TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Peternak telur di Bogor kini tengah tercekik kondisi harga telur yang tengah anjlok.
Di saat yang sama mereka juga tertekan oleh harga pakan ayam yang tengah naik.
Alhasil, pengusaha kini harus merugi karena modal yang membengkak, namun di saat yang sama harga jual malah anjlok.
"Iya terdampak sekali, harga telur turun, harga pakan naik, dampaknya dahsyat," kata Herdadi (59), salah satu peternak ayam petelur di Kota Bogor, Rabu (1/7/2026).
Dia menjelaskan, bahwa anjloknya harga telur ini terasa sejak Juni 2026 bahkan belakangan ini yang terparah sejak awal tahun 2026.
Dia menjelaskan bahwa harga jual telur di tingkap produsen peternak ayam petelur di wilayah Bogor saat ini di harga Rp19.500 - 20.000-an per Kilogram.
"Jadi kalau harga telur saat ini lumayan lagi jatuh ya kalau dibandingkan dengan awal-awal tahun 2026," katanya.
"Jadi kalau sekarang itu di level peternak itu untuk partai besar itu kurang lebih di Jabodetabek itu kurang lebih harganya adalah antara Rp19.500-20.000. Itu level paling rendah lah kalau kita bicara tahun 2026," katanya.
Harga jual tersebut, kata dia, berada di bawah harga Harga Pokok Penjualan (HPP) atau harga dari modal yang juga terdampak kenaikan harga pakan ayam.
"Jadi kalau bicara HPP itu mungkin sekarang di level antara Rp23.000-24.000 lah (per Kg), antara begitulah HPP-nya dengan kenaikan harga pakan," kata Herdadi
"Nah kalau sekarang itu dengan kondisi misalnya 20.000 itu HPP-nya, udah di bawah HPP. Jadi artinya peternak itu udah merugi karena HPP-nya pun sekarang meningkat karena harga pakannya itu naik gitu," imbuhnya.
Herdadi menduga, hal ini terjadi karena demand telur saat ini menurun sementara supply banyak.
Diduga tidak hanya karena faktor dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sedang libur karena libur sekolah, tapi juga daya beli masyarakat sekarang yang juga menurun.
Meski begitu, terpantau, peternakan ayam petelur Herdadi di Bogor Barat, Kota Bogor tetap beroperasi normal.
Produksi telur dari peternakan ini masih tetap berjalan seperti biasanya.
"Sabar aja paling saya sekarang mah," kata Herdadi.
"Pemerintah juga kan sudah mengeluarkan harga acuan. Harga acuan pemerintah itu adalah Rp26.500. Ya paling tidak sesuai dengan harga acuan aja lah. Itu untuk dari sisi harga, harapan dari peternak mungkin seperti itu," ungkapnya.