TRIBUNNEWSDEPOK.COM, PANCORAN MAS — Pemerintah Kota (Pemkot) Depok terus membuktikan komitmennya dalam menghadirkan keadilan sosial di bidang kesehatan.
Meski secara regulasi belum menerapkan sistem Universal Health Coverage (UHC) menyeluruh, warga Kota Depok yang tidak mampu tetap terjamin akses layanan kesehatan daruratnya melalui skema bantuan sosial (bansos) kesehatan via sistem SJP (Sistem Jaminan Pelayanan) Online.
Wali Kota Depok, Supian Suri, menjelaskan bahwa skema SJP Online ini merupakan strategi murni Pemerintah Kota Depok untuk memastikan anggaran daerah digunakan secara cermat, tepat sasaran, dan efisien bagi warga yang benar-benar membutuhkan bantuan di saat genting.
Baca juga: PKS Desak Pemkot Depok Kembalikan Program UHC, Ini Jawaban Supian Suri
Supian menambahkan, kebijakan ini sekaligus menjadi cara Pemkot Depok mendorong kemandirian warga dalam program jaminan kesehatan nasional, yang terbukti dengan terus meningkatnya jumlah peserta BPJS mandiri di Depok.
“Kami ingin memastikan setiap kebijakan benar-benar tepat sasaran, sekaligus menjaga keberlanjutan fiskal daerah demi kepentingan masyarakat luas,” tandasnya.
Layanan Cepat Meski BPJS Tidak Aktif
Efektivitas kebijakan ini dirasakan langsung oleh Kamal Pasha (37), warga Kelurahan Abadi Jaya. Istrinya, Santi Prihatinti (36), mendadak harus mendapatkan penanganan intensif di RS Hermina Kota Depok akibat penyakit miom pada Kamis (25/6/2026).
Di tengah kepanikan, Kamal mendapati kenyataan pahit bahwa status kepesertaan BPJS Kesehatan istrinya tidak aktif.
Bayangan biaya rumah sakit yang besar seketika menghantui pikirannya. Namun, sistem jaminan sosial di Kota Depok ternyata mampu merespons dengan cepat.
"Saya bawa Kartu Keluarga (KK), Kartu Indonesia Sehat (KIS), dan KTP istri. Setelah dicek oleh petugas, ternyata KIS atau BPJS Kesehatan istri saya statusnya tidak aktif. Pengarahannya melalui bansos, seperti itu," kenang Kamal.
Pihak RS Hermina langsung sigap menerapkan sistem SJP Online untuk mengajukan jaminan pembiayaan bagi pasien. Tanpa diminta uang muka, tim medis segera menempatkan Santi ke ruang ICU untuk mendapatkan tindakan medis darurat.
"Tanggap daruratnya sangat tinggi. Pihak Hermina langsung menangani istri saya ke ruang ICU tanpa menunggu surat-surat selesai. Sekitar jam 19.00 WIB, info dari Kelurahan sudah masuk dan terdeteksi aktif untuk bansosnya," ujarnya.
"Alhamdulillah, istri saya ditangani dengan sangat cepat dan tepat. Sekarang kondisinya berangsur-angsur membaik, tensinya yang kemarin rendah sudah mulai naik," tandas Kamal.