Menembus Lautan, PTBA dan PKBM Pesona Hadirkan Akses Pendidikan di Pulau Tegal Lampung Timur
tarso romli July 01, 2026 08:27 PM

Baca juga: Viral Pengakuan Siswa SD di Desa Terisolir Mendapat Pelajaran Sebulan, Ada 9 Guru 5 Berstatus ASN

SRIPOKU.COM, LAMPUNG TIMUR - Suara riuh anak-anak memenuhi ruang belajar sederhana di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Pesona, Pulau Tegal, Lampung Timur, Rabu (1/7/2026). Hari itu bukan hari biasa, melainkan momen pembagian rapor. Bagi anak-anak di pulau yang termasuk wilayah terluar, terjauh, dan terisolasi (3T) ini, rapor adalah simbol bahwa mereka kini memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan layak.

Di balik kebahagiaan itu, ada sosok Uniroh, seorang kepala sekolah asal Bandar Lampung yang setiap pekan rela bertaruh nyawa menembus ombak lautan demi mengajar.

Perjalanannya dimulai sepuluh tahun lalu ketika ia menemukan kenyataan pahit: banyak anak pulau mengaku bersekolah, tetapi tidak memiliki rapor, tidak pernah ujian, bahkan tidak paham jenjang pendidikan mereka.

"Mereka mengira sekolah selesai saat berusia 17 tahun atau ketika menikah. Dari situlah kegundahan hati saya bermula," kenang Uniroh. Kegelisahan itu mendorongnya mendirikan PKBM Pesona bersama para guru relawan, meski awalnya harus menghadapi skeptisisme warga setempat.

Perjuangan Uniroh menemui titik balik pada 2017 saat PT Bukit Asam Tbk (PTBA) hadir mendampingi.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam pemerataan akses pendidikan, sejalan dengan Asta Cita Pemerintah dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Nomor 4 tentang Pendidikan Berkualitas.

Sustainability Division Head PTBA, Dedy Saptaria Rosa, mengungkapkan bahwa pihaknya berkomitmen mengatasi keterbatasan geografis Pulau Tegal.

Selain menyokong operasional sekolah, PTBA juga memfasilitasi kebutuhan infrastruktur penunjang.

"PTBA tidak hanya mendukung kegiatan belajar, tetapi juga menyediakan kapal sebagai sarana transportasi para guru serta membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) agar kegiatan pendidikan berlangsung optimal," ujar Dedy.

Tak berhenti di situ, PTBA membuka program beasiswa ke jenjang yang lebih tinggi.

Anak-anak Pulau Tegal yang lolos seleksi akan difasilitasi tinggal di Panti Asuhan Al Barokah, Tanjung Enim, untuk menempuh pendidikan formal sekaligus mendapatkan pembinaan karakter.

Saat ini, sudah ada tiga anak pulau yang mengikuti program tersebut.

Bagi Uniroh, dukungan PTBA menjadi penyelamat keberlangsungan PKBM Pesona yang awalnya berjalan tanpa pendanaan.

Melalui kolaborasi antara relawan dan korporasi, lautan luas yang dahulu menjadi penghalang kini justru menjadi saksi lahirnya masa depan yang lebih cerah bagi generasi penerus Pulau Tegal.

Baca juga: Kisah Perjuangan Bu Guru Yulia Romaza, Rela Bertaruh Nyawa Demi Mengajar di SD Terisolir di OKU

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.