AirAsia Buka Penerbangan Langsung Pertama Jakarta-Kota Bharu, Terbang Empat Kali Sepekan
Radifan Setiawan July 01, 2026 06:36 PM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – AirAsia resmi menjadi maskapai pertama yang melayani penerbangan langsung rute Jakarta - Kota Bharu, Kelantan, Malaysia. 

Kehadiran rute internasional baru ini membuka akses tanpa transit dari Indonesia menuju ibu kota Negara Bagian Kelantan yang sebelumnya harus ditempuh melalui Kuala Lumpur.

Rute Jakarta - Kota Bharu mulai beroperasi pada 16 Juni 2026 dengan frekuensi empat kali penerbangan dalam sepekan, yakni setiap Selasa, Kamis, Sabtu, dan Minggu. 

Pembukaan rute ini diharapkan memperkuat konektivitas Indonesia dan Malaysia sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, perdagangan, hingga wisata kesehatan.

Tribunnews berkesempatan menjajal langsung penerbangan AirAsia AK2354 rute Jakarta - Kota Bharu pada Minggu (21/6/2026).

Pesawat lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada pukul 12.10 WIB dan mendarat di Bandara Sultan Ismail Petra, Kota Bharu, sekitar pukul 15.00 waktu Malaysia atau 14.00 WIB.

Dengan durasi penerbangan sekitar 1 jam 50 menit, rute langsung ini menawarkan perjalanan yang jauh lebih praktis dibandingkan sebelumnya yang mengharuskan penumpang transit di Kuala Lumpur.

Suasana penerbangan berlangsung nyaman sejak proses boarding hingga mendarat. Awak kabin AirAsia juga memberikan pelayanan yang ramah selama perjalanan menuju Kota Bharu.

Mencicipi Menu Santan Selama Penerbangan

Selain menikmati layanan penerbangan, Tribunnews juga berkesempatan mencicipi berbagai pilihan makanan dan minuman dari Santan, layanan makanan dalam penerbangan milik AirAsia.

Salah satu menu yang dicoba adalah Pak Nasser's Nasi Lemak, menu khas Malaysia yang menjadi salah satu hidangan paling populer di AirAsia.

Nasi lemak tersebut disajikan dengan nasi gurih, sambal khas, kacang tanah, ikan teri, telur, serta lauk ayam.

Selain itu tersedia pula Uncle Chin's Chicken Rice, Prawn & Chicken Wonton Noodles, serta Vegetarian Biryani bagi penumpang yang menginginkan pilihan menu tanpa daging.

Aneka menu Santan AirAsia tersaji di atas meja penumpang dalam penerbangan langsung AK2354 rute Jakarta–Kota Bharu, Kamis (25/6/2026). Hidangan yang ditawarkan meliputi Uncle Chin's Chicken Rice, Prawn & Chicken Wonton Noodles, serta OG Burnt Cheesecake yang dapat dipesan melalui layanan Santan, merek makanan dan minuman milik AirAsia.
Aneka menu Santan AirAsia tersaji di atas meja penumpang dalam penerbangan langsung AK2354 rute Jakarta–Kota Bharu, Kamis (25/6/2026). Hidangan yang ditawarkan meliputi Uncle Chin's Chicken Rice, Prawn & Chicken Wonton Noodles, serta OG Burnt Cheesecake yang dapat dipesan melalui layanan Santan, merek makanan dan minuman milik AirAsia. (Tribunnews.com/Alfin Wahyu Yulianto)

Untuk hidangan penutup, AirAsia menawarkan The OG Burnt Cheesecake, yang menjadi salah satu camilan favorit penumpang.

Sementara pilihan minuman cukup beragam, mulai dari Teh Tarik, kopi, teh, air mineral hingga berbagai pilihan minuman ringan (soft drink).

Seluruh menu Santan dapat dipesan sebelum keberangkatan melalui aplikasi AirAsia maupun langsung kepada awak kabin selama penerbangan sesuai ketersediaan.

Dukung Pariwisata dan Wisata Medis

General Manager AirAsia Malaysia, Dato' Kapten Fareh Mazputra, mengatakan pembukaan rute Jakarta - Kota Bharu menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kunjungan wisatawan internasional ke wilayah Pantai Timur Malaysia.

"Kami berbesar hati meluncurkan rute baru ini pada saat yang tepat untuk semakin menghidupkan destinasi Pantai Timur dengan lebih banyak wisatawan internasional. Ketika Kelantan berkembang sebagai tujuan wisata medis, khususnya bagi masyarakat Indonesia dan negara-negara tetangga, konektivitas udara yang lebih kuat menjadi sangat penting," ujarnya.

Fareh mengatakan, didukung rumah sakit spesialis swasta yang menawarkan layanan kesehatan berkualitas dengan biaya kompetitif, Kelantan memiliki potensi besar untuk menarik lebih banyak wisatawan asal Indonesia yang datang untuk berobat maupun berlibur.

AirAsia saat ini menjadi maskapai dengan jaringan penerbangan terbesar antara Malaysia dan Indonesia dengan mengoperasikan lebih dari 370 penerbangan setiap pekan.

Sepanjang 2025, maskapai tersebut telah menerbangkan hampir tiga juta penumpang pada rute Malaysia–Indonesia.

Bidik Jutaan Wisatawan

Peluncuran rute baru ini juga mendukung target Pemerintah Negara Bagian Kelantan yang ingin menarik 12 juta wisatawan domestik dan mancanegara sepanjang 2026, setelah pada tahun sebelumnya mencatat sekitar 11 juta kunjungan wisatawan, dengan hampir 90 persen merupakan wisatawan domestik.

Sementara itu, melalui program Visit Malaysia 2026 (VM2026), pemerintah Malaysia menargetkan kunjungan 4,6 juta wisatawan asal Indonesia. Di sisi lain, Pemerintah Indonesia menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 16 juta hingga 17,6 juta orang pada tahun ini.

Kota Bharu dikenal sebagai kota yang masih mempertahankan budaya Melayu dengan beragam destinasi wisata budaya, kerajinan tangan, kuliner khas, hingga kawasan pantai yang menjadi daya tarik wisatawan.

Selain sebagai destinasi wisata, Kelantan juga mulai berkembang sebagai tujuan wisata medis berkat keberadaan sejumlah rumah sakit spesialis swasta yang menawarkan layanan kesehatan dengan biaya kompetitif.

Jadwal Penerbangan Jakarta - Kota Bharu

AirAsia melayani penerbangan langsung Jakarta (CGK) - Kota Bharu (KBR) sebanyak empat kali dalam sepekan, yakni setiap Selasa, Kamis, Sabtu, dan Minggu.

Untuk rute Jakarta menuju Kota Bharu, AirAsia mengoperasikan penerbangan AK2354 yang dijadwalkan berangkat dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta pukul 12.10 WIB dan tiba di Bandara Sultan Ismail Petra pukul 15.50 waktu Malaysia.

Sementara itu, penerbangan AK2353 untuk rute Kota Bharu - Jakarta dijadwalkan berangkat pukul 10.00 waktu Malaysia dan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pukul 11.40 WIB.

Dengan hadirnya penerbangan langsung pertama Jakarta–Kota Bharu ini, masyarakat Indonesia kini memiliki pilihan perjalanan yang lebih praktis tanpa harus transit di Kuala Lumpur.

Rute tersebut diharapkan semakin mempererat hubungan Indonesia dan Malaysia, sekaligus membuka peluang baru di sektor pariwisata, perdagangan, investasi, pendidikan, dan wisata medis.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.