Prof Farida Percayakan Prof Anshari Ketua Panitia Seleksi Mandiri UNM, Pendaftar Tembus 5351
Ari Maryadi July 01, 2026 07:22 PM

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Plt Rektor UNM, Prof Farida Patittingi mempercayakan Prof Anshari sebagai Ketua Panitia Seleksi Mandiri kampus oranye.

Total ada 5.351 calon mahasiswa mengikuti Seleksi Mandiri Universitas Negeri Makassar (UNM) 2026.

Calon mahasiswa itu bersaing memperebutkan 2.636 kursi yang disediakan UNM melalui jalur mandiri tahun ini.

Prof. Dr. Anshari, M.Hum., menjabat Dekan Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) UNM. Ia didampingi Dekan Fakultas Teknik UNM Prof. Dr. Drs. Ir. Jamaluddin, M.P., IPM sebagai Wakil Ketua Panitia.

Prof. Anshari bersama seluruh unsur panitia bertanggung jawab memastikan setiap tahapan seleksi berjalan sesuai prosedur, mulai dari kesiapan lokasi, perangkat ujian, pengawasan, hingga pelayanan bagi peserta.

Untuk mendukung kelancaran ujian, UNM menyiapkan 15 lokasi ujian dengan 48 ruang ujian yang dilengkapi 1.092 unit komputer pada setiap sesi. Kampus juga menerjunkan pengawas umum, pengawas lokasi, pengawas ruangan, teknisi informasi dan teknologi, serta pengawas khusus bagi peserta berkebutuhan khusus.

Seleksi Mandiri UNM tahun 2026 terdiri atas tiga jalur, yakni jalur prestasi yang mencakup prestasi juara, organisasi, dan hafiz Qur’an, jalur skor UTBK, serta jalur ujian tulis TPA. Jalur prestasi dan jalur skor UTBK telah diumumkan pada 23 Juni 2026, sementara jalur ujian tulis TPA dilaksanakan pada 1 Juli 2026 dan terbagi dalam empat sesi.

Pelaksanaan ujian tulis Tes Potensi Akademik (TPA) dimulai pada Rabu (1/7/2026) dan berlangsung dalam empat sesi.

Suasana pelaksanaan seleksi  berlangsung tertib.

Ribuan peserta mulai memadati area kampus dengan mengenakan pakaian rapi sambil membawa kartu ujian dan identitas diri.

Di sejumlah titik, panitia tampak mengarahkan peserta menuju ruang ujian sesuai lokasi yang telah ditentukan.

Memasuki ruang ujian, peserta duduk di depan komputer yang telah disiapkan panitia.

 Pengawas memberikan arahan mengenai tata tertib, mekanisme ujian, serta mengingatkan peserta agar tidak membawa barang yang dilarang selama proses seleksi berlangsung.

Setelah aba-aba dimulai, suasana ruang ujian berubah hening. 

Peserta tampak fokus mengerjakan soal Tes Potensi Akademik (TPA) yang ditampilkan pada layar komputer.

Di luar ruang ujian, tim teknis bersiaga mengantisipasi kendala pada perangkat komputer maupun jaringan. 

Plt Rektor UNM, Prof Farida Patittingi dan jajaran pejabat  UNM memantau proses berjalannya seleksi.

Usai pemantauan, Prof Farida Patittingi menemui awak media di lt 16 Menara Pinisi untuk memberikan keterangan pers.

Kata Prof Farida, pelaksanaan Seleksi Mandiri menjadi tahapan terakhir dalam penerimaan mahasiswa baru setelah jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).

"Seleksi Mandiri merupakan kesempatan terakhir bagi calon mahasiswa untuk bergabung di Universitas Negeri Makassar. Karena itu, kami berkomitmen memastikan seluruh proses berjalan secara transparan, profesional, dan berintegritas," ujar Prof Farida.

Ia menjelaskan, tingginya jumlah peserta menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap UNM sebagai salah satu perguruan tinggi negeri tujuan di Indonesia Timur.

Menurutnya, persaingan pada jalur mandiri tahun ini berlangsung cukup ketat mengingat jumlah peserta mencapai lebih dari lima ribu orang.

UNM sendiri hanya menyediakan 2.636 kuota pada jalur Seleksi Mandiri atau sekitar 22,43 persen dari total daya tampung mahasiswa baru tahun akademik 2026.

Prof Farida menegaskan, seluruh peserta memperoleh kesempatan yang sama untuk lolos berdasarkan kemampuan masing-masing.

"Tidak ada perlakuan khusus bagi peserta tertentu. Semua mengikuti mekanisme yang sama dan dinilai berdasarkan hasil seleksi yang objektif," katanya.

Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan ujian, UNM menyiapkan 15 lokasi ujian dengan 48 ruang ujian yang dilengkapi 1.092 unit komputer pada setiap sesi.

Selain infrastruktur, kampus juga menerjunkan pengawas umum, pengawas lokasi, pengawas ruangan, teknisi informasi dan teknologi, hingga pengawas khusus bagi peserta berkebutuhan khusus.

Guru besar Universitas  Hasanuddin Makassar tersebut mengatakan, seluruh panitia telah dibekali pedoman pelaksanaan agar proses seleksi berlangsung tertib, aman, dan bebas dari praktik kecurangan.

"Kami meminta seluruh pengawas bekerja secara disiplin, objektif, dan teliti agar kualitas pelaksanaan seleksi tetap terjaga," ujarnya.

UNM juga memberikan perhatian terhadap pelayanan yang inklusif selama pelaksanaan ujian dengan menyediakan pendampingan bagi peserta berkebutuhan khusus.

Menurut Prof Farida, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen kampus dalam memberikan kesempatan yang setara kepada seluruh calon mahasiswa.

Ia menambahkan, UNM tidak memberikan ruang terhadap segala bentuk pelanggaran maupun intervensi yang dapat mencederai kredibilitas proses seleksi.

"Integritas menjadi prinsip utama. Kami ingin memastikan seluruh tahapan berjalan jujur, adil, dan akuntabel sehingga hasil seleksi benar-benar mencerminkan kemampuan peserta," tegasnya.

Wakil Rektor UNM Bidang Akademik, Prof Andi Aslinda memaparkan, secara keseluruhan, UNM menyediakan kuota 11.752 mahasiswa baru pada 2026. 

Kuota tersebut terbagi atas jalur SNBP sebanyak 3.893 kursi, SNBT 5.223 kursi, dan Seleksi Mandiri 2.636 kursi.

Adapun hasil Seleksi Mandiri jalur ujian tulis TPA dijadwalkan diumumkan pada 10 Juli 2026 setelah seluruh tahapan seleksi dan proses penilaian selesai dilakukan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.