Kisah 4 Remaja Mencari Jalan Keluar saat Tersesat di Bukit Maras, Sempat Berputar-putar Dalam Hutan
Rusaidah July 01, 2026 03:29 PM

 

BANGKAPOS COM, BANGKA -- Kisah empat remaja mencari jalan keluar saat tersesat di tengah lebatnya hutan Bukit Maras, Desa Berbura, Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung, Minggu (28/6/2026) siang.

Keempat remaja tersebut adalah, Puma (17), Nabil (16), Keanu (17) dan Aufa (16).

Berniat menghabiskan waktu libur sekolah dengan berwisata ke Air Terjun Meruyan, Desa Berbura, berubah menjadi pengalaman traumatis bagi empat remaja asal Sungailiat, Kabupaten Bangka.

Perjalanan yang awalnya direncanakan sebagai petualangan ceria berubah menjadi perjuangan bertahan hidup, setelah mereka kehilangan arah saat hendak turun dari lokasi air terjun.

Keempat remaja tersebut berangkat dari Sungailiat pada pukul 09.30 WIB. 

Sempat menikmati keindahan Air Terjun Meruyan.

Baca juga: Identitas 4 Remaja Hilang Tersesat saat Mendaki di Bukit Maras, 3 Lelah Ekstrem, Satu Patah Tulang

Suasana berubah mencekam saat mereka sadar tidak lagi menemukan jalur pendakian yang benar.

Kepanikan melanda saat hari mulai beranjak gelap, Rama orang tua salah satu remaja bernama Keanu, menuturkan rasa cemasnya saat sang anak tak kunjung pulang hingga malam hari. Upaya menghubungi ponsel anaknya sempat sia-sia.

"Sekitar pukul 18.00 WIB, pesan WhatsApp saya hanya ceklis satu. Sepuluh menit kemudian, Keanu membalas dan meminta tolong dijemput tim SAR karena mereka tersesat," ungkap Rama kepada Bangkapos.com, Senin (29/6/2026).

Bergegas Mencari Bantuan

Mendengar kabar tersebut, Rama segera bergegas mencari bantuan. 

Setelah melalui proses koordinasi yang cukup menegangkan, tim gabungan yang melibatkan relawan Laskar Sekaban dan tim pencari dari Belinyu segera melakukan operasi penyisiran ke dalam hutan Bukit Maras.

Pencarian yang dilakukan sepanjang malam akhirnya membuahkan hasil pada Senin dini hari. 

Tiga remaja yang dikabarkan hilang di Bukit Maras, Desa Berbura, Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka akhirnya ditemukan, Minggu (28/6/2026)
DITEMUKAN -- Tiga remaja yang dikabarkan hilang di Bukit Maras, Desa Berbura, Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka akhirnya ditemukan, Minggu (28/6/2026) (Dokumentasi Tim SAR Pangkalpinang)

Sekitar pukul 04.25 WIB, keempat remaja tersebut ditemukan dalam kondisi selamat namun kelelahan.

"Mereka sempat berputar-putar di dalam hutan hingga akhirnya memutuskan beristirahat dan tidur di sana. Saat tim melakukan pencarian, anak-anak ini mendengar suara peluit dan langsung membalasnya," tambahnya.

Baca juga: Sosok dan Nasib Suci Nitia Edward, Istri Kedua Bupati Kuansing yang Ikut Terseret OTT KPK

Proses evakuasi pun tak kalah menantang. Keanu, yang sempat terjatuh saat tersesat, mengalami cedera sehingga tidak bisa berjalan normal.

Mengingat medan Bukit Maras yang sangat terjal dan berat, tim penyelamat harus berjuang ekstra keras dengan menggendong korban secara bergantian hingga sampai ke titik penjemputan.

Setelah berhasil turun dengan selamat, keempat remaja tersebut langsung dilarikan ke RSUD Depati Bahrin, Sungailiat, untuk menjalani pemeriksaan medis intensif.

Hasil pemeriksaan memastikan kondisi keempat remaja tersebut aman. Rama pun mengambil hikmah dari kejadian ini, mengingat saat kejadian, mereka tidak sempat melapor ke pos penjagaan karena penjaga sedang tidak berada di tempat.

"Alhamdulillah semua aman. Mereka diminta untuk tetap menghormati kearifan lokal dan kedepannya wajib melalui jalur resmi serta melapor ke pos pendakian," terangnya.

Keempat remaja telah kembali ke pelukan keluarga masing-masing, setelah menjalani pengalaman yang tak akan pernah mereka lupakan seumur hidup.

3 Lelah Ekstrem, Satu Patah Tulang

Meski ditemukan dalam keadaan selamat, kondisi fisik keempat remaja tersebut cukup memprihatinkan. 

Tiga di antaranya mengalami kelelahan ekstrem, sementara satu remaja lainnya mengalami cedera serius pada kaki kanannya.

Proses evakuasi pun dilakukan secara bertahap, tiga remaja yang lemas segera dibawa menuju posko Air Terjun Maruyan.

Adapun satu korban dengan cedera kaki dievakuasi pada pukul 06.30 WIB dan langsung dilarikan ke Puskesmas Riau Silip untuk mendapatkan penanganan medis intensif.

Baca juga: Profil Suhardiman Amby, Jejak Karier dan Biodata Bupati Kuansing Menghilang Usai OTT KPK

Keberhasilan operasi ini tidak terlepas dari kolaborasi berbagai elemen, mulai dari Rescuer Kansar Pangkalpinang, Polsek Riausilip, BPBD Bangka, hingga organisasi kemasyarakatan seperti Laskar Sekaban dan pengelola Bukit Maras.

Dalam pencarian ini, tim juga memanfaatkan teknologi canggih berupa drone thermal dan koneksi satelit Starlink untuk menunjang komunikasi di area hutan yang sulit dijangkau.

Setelah seluruh korban berhasil dievakuasi dan tim melakukan evaluasi akhir, operasi SAR resmi dinyatakan ditutup pada pukul 09.46 WIB.

"Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak, yang telah berjibaku dalam operasi ini. Saat ini, seluruh unsur SAR telah kembali ke kesatuannya masing-masing," ucapnya. 

Tim SAR Berkomunikasi Lewat WA

Operasi pencarian empat remaja yang tersesat di kawasan Bukit Maras, Kabupaten Bangka, berlangsung dengan strategi khusus.

Tim SAR gabungan harus bergerak cepat setelah menerima laporan adanya pendaki yang mengalami disorientasi medan saat menuju Air Terjun Meruyan, Minggu (28/6/2026).

Di tengah kondisi malam hari, medan hutan yang cukup berat, serta keterbatasan komunikasi, tim pencarian langsung menyusun pola operasi agar seluruh area yang diperkirakan menjadi lokasi korban dapat disisir secara maksimal.

Kepala Subseksi Operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kasubsi Operasi Kansar) Pangkalpinang, Danu Wahyudi, mengungkapkan bahwa proses pencarian dimulai setelah pihaknya menerima laporan langsung dari korban.

Danu menjelaskan bahwa laporan awal diterima ketika para remaja tersebut menghubungi hotline Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang.

"Saat itu Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang menerima laporan langsung dari para korban. Mereka menghubungi hotline kami dan menyampaikan bahwa mengalami disorientasi medan atau tersesat saat melakukan pendakian menuju Air Terjun Meruyan di kawasan Bukit Maras," ujar Danu dalam wawancara eksklusif Dialog Ruang Tengah Bangkapos, Rabu (1/7/2026).

Sebelum operasi pencarian dilakukan, korban sempat mengirimkan titik koordinat lokasi keberadaan mereka kepada tim SAR.

Informasi tersebut menjadi petunjuk awal bagi petugas untuk memperkirakan posisi korban dan menentukan jalur pencarian.

"Korban sempat mengirimkan titik koordinat lokasi mereka. Pada awalnya mereka belum meminta bantuan evakuasi, sehingga kami memberikan arahan melalui WhatsApp agar berusaha kembali menemukan jalur utama pendakian," jelasnya.

Baca juga: Spanyol Vs Austria, Prediksi Skor, Line-Up, H2H dan Duel Umpan Pendek La Roja di Piala Dunia 2026

Namun, situasi berubah ketika komunikasi dengan korban tiba-tiba terputus.

Kondisi tersebut membuat tim SAR mengambil langkah lanjutan dengan mengaktifkan operasi pencarian.

"Setelah komunikasi dengan korban terputus, kami memutuskan untuk melaksanakan operasi pencarian," ujar Danu.

Tiga Regu Percepat Pencarian

Dalam operasi SAR di kawasan hutan dan pegunungan, pembagian personel menjadi beberapa regu merupakan bagian dari strategi pencarian.

Menurut Danu, pembagian tim dilakukan berdasarkan informasi awal yang diperoleh dari korban.

ORANG HILANG -- Timgab saat briefing untuk melaksanakan proses pencarian, keempat remaja yang dikabarkan hilang di Bukit Maras, Desa Berbura, Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka, Minggu (28/6/2026)
ORANG HILANG -- Timgab saat briefing untuk melaksanakan proses pencarian, keempat remaja yang dikabarkan hilang di Bukit Maras, Desa Berbura, Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka, Minggu (28/6/2026) (Dokumentasi Tim SAR Pangkalpinang)

Salah satunya adalah keterangan bahwa korban sempat mengikuti aliran sungai sebelum akhirnya kehilangan arah.

"Dalam operasi SAR di kawasan gunung maupun hutan, pembagian regu merupakan prosedur standar," katanya.

"Berdasarkan informasi titik awal korban serta keterangan bahwa mereka mengikuti aliran sungai, personel kemudian dibagi menjadi tiga regu," lanjut Danu.

Regu pertama bergerak dari Pos Meruyan bersama unsur SAR gabungan.

Sementara dua regu lainnya melakukan penyisiran dari jalur berbeda di kawasan Bukit Maras sesuai dengan rencana operasi yang telah disusun.

"Tim pertama bergerak dari Pos Meruyan bersama unsur SAR gabungan, sedangkan dua tim lainnya melakukan penyisiran melalui jalur Bukit Maras sesuai rencana operasi," jelasnya.

Pembagian tersebut dilakukan agar area pencarian tidak hanya terfokus pada satu titik, tetapi mencakup sejumlah kemungkinan jalur yang mungkin dilewati korban.

Medan Hutan Tantangan Pencarian

Danu mengatakan, pencarian di Bukit Maras memiliki tantangan tersendiri.

Bukit Maras memiliki karakter medan yang cukup terjal dengan vegetasi hutan yang rapat.

"Bukit Maras memiliki ketinggian sekitar 700 meter di atas permukaan laut dengan karakteristik medan yang cukup terjal," ungkapnya.

Baca juga: Portugal Vs Kroasia, Prediksi Skor, H2H, Line-Up, Duel Mimpi Ronaldo Angkat Trofi Piala Dunia 2026

Menurutnya, kondisi tersebut membuat tim harus bekerja secara bertahap dan terkoordinasi.

"Tantangan terbesar dalam operasi pencarian ini adalah vegetasi hutan yang sangat rapat serta kontur medan yang curam," kata Danu.

Karena kondisi medan, pencarian dilakukan secara estafet agar personel tetap dapat menjaga kondisi fisik selama operasi berlangsung.

"Karena itu pencarian dilakukan secara estafet sesuai rencana operasi agar seluruh area dapat disisir secara maksimal," ujarnya.

Koordinasi Kunci Keberhasilan

Selain strategi pembagian regu, keberhasilan operasi juga tidak lepas dari koordinasi antara seluruh unsur yang terlibat.

Tim SAR Pangkalpinang mendapatkan dukungan dari BKSDA sebagai pengelola kawasan, relawan, serta masyarakat sekitar.

Danu menyebut informasi dari warga lokal turut membantu petugas memahami karakter medan Bukit Maras.

"Kami mendapat dukungan dari BKSDA, para relawan, serta masyarakat setempat," jelasnya.

"Karena pencarian dilakukan di kawasan hutan dan pegunungan, pengetahuan masyarakat lokal mengenai medan sangat membantu dalam menentukan jalur pencarian yang paling efektif," tambah Danu.

Setelah dilakukan pencarian sepanjang malam, tim akhirnya berhasil menemukan keempat remaja tersebut sekitar pukul 04.55 WIB menjelang subuh.

Korban ditemukan sekitar 800 meter dari Air Terjun Meruyan dalam kondisi selamat meskipun mengalami kelelahan dan salah satu korban mengalami cedera pada kaki kanan.

(Bangkapos.com/Adi Saputra/Vigestha Repit)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.