TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- paya pencarian terhadap Sehat (57), warga Kecamatan Jelai Hulu, Kabupaten Ketapang, yang dilaporkan hilang di kawasan hutan Dusun Segiam, Desa Sekonau, Kecamatan Sekadau Hulu, Kabupaten Sekadau, masih terus dilakukan.
Memasuki hari keempat operasi pencarian pada Rabu 1 Juli 2026,Tim SAR gabungan kembali memperluas area penyisiran. Namun hingga operasi dihentikan pada sore hari, korban masih belum berhasil ditemukan.
Sejak pagi, puluhan personel dari berbagai unsur SAR telah bergerak menyisir sejumlah lokasi yang diduga menjadi jalur yang kemungkinan dilalui korban.
Operasi pencarian dimulai sekitar pukul 08.00 WIB dan berlangsung hingga pukul 16.00 WIB dengan fokus pencarian di kawasan hutan, perkebunan kelapa sawit, jalur setapak, hingga aliran sungai kecil yang berada di sekitar lokasi terakhir korban diketahui berada.
Pada hari keempat operasi, Tim SAR gabungan memperluas cakupan pencarian hingga ke wilayah Desa Sekonau.
Selain itu, personel juga melakukan penyisiran di kawasan riam yang berada di antara Dusun Segiam dan Desa Sekonau sebagai bagian dari upaya memperbesar peluang menemukan korban.
• Tragis! Kernet Pikap Pengangkut Durian Tewas dalam Kecelakaan di Depan Gua Maria Anjungan
Secara keseluruhan, area yang berhasil dijangkau dalam operasi hari keempat mencapai sekitar tiga kilometer dari titik awal pencarian.
Perluasan wilayah dilakukan berdasarkan hasil evaluasi pencarian pada hari-hari sebelumnya yang belum membuahkan hasil.
Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, di antaranya Basarnas Pos SAR Sintang, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Sekadau, TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta masyarakat setempat yang turut membantu proses pencarian di lapangan.
OSC Basarnas Pos SAR Sintang, F. Tambunan, mengatakan strategi pencarian terus disesuaikan berdasarkan evaluasi harian agar penyisiran dapat dilakukan secara lebih efektif.
"Memasuki hari keempat, kami memulai pencarian sejak pukul 08.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB. Sektor pencarian kami perluas hingga ke wilayah Sekonau, termasuk menyisir kawasan riam yang berada di pertengahan Segiam dan Sekonau. Total area pencarian yang kami jangkau sekitar 3 kilometer dari titik awal pencarian," ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu 1 Juli 2026.
Tambunan menjelaskan, kondisi geografis di lokasi pencarian masih menjadi tantangan utama bagi tim di lapangan.
Medan berupa hutan lebat dengan kontur berbukit serta luasnya kawasan yang harus disisir membuat proses pencarian membutuhkan ketelitian, koordinasi, dan kehati-hatian dari seluruh personel.
Meski dihadapkan pada berbagai kendala, seluruh unsur SAR gabungan tetap berkomitmen melanjutkan operasi secara maksimal.
Selain melakukan penyisiran langsung di lapangan, petugas juga terus menghimpun informasi dari warga sekitar maupun pihak keluarga yang diharapkan dapat memberikan petunjuk baru mengenai kemungkinan keberadaan korban.
• Penjual Shopee Tanggapi Kebijakan Pajak Marketplace, Khawatir Untung Semakin Menipis
"Hingga operasi pencarian ditutup pada pukul 16.00 WIB, belum ada tanda-tanda keberadaan korban. Operasi pencarian akan kembali kami lanjutkan besok hari dengan tetap mengedepankan keselamatan seluruh personel di lapangan," katanya.
Diketahui, Sehat dilaporkan hilang sejak Jumat (26/6/2026) setelah menghadiri acara pertunangan anaknya di wilayah Kabupaten Sekadau.
Seusai menghadiri kegiatan keluarga tersebut, korban tidak kembali dan tidak diketahui keberadaannya. Karena tak kunjung ditemukan, pihak keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada aparat berwenang sehingga operasi pencarian segera dilakukan.
Sesuai standar operasional Basarnas, operasi pencarian direncanakan berlangsung selama tujuh hari.
Selama proses tersebut, Tim SAR gabungan akan terus melakukan evaluasi setiap hari untuk menentukan strategi pencarian yang paling efektif dengan harapan korban dapat segera ditemukan dalam keadaan apa pun. (*)