TRIBUNJAMBI.COM – Bupati Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), Anwar Sadat, menegaskan pentingnya menjaga kerahasiaan dokumen dan informasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanjabbar setelah sejumlah informasi internal disebut kerap bocor ke publik.
Pernyataan tersebut disampaikan Anwar Sadat saat pelantikan pejabat eselon II, eselon III, dan pejabat fungsional beberapa waktu lalu.
Menurutnya, ada beberapa dokumen dan surat yang seharusnya bersifat internal, namun justru beredar di masyarakat bahkan muncul di media.
"Bocor keluar. Surat-surat bupati tiba-tiba pagi muncul di media dan sebagainya," kata Anwar Sadat.
Baca juga: Siapa Hakim Andi Saputra? Satu-satunya Minta Nadiem Makarim Dibebaskan: Tak Ada Niat Jahat
Baca juga: Kesaksian Tiga Kepsek di MK: Program MBG Tak Berdampak pada Gaji Guru maupun Pembelajaran
Ingatkan OPD Jaga Rahasia Jabatan
Bupati mengingatkan seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) agar lebih berhati-hati dalam mengelola dokumen dan informasi yang berkaitan dengan tugas pemerintahan.
Ia menegaskan bahwa informasi tertentu merupakan rahasia jabatan yang harus dijaga dengan baik.
"Itu rahasia jabatan, ya. Jadi rahasia jabatan itu dijaga, dirawat rapi-rapi," tegasnya.
Anwar Sadat tidak merinci dokumen atau informasi apa saja yang dimaksud, namun ia menekankan agar tidak ada lagi kebocoran yang dapat menimbulkan polemik di tengah masyarakat.
Jangan Sampai Timbulkan Polemik
Menurut Anwar Sadat, kebocoran informasi internal berpotensi memunculkan kesalahpahaman maupun kegaduhan publik apabila informasi tersebut belum waktunya disampaikan secara resmi.
"Jangan sampai ada sesuatu yang keluar sehingga menimbulkan polemik di tengah masyarakat," ujarnya.
Ia juga meminta para pejabat daerah lebih bijak dalam menyampaikan informasi kepada pihak luar.
Minta Pejabat Hindari Blunder
Dalam arahannya, Bupati Tanjabbar menekankan agar pejabat tidak berbicara di luar kewenangan atau tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing.
Menurutnya, pernyataan yang tidak tepat dapat menimbulkan blunder dan berdampak pada pemerintahan daerah.
"Berkatalah seadanya, ya. Jangan terlalu banyak menyampaikan hal-hal yang dianggap di luar tupoksi kita, sehingga menimbulkan blunder bagi para pejabat kita semua," pungkas Anwar Sadat.
Pernyataan tersebut menjadi pengingat bagi seluruh jajaran OPD di lingkungan Pemkab Tanjabbar agar meningkatkan pengelolaan dokumen, menjaga etika komunikasi publik, serta memastikan setiap informasi yang disampaikan telah melalui mekanisme resmi pemerintah daerah.