TRIBUNPALU.COM, PALU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama Pemerintah Kabupaten Sigi akan menggelar program Sekolah Lapang Gempa Bumi Non-Tsunami pada akhir Juli 2026 sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana gempa bumi.
Program tersebut disiapkan menyusul masih terjadinya rangkaian gempa susulan pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang Kabupaten Sigi pada 16 Juni 2026.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Palu, Djati Cipto Kuncoro, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai langkah-langkah mitigasi dan penyelamatan diri saat terjadi gempa bumi.
Baca juga: Kakanwil BPN Sulteng Hadiri Upacara HUT Bhayangkara ke-80, Tegaskan Sinergi untuk Masyarakat
Selain Sekolah Lapang Gempa Bumi Non-Tsunami, BMKG akan melaksanakan program BMKG Goes to School untuk memberikan edukasi kebencanaan kepada para pelajar.
Melalui dua program tersebut, BMKG berharap pengetahuan masyarakat terkait mitigasi bencana semakin meningkat sehingga mampu mengurangi risiko korban jiwa apabila gempa kembali terjadi.
Djati menjelaskan, gempa susulan yang masih terjadi hingga saat ini merupakan fenomena yang normal setelah gempa berkekuatan besar.
BMKG mencatat sekitar 1.600 gempa susulan telah terjadi sejak gempa magnitudo 6,7 mengguncang Kabupaten Sigi pada 16 Juni 2026.
Menurutnya, aktivitas gempa tersebut merupakan bagian dari proses pelepasan energi dan dinamika tektonik yang masih berlangsung.
Karena itu, masyarakat diminta tidak panik, tetapi tetap meningkatkan kewaspadaan serta mengikuti informasi resmi yang disampaikan BMKG.
BMKG juga memastikan rangkaian gempa susulan yang terjadi hingga kini tidak berpotensi tsunami maupun menimbulkan kerusakan.
Baca juga: Harga Terbaru HP Realme Juli 2026 di Indonesia: realme P4x , realme C100, realme 16, realme C85 Pro
Djati berharap melalui edukasi yang diberikan, masyarakat semakin memahami tindakan yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah gempa bumi sehingga dapat meminimalkan risiko dan dampak yang ditimbulkan apabila bencana serupa kembali terjadi. (*)