TRIBUNPAPUABARAT.COM, BINTUNI - Jumlah calon siswa (casis) yang mendaftar di SMA Negeri 2 Teluk Bintuni lebih dari 200 orang di awal penerimaan peserta didik baru (PPDB) Tahun Ajaran 2026/2027.
Informasi yang dihimpun Tribunpapuabarat.com, angka ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap sekolah yang baru memasuki tahun ketiga penerimaan siswa.
Kepala SMA Negeri 2 Teluk Bintuni, Alex Hendrik Hattu, mengatakan PPDB berlangsung sesuai jadwal Dinas Pendidikan Papua Barat, yakni 1–6 Juli 2026.
“Jalur penerimaan terdiri dari zonasi, afirmasi, prestasi, dan mutasi. Kuota jalur zonasi sebesar 50 persen, sisanya dibagi sesuai ketentuan,” ujarnya, Rabu (1/7/2026).
Sekolah menargetkan pembukaan minimal empat rombongan belajar (rombel) dan maksimal enam rombel. Dengan kapasitas 36 siswa per kelas, SMA Negeri 2 dapat menampung hingga 216 peserta didik baru.
“Animo masyarakat sangat tinggi, sehingga kami berharap seluruh kuota terpenuhi,” kata Alex.
Baca juga: SMAN 2 Manokwari Bersiap PPDB, Kepsek: Ada Ketimpangan Antara Jumlah Penduduk dan Jumlah Sekolah
Meski demikian, sekolah masih menghadapi keterbatasan sarana, terutama ruang kelas. Saat ini hanya tersedia enam ruang belajar, sementara kebutuhan ideal mencapai 12 ruang.
“Jika tambahan ruang belum tersedia, kemungkinan proses belajar akan dibagi dua sif, pagi dan siang,” jelasnya.
Pembangunan kantor sekolah juga belum rampung, sehingga pihaknya berharap dukungan Pemerintah Provinsi Papua Barat.
SMA Negeri 2 Teluk Bintuni kini memiliki 21 guru, sebagian besar berstatus ASN. Namun tambahan tenaga pendidik masih diperlukan.
"Mulai tahun ajaran ini, kegiatan belajar tidak lagi menggunakan gedung pinjaman, melainkan dipusatkan di kompleks sekolah sendiri," tutur Alex.
Ia menambahkan bahwa, untuk kebutuhan meja dan kursi, dana BOS dan BOP telah dialokasikan, meski pencairan tahap berikutnya masih menunggu proses.
Baca juga: Revitalisasi Pendidikan dan Potensi Migas Jadi Sorotan HUT ke-23 Teluk Bintuni
Sementara itu, Ketua Komite SMA Negeri 2 Teluk Bintuni, Simon Dowansiba, menuturkan tingginya minat masyarakat menunjukkan kebutuhan SMA di wilayah Bintuni Timur terus meningkat.
“Kami bersyukur masyarakat memberikan kepercayaan kepada SMA Negeri 2. Namun ruang belajar masih menjadi tantangan,” ujarnya.
Simon mengapresiasi dukungan berbagai pihak, termasuk pembangunan lahan, jalan, serta fasilitas olahraga dari aspirasi anggota DPRK.
Sebagai legislator yang membidangi pendidikan, ia berkomitmen memperjuangkan penambahan anggaran pembangunan sekolah.
“Kami akan terus mengawal agar kebutuhan mendesak seperti ruang kelas, kantor, meja, dan kursi dapat diprioritaskan,” tegasnya.
Ia juga mengajak pemerintah, guru, orang tua, dan masyarakat mendukung pengembangan SMA Negeri 2 Teluk Bintuni agar mampu memberikan layanan pendidikan lebih baik bagi generasi muda di Kabupaten Teluk Bintuni.