Jordan Pickford Siap Hadapi Adu Penalti di Piala Dunia 2026, Punya Rekam Jejak Mentereng
Dwi Setiawan July 01, 2026 05:12 PM

TRIBUNNEWS.COM - Kiper Timnas Inggris, Jordan Pickford, memastikan The Three Lions telah siap jika laga melawan RD Kongo harus ditentukan melalui drama adu penalti.

Inggris akan menghadapi RD Kongo pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Amerika Serikat, Rabu (1/7/2026) pukul 23.00 WIB.

Kemungkinan pertandingan berlangsung hingga babak adu penalti alias babak tos-tosan bukan hal yang mustahil.

Sejauh babak gugur Piala Dunia 2026 berlangsung, sudah ada dua pertandingan yang harus ditentukan lewat adu penalti, yakni kemenangan Maroko atas Belanda dan Paraguay yang menyingkirkan Jerman.

Menghadapi kemungkinan tersebut, Pickford menegaskan seluruh pemain Inggris telah melakukan persiapan secara matang.

Wanita asal Magetan mengenakan stiker Inggris di wajah sebagai bentuk dukungan dalam Piala Dunia 2026, di Kota Solo, Jawa Tengah, Selasa (16/6/2026).
Wanita asal Magetan mengenakan stiker Inggris di wajah sebagai bentuk dukungan dalam Piala Dunia 2026, di Kota Solo, Jawa Tengah, Selasa (16/6/2026). (Tribunnews.com/(Tribun-Video.com/Akmal Khoirul Habib))

"Anda harus siap untuk segalanya," kata Pickford, dikutip dari ESPN.

"Apa pun bisa terjadi. Bagi kami sebagai Inggris, tentu kami ingin menang dalam 90 menit. Tetapi jika harus 120 menit atau adu penalti, kami siap. Kami telah menjalani semua latihan dan siap menghadapi pertandingan," tegasnya.

Inggris sendiri memang berada di sisi bagan yang cukup berat yang membuat mereka berpotensi berjumpa lawan-lawan yang cukup berat seperti Brasil, Norwegia, hingga Argentina dalam fase gugur Piala Dunia 2026 ini.

"Negara Eropa yang paling sial menurut saya Inggris. Kenapa Inggris?," tanya Hamid Anwar dalam podcast Super Taktik Tribunnews yang bertajuk "Babak Baru Piala Dunia 2026: Eropa Saling Jegal, Argentina Mulus?" di Kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah pada Minggu (28/6/2026) malam.

"Di bagan itu, seandainya pun mereka lolos, mereka akan bertemu Brasil. Setelah ketemu Brasil mereka akan bertemu Argentina," tambah Hamid. 

Baca juga: Inggris vs RD Kongo: The Three Lions Diminta Waspada, Skenario Adu Penalti Sudah Disiapkan

Punya Sejarah Adu Penalti Bersama Inggris

Diketahui, Jordan Pickford sendiri bukan sosok asing dalam drama adu penalti di level internasional.

Kiper Everton itu menjadi bagian penting dalam beberapa momen bersejarah Inggris di turnamen besar.

Secara keseluruhan, Inggris telah menjalani 11 adu penalti di turnamen mayor, yakni Piala Dunia, Piala Eropa, dan UEFA Nations League.

Dari jumlah tersebut, The Three Lions berhasil memenangi empat adu penalti.

Perubahan mentalitas Inggris dalam menghadapi adu penalti mulai terlihat sejak era pelatih Gareth Southgate.

Salah satu pencapaian paling berkesan adalah kemenangan atas Kolombia melalui adu penalti pada babak 16 besar Piala Dunia 2018.

Pickford menjadi pahlawan dengan menggagalkan tendangan lawan dan membawa Inggris memutus kutukan adu penalti yang telah lama menghantui mereka.

Setelah itu, Pickford kembali tampil dalam final UEFA Euro 2020 saat Inggris kalah dari Italia lewat adu penalti.

Ia juga membantu Inggris menyingkirkan Swiss melalui adu penalti pada perempat final UEFA Euro 2024.

Pengalaman-pengalaman tersebut menjadi modal berharga bagi Pickford menghadapi kemungkinan skenario serupa di Piala Dunia 2026.

Inggris Sudah Siapkan Urutan Penendang

JERSEY TIMNAS INGGRIS - Jersey Timnas Inggris di Piala Dunia 2026 yang dipajang di Solo Soccer, Manahan, Surakarta, Jawa Tengah, pada Minggu, 31 Mei 2026. (TribunVideo/Akmal KhoirulHabib)

Pelatih Inggris, Thomas Tuchel, mengungkapkan bahwa timnya telah memiliki prosedur yang jelas apabila pertandingan harus berakhir dengan adu penalti.

Menurut Tuchel, Inggris mengikuti program khusus yang telah lama disusun oleh Federasi Sepak Bola Inggris (FA) mengenai persiapan adu penalti.

"Saya rasa sangat sulit mensimulasikan tekanan. FA memiliki program yang telah berjalan selama bertahun-tahun dan kami mengikutinya secara detail," ujar Tuchel.

Ia menegaskan bahwa Inggris juga sudah menentukan urutan para algojo penalti sebelum pertandingan dimulai.

"Kami tidak bertanya kepada para pemain di lapangan siapa yang ingin mengambil penalti."

"Kami sudah tahu siapa yang akan mengambilnya dan memiliki urutan yang telah ditentukan. Memang akan ada sedikit penyesuaian tergantung siapa yang masih berada di lapangan saat pertandingan selesai, tetapi kami sudah memiliki rencana yang jelas," jelasnya.

Dengan persiapan matang serta pengalaman Pickford di bawah mistar gawang, Inggris berharap mampu menghindari kegagalan apabila laga kontra RD Kongo benar-benar harus ditentukan melalui babak adu penalti.

Jika mampu mengalahkan RD Kongo, Inggris sudah ditunggu Meksiko di babak 16 besar Piala Dunia 2026.

(Tribunnews.com/Hafidh Rizky Pratama)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.