PKK Kabupaten Kediri Andalkan Kerja Keras Semua Pihak Raih Hasil Terbaik Penilaian Kemping Asik
Rendy Nicko July 01, 2026 06:50 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Kediri mengandalkan sinergi dan kerja keras seluruh pihak dalam menghadapi penilaian lapangan Implementasi Kader Pendamping ASI Eksklusif (Kemping Asik) tingkat Provinsi Jawa Timur.

Ketua TP PKK Kabupaten Kediri, Eriani Annisa Hanindhito atau yang akrab disapa Mbak Cicha mengatakan pendampingan ASI eksklusif menjadi salah satu program yang terus diperkuat karena berperan penting dalam meningkatkan kesehatan ibu dan bayi sekaligus mencetak generasi yang sehat dan berkualitas.

Menurutnya, keterlibatan kader, pemerintah desa, tenaga kesehatan hingga masyarakat menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan program tersebut di Kabupaten Kediri.

"Semoga menjadi salah satu yang terpilih sebagai pelaksana terbaik implementasi pendampingan ASI eksklusif (Kemping Asik) tingkat Provinsi Jawa Timur," kata Mbak Cicha, Rabu (1/7/2026).

Baca juga: Libur Sekolah Bikin Penumpang Kereta Membludak, 106 Ribu Orang Datang ke Wilayah Daop 7 Madiun

Penilaian lapangan dilakukan oleh Tim Juri TP PKK Provinsi Jawa Timur di Balai Desa Tertek, Kecamatan Pare. Dalam kesempatan itu, Mbak Cicha menyambut langsung kedatangan tim penilai bersama jajaran TP PKK Kabupaten Kediri.

Dia menegaskan, proses penilaian bukan semata-mata untuk meraih predikat terbaik. Lebih dari itu, evaluasi tersebut menjadi momentum untuk mengukur sekaligus meningkatkan kualitas pelaksanaan pendampingan ASI eksklusif di Kabupaten Kediri.

"Apapun hasil penilaian nantinya, kami akan tetap menjalankan program pendampingan ASI eksklusif," imbuhnya.

Mbak Cicha juga memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat agar upaya yang selama ini dilakukan dapat membuahkan hasil terbaik serta memberikan manfaat nyata bagi ibu dan anak di Kabupaten Kediri.

Sementara itu, Ketua Kelompok Kerja (Pokja) IV TP PKK Provinsi Jawa Timur, Widy Andriani Budi Sarwoto menjelaskan penilaian lapangan dilakukan untuk memverifikasi secara langsung implementasi program Kader Pendamping ASI Eksklusif di daerah.

Menurutnya, tim penilai tidak hanya melihat administrasi, tetapi juga mencermati kualitas pendampingan yang dilakukan kader di lapangan, capaian pemberian ASI eksklusif, hingga dampak yang dirasakan oleh ibu dan bayi di tingkat keluarga.

"Termasuk kualitas pendampingan kader, capaian cakupan ASI eksklusif serta dampak nyata yang telah dirasakan oleh ibu dan bayi di tingkat rumah tangga," terangnya.

(Isya Anshori/TribunMataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.