Kemenhub Siapkan Jalur Khusus Logistik Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk, KSOP dan ASDP: Belum Ada Arahan
Haorrahman July 01, 2026 07:57 PM

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan menyiapkan jalur khusus angkutan logistik di lintas penyeberangan Ketapang-Gilimanuk, sebagai solusi jangka menengah untuk mengurangi kemacetan arah menuju Pelabuhan Ketapang Banyuwangi. 

Kepala KSOP Tanjungwangi, Purgana, mengatakan belum mengetahui secara rinci konsep jalur khusus logistik yang disampaikan Menteri Perhubungan Dudy Purwaghandi. Menurutnya, kebijakan tersebut kemungkinan menjadi kewenangan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (DJPD).

"Tugas pokok fungsi KSOP di Ketapang hanya SPB (surat persetujuan berlayar)," kata Purgana, Selasa (1/7/2026).

General Manager ASDP Ketapang, Arief Eko, menyebut hingga kini belum ada kebijakan turunan yang diterima sehingga belum bisa menjelaskan mekanisme pelaksanaan jalur khusus logistik.

"Saya belum bisa menjelaskan karena memang belum ada turunan kebijakannya," ujar Arief.

Baca juga: Pelabuhan Ketapang Macet, 4 Pasien Puskesmas Gagal Dirujuk ke Rumah Sakit

Pemisahan Dermaga

Arief menjelaskan, pengelolaan penyeberangan di Ketapang sebenarnya telah menerapkan pemisahan antara kendaraan logistik dan kendaraan penumpang, meski belum dilakukan secara penuh.

Dermaga Landing Craft Machine (LCM), kata dia, selama ini lebih banyak melayani kendaraan logistik. Namun, kendaraan nonlogistik masih dapat memanfaatkan fasilitas tersebut. Sementara dermaga lainnya melayani kendaraan ringan dengan muatan di bawah 30 ton.

"Secara nggak langsung sekarang yang terjadi di Ketapang itu sudah ada pemisahan dermaga logistik sama dermaga penumpang. LCM itu kan untuk kendaraan logistik, meskipun kendaraan biasa juga bisa. Selain LCM, kan untuk kendaraan ringan di bawah 30 ton," jelasnya.

Menurut Arief, lonjakan jumlah truk besar di lintas Ketapang-Gilimanuk saat libur panjang sebelumnya juga dipengaruhi belum optimalnya operasional lintasan Tanjungwangi-Gilimas. Kondisi tersebut membuat banyak truk tujuan Nusa Tenggara beralih menggunakan jalur Ketapang-Gilimanuk.

Baca juga: Belum Teratasi, Ini 7 Penyebab Kemacetan Pelabuhan Ketapang Banyuwangi 

Pelabuhan Celukan Bawang

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Dudy Purwaghandi menyampaikan pemerintah tengah menyiapkan peningkatan kapasitas Pelabuhan Celukan Bawang di Bali sebagai lokasi khusus angkutan logistik.

Melalui skema tersebut, layanan kendaraan barang akan dipisahkan dari kendaraan penumpang sehingga arus kendaraan tidak lagi terpusat di satu pelabuhan. Konsep ini disebut mengadopsi pola yang telah diterapkan di lintasan Merak-Bakauheni.

"Di Gilimanuk ada Celukan Bawang yang kapasitasnya akan ditingkatkan. Rencananya angkutan logistik akan difokuskan di sana. Polanya kurang lebih sama seperti di Merak-Bakauheni, jadi nanti ada pemisahan antara angkutan penumpang dan angkutan barang agar tidak terkonsentrasi di satu pelabuhan saja," kata Dudy.

Pemerintah menargetkan skema pemisahan angkutan logistik dan penumpang tersebut mulai beroperasi paling lambat sebelum periode angkutan Lebaran.

"Kita harapkan paling lambat saat Lebaran sudah siap. Karena kalau saat Natal dan Tahun Baru trafiknya tidak terlalu tinggi, tetapi saat Lebaran kita berharap pengaturannya sudah bisa berjalan," ujar Dudy.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.