TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Harga telur di Kota Bogor kini tengah anjlok dari harga jual pedagang Rp 32.000-35.000 menjadi Rp 23.000-25.000 per 1 Kilogram.
Turunnya harga telur ini membuat para ibu-ibu rumah tangga hingga pemilik usaha warung makan sumringah.
Namun tidak dengan peternak ayam petelur yang justru kini tengah terpuruk karena harus merugi.
Seperti yang dialami Herdadi (59), peternak ayam petelur di Bogor Barat, Kota Bogor.
Anjloknya harga telur ini banyak yang mengait-ngaitkannya dengan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sedang tutup sementara karena libur sekolah.
Diketahui, saat ini memang anak-anak sekolah SD, SMP, SMA sedang menjalani libur sekolah jelang tahun ajaran baru.
Sehingga dapur MBG untuk sementara ini tak menyerap pasokan telur dan tak memasok MBG ke sekolah-sekolah.
Herdadi saat MBG berjalan, harga telur bagi produsen memang bagus.
"Kalau dari MBG ya seperti tahun lalu itu harganya bagus sekali. Ya saya yakin itu karena serapan MBG itu bagus ya," kata Herdadi, Rabu (1/7/2026).
"Jadi waktu itu banyak diambil sama MBG, karena harga itu ditentukan oleh supply-demand sebetulnya," imbuhnya.
Namun dibandingkan sekarang saat MBG libur, dia akui memang terasa ada perubahan.
Perubahan ini juga membuat peternak ayam petelur terdampak.
"Jadi kalau kita bandingkan sekarang itu, kalau supply itu sebetulnya standar-standar aja sih, tidak terlalu meningkat," katanya.
"Yang bermasalah kenapa harga telur itu sekarang terpuruk seperti ini adalah demand-nya gitu loh," imbuh Herdadi.
Dia menduga, harga telur makin terpuruk bukan cuma karena faktor dapur MBG yang sedang libur, tapi juga daya beli masyarakat yang sekarang sedang turun.
"Sekarang pengambilan (telur) dari MBG itu agak kurang. Yang kedua mungkin faktor daya beli juga. Itu bermasalah juga sekarang gitu loh, artinya demand-nya turun, harganya telur pasti turun," ungkapnya.
Terpantau, usaha peternakan ayam petelur milik Herdadi kini masih beroperasi normal.
Produksi telur juga terpantau tetap berjalan seperti biasanya.
Terlihat pula, pembeli telur datang silih berganti ke peternakannya
Namun di saat yang sama, selain harga telur anjlok, Herdadi juga mengaku tertekan oleh harga pakan ayam yang kini tengah naik.
"Peternak itu udah merugi karena HPP-nya (harga penjualan pokok) pun sekarang meningkat karena harga pakannya itu naik," ungkapnya.