SURYAMALANG.COM, JAKARTA - Turnamen pramusim bergengsi Piala Presiden 2026 akhirnya menemui titik terang dan dipastikan bakal digelar di dua kota utama, yakni Bandung dan Surabaya.
Memasuki edisi ke-8, ajang ini direncanakan bergulir mulai 25 Juli hingga 6 Agustus 2026 dengan mengundang delapan tim kontestan.
Menariknya, kompetisi edisi kali ini dipastikan berjalan lebih megah lantaran bakal melibatkan sejumlah klub raksasa dari kawasan ASEAN sebagai peserta.
Perkembangan terbaru mengenai kompetisi sepak bola ini terungkap lewat unggahan di akun Instagram pribadi Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI, Maruarar Sirait, pada Senin (29/6/2026).
Pria yang akrab disapa Ara tersebut mengonfirmasi dirinya baru saja menggelar rapat persiapan Piala Presiden 2026 bersama Erick Thohir dan Tsamara Amany, yang ditunjuk sebagai Ketua Steering Committee.
Dalam kepengurusan tahun ini, Ara sendiri bakal mengemban tugas baru.
"Kita rapat untuk persiapan Piala Presiden 2026. Saya ditugaskan Pak Erick sebagai penasihat," kata Ara.
Baca juga: Sambut Super League 2026/2027, Arema FC Gelar Latihan Perdana di Kota Malang Kamis 2 Juli 2026
Lebih lanjut, Ara membeberkan beberapa poin krusial terkait aspek transparansi, penyiaran, serta skema pendanaan turnamen agar tetap menjaga marwah kompetisi yang bersih.
"PWC seperti biasa supaya bisa menjaga integritas Piala Presiden. Kemudian kita TV-nya Emtek karena sudah teruji selama ini Emtek selalu bisa dipercaya dan selalu profesional" ucapnya.
"Kemudian kita mencari sponsor tanpa menggunakan APBN dan BUMN. Nanti semua disampaikan lewat konferensi pers hari Senin jam 12 siang," tambahnya.
Sementara itu, Erick Thohir memastikan ada dua kota yang dipilih sebagai lokasi penyelenggara resmi Piala Presiden 2026, yakni Bandung dan Surabaya.
Dengan demikian, Persib Bandung dan Persebaya Surabaya kemungkinan besar bakal bertindak sebagai tuan rumah di masing-masing grup.
Turnamen ini rencananya akan bergulir mulai 25 Juli hingga 6 Agustus 2026.
"Piala Presiden udah tahun ke-8, kita juga mengundang 8 tim, maka kita berikan yang terbaik, akan dilakukan di dua kota, satu di Surabaya satu di Bandung" kata Erick Thohir.
Baca juga: Surabaya Green Force Run 2026 Diikuti 6000 Pelari dari 10 Negara, Rayakan HUT Surabaya dan Persebaya
Hadirnya keputusan ini sekaligus memastikan bahwa Sumatra Utara batal menjadi salah satu tuan rumah turnamen.
Presiden PSMS Medan, Fendi Jonathan, mengonfirmasi pembatalan tersebut.
Kendati demikian, Fendi memastikan skuad Ayam Kinantan bakal tetap ambil bagian dan bersaing dalam ajang edisi kedelapan ini.
"PSMS Medan tetap ikut, yang berubah hanya home base atau lokasi penyelenggaraannya saja," kata Fendi dilansir dari Tribun Medan.
"Memang sebelumnya sempat ada wacana Piala Presiden digelar di Medan dan Bandung, tetapi keputusan akhirnya kembali kepada panitia penyelenggara Piala Presiden. Kami mengikuti keputusan tersebut," tambahnya.
Sementara itu, Direktur Operasional Persebaya, Candra Wahyudi memastikan klubnya bakal ikut berpartisipasi dalam gelaran Piala Presiden 2026.
Bagi manajemen Green Force, ajang Piala Presiden 2026 ini akan menjadi salah satu agenda penting Persebaya dalam menyambut pramusim 2026/2027, di samping rencana menggelar laga uji coba melawan tim lokal maupun mancanegara.
"Jadi soal Piala Presiden, memang kami mendapatkan surat undangan dari PSSI," kata Candra kepada wartawan pada Jumat (26/6/2026).
"Intinya memang ini dipastikan akan ada Piala Presiden dan kami memang memutuskan untuk mengikuti itu," imbuhnya.
Turnamen edisi kali ini dipastikan berjalan menarik karena tidak hanya diikuti oleh klub top tanah air dan tim Liga 2, tetapi juga diramaikan oleh deretan klub raksasa dari luar negeri di kawasan ASEAN.
Berikut adalah daftar kemungkinan klub peserta yang bakal berlaga di Piala Presiden 2026:
1. PSMS Medan
2. Persija Jakarta
3. Persib Bandung
4. Persebaya Surabaya
5. Port FC (Thailand)
6. Johor Darul Takzim (JDT) (Malaysia)
7. DPMM FC (Brunei Darussalam)
8. Lion City Sailors (Singapura)
(BolaSport.com/Bagas Reza)