Geofest 2026, Ada Pelepasan Burung hingga Seminar Internasional  
Ayu Prasandi July 01, 2026 07:27 PM

TRIBUN-MEDAN.com, PARAPAT - Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark (BP TC-UGGp) menjadi tuan rumah ‘The 7 Geotourism Festival and International Conference (Geofest) 2026’ yang digelar pada 1-5 Juli 2026. 

Acara dengan skala internasional ini turut dihadiri pengelola geopark dari sejumlah wilayah Indonesia diantaranya Geopark Raja Ampat, Geopark Rinjani, Geopark Meratus, serta sejumlah negara lain. Lokasi kegiatan berada di tiga wilayah yaitu Simalungun, Samosir, dan Karo. 

Pada acara ini, diproyeksikan melibatkan sekitar 250 hingga 300 peserta yang berasal dari kelompok ahli, peneliti, perwakilan badan pengelola geopark nasional dan internasional, pemerintahan, per orangan, pelaku industri pariwisata, dan komunitas-komunitas. 

Sebelumnya, General Manager Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark, Dr Azizul Kholis, mengatakan, ada beberapa hal yang membuat Sumut terpilih menjadi tuan rumah

kegiatan bergengsi di kalangan jaringan geopark Asia Pasifik ini.

Dikatakannya, diantaranya Sumut berhasil mengembalikan status Geopark Toba menjadi Green Card. 

"Artinya Geopark kita berhak menerima pengakuan internasional pasca-revalidasi 2025 sebagai salah satu jaringan UNESCO Global Geopark Network hingga empat tahun berikutnya," terangnya saat konferensi pers, beberapa waktu lalu. 

Dalam amatan Tribun Medan, sejak pukul 14.00, bus-bus pariwisata yang membawa tamu undangan acara tersebut sudah sampai di Hotel Khas Parapat, tempat terselengaranya salah satu agenda acara tersebut,  untuk melakukan registrasi. Sebagian tamu juga ada yang menginap di Atsari Hotel. 

Dari informasi yang dihimpun, sebagai agenda awal, pada Rabu (1/7/2026) malam, akan digelar Gala Dinner yang juga dirangkaikan dengan sambutan seyogyanya dari Bupati Simalungun, namun karena ia berhalangan hadir, maka kata sambutan ini akan digantikan oleh General Manager Toba Caldera UNESCO Global Geopark, Dr Azizul Kholis.

Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution juga diagendakan akan menghadiri acara dan turut menyampaikan kata sambutan sekaligus menyerahkan ulos kepada Presiden Jaringan Geopark Indonesia, Dedi Irfan Bahri dan Presiden Asia Pacific Network Prof Xiaochi Jin, serta Ketua Dewan Pakar Komite Nasional Geopark Indonesia Prof Mega Fatimah Rosana. 

Pada hari selanjutnya, Kamis (2/7/2026), peserta akan mengikuti kegiatan penanaman pohon dan pelepasan burung serta mengunjungi destinasi Toba Caldera di antaranya ke Batugantung untuk melakukan pelepasan bibit ikan dan mengunjungi Waterfront City. 

Peserta juga akan mengunjungi Kampung Ulos Hutaraja, jembatan Aek Tano Ponggol, Menara Pandang Tele, serta Taman Simalem di Kabuaten Karo. 

Secara umum, kegiatan Geofest 2026 akan diisi dengan kegiatan budaya, aksi lingkungan, diskusi, geotrail, pameran UMKM, konferensi JGI, dan pengumuman hasil lomba. 

Pada hari terakhir, adalah seminar internasional dengan tema Kolaborasi Jejaring Geopark dalam Mewujudkan Pariwisata Berkelanjutan. 

Dalam kegiatan seminar internasional ini, pihaknya akan menghadirkan sederetan pembicara kunci, yaitu Widiyanti Putri Wardana (Menteri Pariwisata Republik Indonesia), Rachmat Pambudy, (Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional), Prof Jin Xiaochi (Presiden Asia Pacific Geopark Network), Maki Katsuno-Hayashikawa (Direktur Kantor Regional Multisektoral UNESCO di Jakarta), Tuan Mohammad Fitri bin Hassan (Pengelola Geopark Lenggong Perak, Malaysia), dan Jerome Jacquet (Deputy Director International Relations Temasek Polytechnic Singapore). 
Diterangkannya, festival ini menekankan pentingnya kerja sama antar-geopark dalam menjaga alam sekaligus mengembangkan pariwisata.

(ew/tribun-medan.com)

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.