TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU- Sejumlah wilayah dataran rendah di Kabupaten Malinau Kalimantan Utara mulai dibayangi risiko banjir seiring meningkatnya debit air di bantaran Sungai Sesayap di awal Juli 2026.
Pantauan TribunKaltara.com, kenaikan permukaan debit air mulai terlihat di beberapa titik yang berdekatan langsung dengan aliran sungai utama.
Wilayah yang mulai terdampak meskipun masih cukup rendah hingga siang ini di antaranya Kecamatan Malinau Utara, khususnya Desa Malinau Seberang, serta beberapa titik di Desa Malinau Kota.
Area sekitar pelabuhan speedboat di Kabupaten Malinau juga dilaporkan mulai mengalami genangan air seiring dengan kondisi air pasang hari ini.
Baca juga: Debit Air Sungai di Sembakung Naik 20 Cm Pagi Tadi, BPBD Nunukan Minta Warga Tetap Waspada
Sementara itu, di Kecamatan Malinau Barat, luapan air dilaporkan sudah mulai naik ke permukaan jalan di Desa Tanjung Lapang.
Ketua RT 14 Tanjung Lapang, Berahim menyebutkan bahwa kondisi air sungai saat ini telah menyeberang dan mulai menggenangi akses jalan warga.
"Kondisi terkini air pasang atau air sungai telah menyeberang dan naik ke permukaan jalan," ujarnya, Rabu (1/7/2026) siang.
Masyarakat yang bermukim di sepanjang bantaran Sungai Sesayap kini diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan.
Mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu, warga diimbau untuk mengamankan barang berharga serta memperhatikan debit air secara berkala.
Hingga sore ini, air masih terlihat menggenangi titik-titik rendah di wilayah perkotaan Malinau dan sekitarnya. ketinggian air terpantau masih rendah, namun warga diminta waspada potensi luapan akibat pasang naik air laut.
(*)
Penulis : Mohammad Supri