TRIBUNNEWS.COM - Terhentinya langkah Timnas Jerman di babak 32 besar Piala Dunia 2026 membuat kursi pelatih yang ditempati Julian Nagelsmann goyah, nama Jurgen Klopp santer dikabarkan mau turun gunung.
Jurgen Klopp bahkan siap turun gunung, demi bisa mengembalikan kejayaan Der Panzer di panggung internasional.
Seperti diketahui, nasib tragis diderita Jerman setelah tersingkir secara dramatis di tangan Paraguay, Selasa (30/6/2026) kemarin.
Tepat dalam laga bertajuk babak 32 besar, Jerman kalah dramatis lewat adu penalti melawan Paraguay dengan skor 3-4.
Kekalahan ini terasa pilu, karena makin mempertegas momen crash Jerman sejak menjadi juara Piala Dunia 2014 silam.
Jerman seakan telah kehilangan magisnya setelah menjadi juara dunia pada tahun 2014, terbukti mereka tidak pernah lagi mampu tampil dalam performa terbaiknya di setiap event besar, tak terkecuali di Piala Dunia.
Dalam tiga edisi terakhir di Piala Dunia, Jerman hanya mentok di fase grup (2018, 2022) dan babak 32 besar (2026).
Tren kegagalan demi kegagalan yang dirasakan Jerman sebagai salah satu negara tersukses Piala Dunia dengan koleksi empat gelar, jelas menjadi pukulan telak bagi negara tersebut.
Baca juga: Tiga Piala Dunia Beruntun Gagal, Legenda Jerman Bongkar Dugaan Konflik Internal Die Mannschaft
Begitulah Piala Dunia 2026, salah seorang Football Enthusiast, Agung Iqbal Ramadan telah mengatakan bahwa status favorit tidak memberikan jaminan bagi tim tersebut bakal melaju jauh.
"Kalau sudah di fase gugur beberapa negara besar ini di atas kertas akan diunggulkan dari negara-negara lain. Namun balik lagi, kalau sepak bola memang murni didesain untuk olahraga, sepak bola itu kan bulat. Sehebat apapun sebuah negara atau seorang pelatih di atas lapangan bukan hanya taktikal saja," terang Agung dalam podcast SUPER TAKTIK berjudul "Babak Baru Piala Dunia 2026: Raksasa Eropa Saling Jegal, Argentina Mulus? di Kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah pada Minggu (28/6/2026) malam.
"Taktikal diperlukan seperti rumus matematika dan lain sebagainya, tapi di sepak bola ada satu hal yang memang yang jarang kita bicarakan, yaitu dewi fortuna," tambahnya.
Kegagalan terbaru yang dialami Jerman di Piala Dunia 2026 pun menyisakan salah satu sorotan besar.
Salah satunya menyoal goyahnya kursi pelatih Der Panzer yang ditempati Julian Nagelsmann.
Sejak dipercaya menangani Timnas Jerman pada tanggal 15 September 2023, harapan besar memang disematkan ke Nagelsmann.
Berbekal pengalaman melatih tim Jerman mulai dari Hoffenheim, RB Leipzig, hingga Bayern Munchen, kepercayaan yang diberikan oleh Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) kepada Nagelsmann jelas bukan main-main.
Nagelsmann yang masih berusia 38 tahun seakan mendapat kepercayaan besar untuk mengembalikan taji Jerman.
Sayangnya, ia beberapa kali mengalami momen crash di situasi genting, saat Jerman sedang berjuang meraih sesuatu hal yang besar.
Contohnya di Euro 2024, Jerman secara tragis disingkirkan Spanyol dengan skor 1-2 lewat babak perpanjangan waktu.
Setahun berselang, Jerman lagi-lagi gagal, setelah kalah di semifinal, lalu tumbang juga di laga perebutan juara ketiga melawan Prancis.
Teranyar, terhentinya langkah Jerman di babak 32 besar Piala Dunia 2026 melawan Paraguay seakan menjadi puncak momen crash Der Panzer.
Berkaca dari kegagalan beruntun tersebut, tak salah jika menganggap posisi Nagelsmann sebagai pelatih Jerman dalam bahaya.
Meskipun Nagelsmann masih ingin terus melatih Jerman karena kontraknya berlaku hingga 2028 mendatang, masa depan mantan pelatih Bayern Munchen tersebut akan ditentukan oleh DFB selaku federasi.
Bertahan atau tidaknya Nagelsmann akan bergantung pada hasil evaluasi DFB terhadap kinerja sang pelatih dan performa Timnas Jerman.
Jikalau Nagelsmann benar-benar dipecat, maka kursi pelatih Timnas Jerman bakal kembali kosong.
Seandainya Nagelsmann dipecat, salah satu nama yang berpeluang menjadi kuat sebagai pelatih Jerman ialah Jurgen Klopp.
Jurnalis kenamaan Italia, Fabrizio Romano pun baru saja menginformasikan bahwa ada potensi Jurgen Klopp menjadi pelatih baru Jerman, menggantikan posisi Nagelsmann.
"Jurgen Klopp membuka pintunya jika ia dipanggil untuk menjadi pelatih Jerman," tulis Fabrizio Romano lewat media sosial pribadinya.
"Nagelsmann memang ingin bertahan, tetapi federasi akan membuat keputusan besar dalam beberapa pekan mendatang, Klopp tertarik dengan pekerjaan itu,"
"Jika Federasi Sepak Bola Jerman memutuskan untuk menghubinginya nanti, Klopp benar-benar bisa kembali bergabung menjadi pelatih setelah pergi dari Liverpool pada dua tahun silam," tukasnya.
Kembalinya Klopp ke kursi pelatih terutama di tim sekelas Jerman, tentu akan menjadi angin segar bagi sepak bola negara tersebut.
Hal ini mengingat Klopp sudah tahu betul sepak bola Jerman, karena ia lahir, tumbuh sekaligus besar di negara tersebut.
Setelah hampir dua tahun lamanya tidak disibukkan dengan urusan melatih, kembali melatih Jerman jelas menjadi momen yang spesial bagi Klopp menandai comebacknya ke kursi pelatih.
(Tribunnews.com/Dwi Setiawan)