Demo di DPRD Muaro Jambi, Pengrajin Batu Bata Desak Kepastian Legalitas Tanah
Heri Prihartono July 01, 2026 04:48 PM

TRIBUNJAMBI.COM,  SENGETI  - Ratusan masyarakat yang tergabung dalam Perkumpulan Masyarakat Pengrajin Batu Bata Sungai Gelam (PMPBBSG) mendatangi kantor DPRD Kabupaten Muaro Jambi, hari ini, Rabu (1/7).

Kedatangan ratusan massa tersebut dipicu oleh ketidakpastian hukum terkait legalitas asal bahan baku tanah yang digunakan oleh para pengrajin batu bata di wilayah Kecamatan Sungai Gelam.

​Perwakilan PMPBBSG menegaskan bahwa aksi ini murni merupakan bentuk penyampaian aspirasi dari masyarakat kecil yang menggantungkan hidup dari industri pembuatan batu bata. 

Sedikitnya, ada enam tuntutan utama yang diusung oleh para pengrajin, di antaranya mereka meminta Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi bersama DPRD Kabupaten Muaro Jambi dan instansi terkait memberikan kepastian hukum terhadap legalitas asal bahan baku tanah yang digunakan oleh masyarakat pengrajin batu bata di wilayah Sungai Gelam.

Kemudian meminta DPRD Kabupaten Muaro Jambi memfasilitasi rapat bersama seluruh stakeholders, meliputi pemerintah daerah, aparat penegak hukum, instansi teknis, pelaku usaha, serta perwakilan masyarakat guna mencari solusi yang adil dan berkelanjutan.

Meminta pemerintah dan seluruh instansi terkait segera menyusun win-win solution agar ribuan masyarakat yang menggantungkan hidup sebagai pengrajin batu bata tetap memperoleh akses terhadap bahan baku secara sah, aman, dan berkelanjutan.

Mereka juga meminta pemerintah daerah memfasilitasi proses perizinan atau kebijakan yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan sehingga kegiatan penyediaan bahan baku bagi pengrajin batu bata dapat berjalan secara legal.

"Kami juga meminta adanya kesepakatan bersama antara pemerintah daerah, DPRD, aparat penegak hukum, instansi teknis, serta pelaku usaha agar keberlangsungan usaha pengrajin batu bata tetap terjamin tanpa mengabaikan ketentuan hukum dan perlindungan lingkungan," kata perwakilan masyarakat. 

Tak hanya itu, pendemo juga meminta seluruh pemangku kepentingan segera mengambil langkah nyata agar masyarakat kecil yang bekerja sebagai pengrajin batu bata tidak kehilangan mata pencaharian, mengingat ribuan kepala keluarga menggantungkan kebutuhan hidup sehari-hari dari pekerjaan tersebut.

 

Aksi ini berjalan damai dan tertib. Meski demikian,  pengawalan dari TNI Polri tetap dilakukan. Puluhan personel berada dilokasi. 

Setelah beberapa menit menyampaikan aspirasinya,  perwakilan pendemo langsung diterima oleh Ketua DPRD dan beberapa anggota DPRD Kabupaten Muaro Jambi. Selanjutnya pendemo dibawa keruangan untuk melakukan diskusi lanjutan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.