbuhan (akar, batang, daun, bunga, buah) melalui pengamatan langsung dengan tepat.
  • TP 1.2: Peserta didik mampu menganalisis fungsi dari masing-masing bagian tubuh tumbuhan bagi kelangsungan hidup tumbuhan tersebut.

C. Pertanyaan Pemantik

  • "Mengapa tumbuhan tidak jatuh saat ditiup angin kencang?"
  • "Bagaimana cara air yang ada di dalam tanah bisa sampai ke daun yang tinggi di atas pohon?"

D. Skenario Kegiatan Pembelajaran (Deep Learning)

1. Kegiatan Pendahuluan (15 Menit)

Guru membuka pelajaran dengan salam, mengecek kehadiran, dan memimpin doa bersama.

  • Apersepsi Bermakna: Guru menunjukkan sebuah tanaman kecil yang layu karena dicabut akarnya dan tanaman yang segar di dalam pot.
  • Guru memantik rasa ingin tahu siswa: "Apa yang membedakan kedua tanaman ini? Mengapa tanpa akar, tanaman di tangan kanan Ibu bisa layu?"

2. Kegiatan Inti (45 Menit)

Langkah 1: Mengamati Langsung (Mindful Observation)

  • Guru membagi siswa ke dalam beberapa kelompok heterogen (4-5 siswa).
  • Setiap kelompok diberikan satu tanaman liar utuh (termasuk akar dan tanahnya) yang dibawa guru dari halaman sekolah.
  • Siswa diminta menyentuh, mengamati struktur akar, batang, dan serat daun secara detail menggunakan indra mereka.

Langkah 2: Eksperimen Konseptual (Deliberate Practice)

  • Untuk membuktikan fungsi batang sebagai penyalur air, guru mendemonstrasikan eksperimen yang sudah disiapkan sejak pagi: sebatang seledri/tanaman yang ditaruh di gelas berisi air berwarna merah.
  • Guru memotong batang tersebut secara melintang di depan kelas. Siswa mengamati bintik-bintik merah di dalam batang, membuktikan bahwa air bergerak naik ke atas melintasi batang (Xilem).

Langkah 3: Diskusi Kedalaman Hubungan (Meaningful Connection)

  • Siswa di dalam kelompok berdiskusi mengisi LKPD untuk menganalisis skenario masalah: "Apa yang terjadi pada bumi jika seluruh daun pohon mendadak hilang/gugur?" (Menghubungkan daun dengan fungsi fotosintesis penghasil oksigen).

3. Kegiatan Penutup (10 Menit)

  • Siswa bersama guru menyimpulkan fungsi vital tiap bagian tumbuhan (Akar menyerap air, batang menyalurkan, daun memasak makanan).
  • Guru memberikan refleksi akhir: "Tumbuhan merawat kita dengan memberi oksigen. Tugas kita adalah merawat mereka dengan menyiramnya."
  • Kelas ditutup dengan doa bersama.

III. INSTRUMEN EVALUASI: LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Bapak/Ibu guru dapat langsung menggandakan atau mencetak draf LKPD di bawah ini untuk digunakan oleh siswa:

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) IPAS

Kelompok : ............................................................

Nama Anggota : 1. ..................................... 2. .....................................

Kelas : IV (Empat)

Materi : Fungsi Tubuh Tumbuhan

Tugas 1: Jodohkan dengan Tepat!

Tariklah garis dari nama bagian tumbuhan di sebelah kiri ke arah kotak fungsi yang tepat di sebelah kanan!

1. Akar
2. Batang
3.  Daun

A. Tempat memasak makanan (Fotosintesis) dan menghasilkan Oksigen
B. Menyerap air dan zat hara dari dalam tanah agar tumbuhan kokoh.
C. Mengalirkan air, nutri dan makanan ke seluruh tubuh tumbuhan

Tugas 2: Berpikir Kritis (Studi Kasus)

Jawablah pertanyaan di bawah ini secara berdiskusi dengan teman kelompokmu!

Skenario:

Dika menanam tanaman tomat di dalam pot. Karena gemas, Dika memotong semua daun pada tanaman tomat tersebut hingga gundul, namun tetap menyiram akarnya setiap hari. Menurut analisis kelompokmu, apakah tanaman tomat Dika akan tetap hidup subur atau mati? Jelaskan alasan logismu!

Jawaban Kelompok:

....................................................................................................................................................................

....................................................................................................................................................................

Kesimpulan

Modul ajar IPAS Kelas 4 berbasis Deep Learning ini menggeser paradigma belajar dari sekadar hafalan tekstual menjadi sebuah pemahaman fungsional.

Eksperimen sederhana dan studi kasus pada LKPD memaksa siswa menggunakan nalar kritis mereka secara mendalam.

Perangkat ini bersifat adaptif dan dapat disesuaikan kembali oleh guru di sekolah masing-masing sesuai fasilitas yang tersedia.***

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.