Heboh Info Bagi-bagi Ayam dan Puyuh Gratis di Selopuro Blitar, Sempat Dikira Prank
Rendy Nicko July 01, 2026 03:50 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, BLITAR - Puluhan warga Desa Jambewangi, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar, mengantre mendapatkan burung puyuh gratis dari seorang peternak, Rabu (1/7/2026). 

Tiap warga masing-masing mendapatkan lima ekor burung puyuh secara gratis. Jumlah burung puyuh yang dibagikan gratis kepada warga sekitar 2.400 ekor.

Salah satu warga, Lia mengatakan, awalnya mendapat informasi dari media sosial soal ada pembagian ayam dan burung puyuh gratis di desanya.

Tapi, setelah ditunggu, unggas yang dibagikan gratis kepada warga hanya burung puyuh. 

Baca juga: Pembangunan JLS Dapat Suntikan Rp 19 Miliar, Bupati Trenggalek : Target Awal Bebaskan Lahan

"Info awal yang dibagikan ayam dan puyuh. Ini tadi yang dibagikan hanya puyuh, ayamnya tidak ada. Saya dapat lima ekor burung puyuh," kata warga Desa Jambewangi itu. 

Lia mengaku, sudah sempat datang ke lokasi pembagian ayam dan puyuh gratis pada pagi hari.

Tetapi, ayam dan puyuh yang akan dibagikan ke warga belum datang di lokasi. 

Burung puyuh baru datang di lokasi sekitar pukul 11.15 WIB. 

"Tadi pagi sudah banyak warga yang datang ke lokasi. Tapi, barang yang dibagikan belum ada. Saya sempat pulang dulu dan baru balik lagi ke sini setelah mendapat kabar puyuhnya datang," ujarnya.

Sempat Dikira Prank

Warga sempat mengira informasi pembagian burung puyuh gratis di Desa Jambewangi, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar, hanya prank atau iseng. 

Berdasarkan informasi pada flyer yang beredar di media sosial menyebutkan ada aksi sosial bagi-bagi ayam horn, ayam broiler, dan ribuan burung puyuh gratis yang dilakukan oleh komunitas peternak unggas untuk masyarakat. 

Di flyer disebutkan pembagian ayam dan puyuh gratis dilakukan di CV Bintang Unggas, Dusun Krajan, Desa Jambewangi, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar, Rabu (1/7/2026) pukul 09.00 WIB. 

Aksi bagi ayam dan puyuh gratis itu sebagai bentuk protes terhadap kondisi pakan naik dan harga telur masih banyak kerugian. 

Solusinya para peternak melakukan pengurangan populasi/afkir ayam dan puyuh secara merata.

Sejak pagi, ratusan warga mulai berdatangan ke lokasi seperti yang disampaikan dalam flayer yang beredar di media sosial. 

Tetapi, sesampai di lokasi, warga tidak mendapati aksi pembagian ayam dan puyuh. 

Di lokasi, hanya ada enam boks berisi sekitar 150 ekor burung puyuh. 

Sejumlah warga menunggu hingga pukul 10.30 WIB, tapi pembagian ayam dan burung puyuh gratis tetap belum mulai.

Anggota Polsek Selopuro Polres Blitar juga datang untuk memantau di lokasi. 

Karena warga yang datang semakin banyak, polisi kemudian meminta warga untuk pulang. Satu per satu warga akhirnya pulang ke rumah masing-masing. 

"Saya tadi tahu info bagi-bagi ayam dan burung puyuh dari media sosial. Saya datang ke sini untuk memastikan info itu," kata Reviandra, warga Desa Jambewangi. 

Sesampai di lokasi, Reviandra tidak mendapati ada pembagian ayam dan puyuh gratis di lokasi. Padahal, warga sudah ramai berdatangan di lokasi. 

"Sejak pukul 07.00 WIB, warga sudah banyak yang datang. Ada ratusan warga yang datang ke sini. Tapi tidak ada pembagian ayam dan puyuh gratis. Awalnya warga mengira kena prank," ujarnya. 

Warga lainnya, Hartini mengaku tahu informasi ada pembagian ayam dan puyuh gratis dari tetangga. 

Baca juga: Pemkab Kediri dan DPRD Sepakati Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Mas Dhito Optimis Jadi Perda

Ia bersama tetangga juga ikut datang ke lokasi untuk mendapatkan ayam dan puyuh gratis. 

Tetapi, sampai di lokasi, Hartini, juga tidak mendapati ada pembagian ayam dan puyuh gratis. 

"Saya tahu info ini dari tetangga. Saya ikut ke sini untuk mendapat ayam dan puyuh gratis. Tapi di sini tidak ada pembagian ayam dan puyuh gratis. Ya, mungkin belum rezeki," kata warga Desa Tegalrejo, Kecamatan Selopuro, ini. 

Pembuat Informasi Tidak Ada di Lokasi

Pembuat informasi soal pembagian ayam dan puyuh gratis diduga, Arif Fuadi, warga Desa Jambewangi, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar.

Tetapi, saat warga berkumpul di lokasi, Arif tidak ada di rumah orang tuanya. Informasinya, Arif justru berada di rumah istrinya di Demak, Jawa Tengah. 

Teman Arif, Lukman mengatakan, sempat dihubungi Arif untuk ikut membantu membagikan puyuh gratis di depan rumah orang tua Arif di Desa Jambewangi. 

Lukman juga sudah datang ke rumah orang tua Arif di Desa Jembewangi sejak pukul 07.30 WIB. 

"Kemarin saya dihubungi Arif, diminta ikut membantu membagikan burung puyuh gratis ke warga. Infonya hanya pembagian burung puyuh saja," katanya. 

Dikatakannya, informasi yang diterima dari Arif, ada sekitar 2.000 ekor burung puyuh yang dibagikan gratis kepada warga. 

Burung puyuh itu didatangkan dari peternak yang merupakan teman Arif dari Pasuruan yang bangkrut. 

"Tapi, sampai pukul 10.30 WIB burung puyuhnya belum datang. Rencananya, pembagian mulai pukul 09.00 WIB," ujarnya. 

Lukman sempat menghubungi Arif lewat ponsel ketika banyak warga yang sudah datang di lokasi. 

Ketika dihubungi, Arif mengaku burung puyuh masih dalam perjalanan dari Pasuruan ke Blitar.

"Katanya sudah sampai Kesamben, tapi sampai sekarang belum datang. Arif bilang pembagiannya diundur habis dzuhur," katanya.

Ia tidak mempermasalahkan warga mengadakan kegiatan sosial seperti bagi-bagi burung puyuh gratis ini. 

"Saya tadi dilapori masyarakat soal kegiatan ini. Saya datang ke sini, karena ini warga saya, saya amankan supaya kegiatan tertib dan benar. Cerita awalnya seperti apa saya tidak tahu," ujarnya. 

Teguh lebih menyayangkan lagi karena warga yang punya hajat dalam kegiatan ini justru tidak ada. 

Menurutnya, warga yang punya kegiatan itu sedang berada di Jawa Tengah. 

"Yang punya hajat orangnya malah tidak ada di sini, sedang di Jawa Tengah. Saya juga tidak bisa bicara dengan penyelenggara. Saya harap hal seperti ini tidak terjadi lagi ke depan," katanya.

(Samsul Hadi/TribunMataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.