BPOM Temukan Obat Batuk Palsu Berbahaya, Ini Kandungannya
GH News July 01, 2026 08:08 PM
Jakarta -

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI menemukan peredaran obat palsu merek Codrela dan Trivamm Fliege. Berdasarkan penelusuran, keduanya tidak mencantumkan nomor izin edar dan tidak terdaftar di BPOM. Adapun produk palsu dan ilegal ini merupakan hasil pengawasan BPOM yang dilakukan secara intensif, baik di sarana distribusi luring maupun melalui platform daring.

Codrela merupakan obat palsu yang ditemukan pada salah satu sarana di wilayah Jawa Timur, yang diduga merupakan merupakan pengemasan ulang dari produk Codela Tablet berdasarkan perbandingan karakteristik fisik tablet.

Dalam kemasannya, Codrela mencantumkan klaim mengandung zat aktif kodein. Namun pengujian oleh BPOM menunjukkan hasil negatif, dan hanya mengandung Dextromethorphan dan Chlorphenamine Maleate seperti halnya Codela Tablet. BPOM juga telah berkoordinasi dengan industri farmasi terkait dan menyimpulkan bahwa Codrela merupakan produk palsu. Hal tersebut antara lain terlihat dari adanya ketidaksesuaian informasi yang tercantum pada label.

"Hasil pengujian laboratorium mengonfirmasi bahwa Codrela tidak mengandung bahan aktif kodein sebagaimana tercantum pada kemasan, melainkan mengandung dektrometorfan dan klorfeniramin maleat (CTM)," beber Kepala BPOM Taruna Ikrar dalam keterangannya, Senin (4/5/2026).

Produk lainnya yang ditemukan BPOM adalah Trivam Fliege. Obat tersebut beredar melalui marketplace yang mengklaim mengandung profol 20 mg. Taruna menjelaskan, propofol merupakan obat keras yang digunakan di dunia medis sebagai anestetik umum intravena untuk induksi dan pemeliharaan anestesi umum maupun sedasi pada tindakan medis dan perawatan intensif.

"Propofol merupakan obat keras yang penggunaannya harus sesuai dengan resep dokter," tegasnya.

BPOM mengungkapkan, Trivam Fliege kerap disalahgunakan oleh pelaku kejahatan karena dapat menyebabkan penurunan kesadaran pada korbannya.

Kandungan propofol dapat memperlambat aktivitas otak dan sistem saraf. Itu digunakan untuk membuat orang tertidur dan keperluan anestesi operasi atau prosedur medis lainnya.

Saat ini, obat palsu masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan dan keselamatan masyarakat. Obat palsu dapat mengandung komposisi yang tidak tepat, terlalu banyak/sedikit, atau bahkan tidak mengandung zat aktif sama sekali. Dalam beberapa kasus, obat palsu juga ditemukan mengandung zat aktif lain yang membahayakan kesehatan.

"BPOM juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan ke BPOM apabila menemukan peredaran Codrela dan Trivam Fliege, baik di sarana luring maupun daring," imbau Kepala BPOM.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.