BANJARMASINPOST.CO.ID - Sensus Ekonomi 2026 yang berjalan sejak Juni hingga Agustus hendaknya menjadi momen bagi masyarakat untuk berperan dalam perubahan dan kemajuan ekonomi di daerah dan nasional.
Sebagaimana Gubernur Kalsel H Muhidin, semoga para petugas sensus dan masyarakat bisa saling bekerjasama dalam kegiatan ini.
Masyarakat itu adalah kalangan UMKM dan juga pengusaha besar. Mari semua beri data yang lengkap dan akurat," ujarnya usai Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 di Gedung Idham Khalid, Komplek Kantor Gubernur Kalsel di Banjarbaru, Rabu (1/7/2026) sore.
Dengan adanya data yang lengkap dan akurat maka memudahkan pengolahan data oleh pihak BPS (Badan Pusat Statistik), sehingga kita dapat mengetahui seperti apa kondisi dunia usaha dan kaitannya dengan perekonomian daerah kita.
Disampaikan Inspektorat Utama Badan Pusat Statistik, Dr Dadang Hardiwan SSi MSi, ini adalah agenda besar, sesuai amanat undang-undang.
"Kali ini adalah sensus ekonomi yang kelima. Jadi ini bukan yang pertama. Dengan sensus maka akan didapat gambaran profil perekonomian daerah dan nasional," jelasnya.
Baca juga: DPRD Kalsel Minta Jangan Ada Pungutan di Sekolah yang Bedakan Siswa Kaya dan Miskin
Dadang mengimbau masyarakat kalangan usaha untuk mengapresiasi petugas sensus dengan prinsip TIR (Terima, Isi, Rahasia).
"Mari terima petugas sensus, kemudian isi data yang benar dan rahasia data Anda dijamin terjaga," katanya.
Kepala BPS Kalsel, Muhammad Mukhanif, juga menyampaikan agar seluruh masyarakat merespon kehadiran petugas sensus.
"Maksud dan tujuan sudah jelas. Tak perlu ragu dan khawatir. Kalau ada keluhan atau kekecewaan terhadap pemerintah yang terkait dengan perekonomian, silakan sampaikan dengan petugas sensus baik dengan mengisi kuisioner atau saat wawancara," tukasnya.
Hasil survey akan muncul di dalam data sehingga kita juga akan mengetahui apa permasalahan bangsa untuk nantinya dibahas solusinya oleh pemerintah.
Dalam sensus kali ini diakui Mukhanif, targetnya cukup berat, ada 1.800 usaha di Kalsel yang harus didata oleh 3.899 petugas. Dalam dua setengah bulan ini setiap petugas dalam sehari mendata 13-15 usaha.
"Tapi kami optimis selesai. Tapi tolong bantu petugas. Adapun petugas semua sudah melalui seleksi dan dilatih. Dalam menjalankan sesnhsi ada surat tugas dan tanda pengenal," tandasnya.
Sementara itu acara Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 di Kalsel dilakukan dengan simbolisasi berupa penyatuan kepingan intan yang menandakan sinergi dan kolaborasi dalam menghimpun data menjadi satu demi data ekonomi untuk masa depan lebih baik.
Selain itu diberikan penghargaan kepada Pemprov Kalsel sebagai kolaborator utama yang diterima gubernur dan tukar cinderamata oleh BPS pusat dengan gubernur.
Setelah pemasangan rompi kepada perwakilan petugas sensus, kemudian dilanjutkan penandatangan fakta integritas.
(banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)