Bahlil Mau Ganti LPG 3 kg dengan CNG, Emak-emak di Solo Raya Tertarik Tapi Pertanyakan Keamanan
Galuh Palupi July 01, 2026 08:44 PM

 

TRIBUNSTYLE.COM - Sejumlah wanita di Solo Raya memberikan tanggapannya terkait rencana pemerintah mengganti tabung LPG 3 kilogram dengan Compressed Natural Gas (CNG) ukuran yang sama kepada Tribun Style pada Rabu (1/7/2026).

Sebelumnya, rencana substitusi gas melon dengan CNG 3 kilogram ini telah disampaikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

Bahlil mengatakan bahwa uji coba tabung CNG ukuran 3 kilogram bakal selesai pada kisaran Juli-Agustus 2026.

“Sekarang lagi diuji coba tahap ketiga. Insyaallah, doain, Juli ini atau Agustus sudah bisa kami selesaikan,” ujar Bahlil pada Kamis (25/6/2026).

Nantinya jika aspek keamanan sudah selesai diuji coba, pemerintah berencana memulai distribusi yang dilakukan secara bertahap.

Distribusi perdana difokuskan untuk wilayah kota-kota besar di Pulau Jawa sebelum diperluas.

Baca juga: Koperasi Desa Merah Putih di Nganjuk, LPG Melon Hanya Rp16 Ribu, Prabowo: Harus Bantu Rakyat Kecil

Ilustrasi gas elpiji LPG 3 kg. (TRIBUN JAMBI)

Lantas bagaimana tanggapan masyarakat terkait dengan rencana substitusi gas melon dengan CNG 3 kilogram ini?

Tribun Style mencoba melakukan vox pop terhadap sejumlah ibu-ibu di kawasan Solo Raya.

Ika Bramasti, warga Jaten, Karanganyar mengaku tertarik untuk mencoba CNG jika nanti sudah didistribusikan kepada warga.

Ika tergiur dengan klaim bahwa CNG bisa lebih hemat daripada LPG.

"Kalau aku mau sih, apalagi katanya lebih hemat," ungkapnya.

Pernyataan serupa juga diungkap oleh Putri Asti, warga Tasikmadu, Karanganyar.

Ditemui di saat yang sama, Putri Asti setuju dengan jawaban Ika.

"Aku juga mau sih, kalau nanti adanya itu. Kalau bisa lebih hemat kenapa nggak," ucapnya sambil tersenyum.

Jawaban berbeda diungkap oleh Tri, warga Solo Baru.

Tri mengaku ragu karena merasa keamanan penggunaan CNG untuk kebutuhan rumah tangga belum benar-benar terbukti.

"Kayaknya tetap pilih gas melon, yang ini (CNG) kan belum tahu aman atau nggak," ucapnya tegas.

Hal yang sama juga diungkap Charma Rohayati, warga Boyolali.

Ia merasa kurang nyaman berganti ke CNG karena takut akan keamanan.

Baca juga: Kabar Baik, Satu Kapal LPG Menuju Indonesia Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Data Tanker Lainnya

"LPG saja yang sudah biasa, apalagi saya di rumah sendiri jadi kalau pakai teknologi baru lalu bermasalah ya repot," ungkapnya.

Apa itu CNG, yang bakal menggantikan LPG melon 3 kg?

Dilansir dari laman resmi Kementerian ESDM pada Senin (27/4/2026), Compressed Natural Gas (CNG) memiliki bahan baku dari gas alam. 

Gas alam ini didominasi oleh komponen metana (C1) dan etana (C2) yang telah dicairkan untuk mempermudah penyimpanan dan transportasi.

Gas cair C1 dan C2 kemudian dipadatkan (compress) memakai satu alat yang kemudian bisa ditekan sampai dengan 250 sampai 400 bar. 

CNG diusahakan secepatnya menggantikan LPG, karena pemerintah ingin mengurangi ketergantungan impor Liquefied Petroleum Gas (LPG). LPG sebagian besar masih berasal dari luar negeri. 

Saat ini, konsumsi LPG nasional mencapai 8,6 juta ton per tahun. 

Dari angka tersebut, hanya 1,6-1,7 juta ton yang diproduksi dalam negeri dan selebihnya dipenuhi dari impor.

Bedanya dengan LPG, CNG lebih didominasi metana. Sedangkan LPG merupakan campuran propana dan butana yang disimpan dalam bentuk cair dengan tekanan lebih rendah. 

Sementara dilansir dari Kontan pada Selasa (5/5/2026), biaya satu tabung CNG diperkirakan lebih murah dari LPG. “Untuk yang 3 kilogramnya ini baru mau dibuat. 

Dan ini ongkosnya lebih murah 30 sampai 40 persen,” ujar Bahlil. Harga LPG 3 kg yang beredar di pasaran untuk kemasan isi ulang mencapai Rp 18.000-20.000 per tabung.

Maka jika CNG diklaim lebih hemat 30 hingga 40 persen, maka estimasi harga CNG setara volume tersebut adalah sekitar Rp 10.800 hingga Rp 14.000.

Sementara tabung plus isi LPG 3 kg saat ini dijual dengan harga di atas Rp 200.000 per tabung. Kementerian ESDM sempat menyebutkan konsumsi tabung LPG 3 kg di rumah tangga mencapai 4-5 tabung.

Bila satu rumah tangga menggunakan 4-5 tabung CNG 3 kg, maka cuma perlu membayar antara Rp 43.200 hingga Rp 56.000. Sehingga lebih hemat daripada gas LPG saat ini yang kalau dihitung, bisa sampai Rp 72.000-80.000 per bulan untuk refill tabung.

Dengan beralih ke CNG, para ibu rumah tangga bisa menghemat uang belanja sekitar Rp 24.000 hingga Rp 28.800 setiap bulannya. (Tribun Style/GPS/Kompas)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.