Harganas ke-33, Kepala BKKBN Gorontalo Tenny Soriton Ajak Orangtua Perkuat Pengasuhan Anak
Wawan Akuba July 01, 2026 03:50 PM

 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Peran ayah dalam keluarga menjadi pesan utama pada peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 yang digelar di halaman Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Gorontalo, Senin (29/6/2026) pagi.

Melalui tema "Ayah Wajib Hadir", BKKBN mengajak para ayah tidak hanya menjadi pencari nafkah, tetapi juga terlibat aktif dalam pengasuhan anak serta mendampingi istri membangun keluarga yang berkualitas.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Gorontalo, Tenny Calvenny Soriton, mengatakan kehadiran ayah menjadi salah satu faktor penting dalam membentuk keluarga yang harmonis sekaligus melahirkan generasi yang sehat dan berkualitas.

Baca juga: Rekrutmen BPKH 2026 Dibuka, Ada 9 Formasi untuk Lulusan S1, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

"Karena itu ayah hadir, ayah wajib hadir. Di Harganas ke-33 ini kita merayakannya sesuai kearifan lokal. Meski sederhana, tidak mengurangi rasa bahagia kita dalam memperingati program nasional ini," kata Tenny usai upacara.

Menurutnya, peringatan Harganas di Gorontalo dikemas dengan nuansa budaya melalui penggunaan pakaian adat Nusantara oleh seluruh peserta upacara.

Hal itu juga menjadi simbol keberagaman sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun keluarga Indonesia.

"Kita rayakan dengan identitas budaya melalui pakaian adat masing-masing. Ini menjadi bagian dari semangat Hari Keluarga Nasional," ujarnya.

Tenny mengatakan Harganas bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk mengingatkan pentingnya kasih sayang dalam keluarga.

Ia mengingatkan para ayah agar semakin aktif mendampingi anak-anak maupun istri dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga: Lowongan Kerja Badan Pengelola Keuangan Haji 2026: Cek Syarat hingga Cara Daftarnya di Sini

"Dengan tema Ayah Wajib Hadir, para ayah benar-benar terlibat mendampingi keluarga. Modal utama bangsa adalah keluarga yang baik dan berkualitas," jelasnya.

Pada peringatan Harganas tahun ini, BKKBN Gorontalo juga melaksanakan berbagai kegiatan yang melibatkan sejumlah mitra.

Kegiatan tersebut antara lain bekerja sama dengan Bank Indonesia, BSI, BRI, PMI, Dinas Kesehatan, serta berbagai instansi lainnya.

Rangkaian kegiatan meliputi pemeriksaan IVA gratis, donor darah, hingga penyaluran bantuan makanan bergizi bagi keluarga yang berisiko stunting.

"Kegiatan ini sudah berjalan dan akan berlangsung hingga Juli sebagai rangkaian Hari Keluarga Nasional," bebernya.

Selain memperingati Harganas, Tenny menjelaskan pihaknya tetap melanjutkan program prioritas Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga pada 2026.

Salah satu fokus utama ialah percepatan penanganan stunting melalui pendampingan terhadap keluarga yang berisiko.

Ia menyebutkan upaya tersebut dilakukan tidak hanya dengan pemberian makanan tambahan, tetapi juga memperbaiki faktor lingkungan dan penyebab lain yang memicu stunting.

"Kita tetap bekerja sama dengan berbagai mitra untuk mendampingi keluarga berisiko stunting. Penanganannya dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pemberian makanan tambahan hingga memperbaiki faktor-faktor penyebab stunting," jelasnya.

Ia berharap seluruh keluarga di Gorontalo menerapkan pola hidup sehat sehingga mampu melahirkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

"Kami berharap setiap keluarga bisa mempertahankan pola hidup yang baik dan sehat agar mampu melahirkan keluarga yang berkualitas untuk menyongsong Indonesia Emas 2045," tuturnya.

Sementara itu, upacara Harganas ke-33 di Gorontalo dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Sofian Ibrahim, yang bertindak sebagai inspektur upacara.

Dalam sambutan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga yang dibacakannya, ditegaskan bahwa Hari Keluarga Nasional bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum refleksi bagi seluruh keluarga Indonesia.

Pemerintah menilai keluarga merupakan fondasi utama pembangunan sumber daya manusia di tengah perubahan zaman yang berlangsung sangat cepat.

"Hari ini bukan sekadar tanggal untuk seremonial, melainkan sebuah refleksi nasional. Sudahkah keluarga kita menjadi tempat berlindung yang aman, tangguh, dan mampu melahirkan generasi pemenang," ujar Sofian membacakan sambutan menteri.

Dalam sambutan tersebut juga ditegaskan pentingnya memperkuat tiga pilar pembangunan keluarga, yakni kesehatan, pendidikan karakter, dan ketahanan mental.

Pemerintah mengingatkan bahwa penanganan stunting harus menjadi gerakan bersama karena kualitas sumber daya manusia dimulai sejak 1.000 hari pertama kehidupan anak.

"Perbaikan kualitas sumber daya manusia dimulai dari keluarga. Penanganan stunting, pendidikan karakter, hingga ketahanan mental harus menjadi perhatian bersama," ungkapnya.

Selain itu, rumah harus menjadi tempat pertama menanamkan nilai kejujuran, disiplin, integritas, dan tanggung jawab kepada anak.

Menteri juga memberikan pesan khusus kepada para ayah agar tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga membangun kedekatan emosional dengan anak-anaknya.

Menurutnya, keterlibatan ayah dalam pengasuhan menjadi salah satu kunci membentuk karakter anak yang tangguh menghadapi tantangan masa depan.

Peringatan Hari Keluarga Nasional ke-33 dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia pada 29 Juni 2026.

Pantauan Tribun Gorontalo, upacara dipusatkan di halaman Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Gorontalo.

Kegiatan dimulai pukul 07.30 Wita dengan seluruh peserta mengenakan pakaian adat Nusantara sebagai simbol persatuan dalam keberagaman.

Para peserta berada di sisi selatan lapangan, inspektur upacara di sisi utara, sedangkan para pejabat BKKBN, pimpinan OPD, dan sejumlah tamu undangan berada di sisi timur.

Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama para mitra BKKBN serta pemberian penghargaan kepada sejumlah pihak.

Sebagai penutup, para pejabat melepaskan balon sebagai simbol perayaan Harganas ke-33.

Rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan lancar. Seluruh peserta mengikuti jalannya upacara dengan khidmat. (*/Jefri)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.