Hingga Tahlil Malam Ke-7, Penyebab Tewasnya Pejabat Pemkab Bangkalan Belum Terungkap
Januar July 02, 2026 12:14 AM

Laporan wartawan TribunJatim.com, Ahmad Faisol

TRIBUNJATIM.COM, BANGKALAN - Hingga tahlil malam ke-7, penyebab tewasnya pejabat Pemkab Bangkalan belum terungkap.

Ratusan warga memadati rumah duka di Gang Flamboyan 18 Perumda, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bangkalan untuk menghadiri tahlil malam ketujuh meninggalnya Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Pemkab Bangkalan, Ruly Yunis Setiawati, Rabu (1/7/2026). 

Warga mulai berdatangan selepas waktu Shalat Isya', tampak beberapa mantan pejabat pemkab hingga ASN aktif datang membaca doa tahlil untuk almarhumah Ruly. Acara tahlil dan doa bersama berakhir pada pukul 20.00 WIB. 

"Setiap malam tahlilan biasanya 150 warga, 170 warga, dan sekarang pada tahlil malam ketujuh lebih dari 250 warga," ungkap salah seorang anggota keluarga kepada Tribun Madura. 

Di balik lantunan doa tahlil oleh ratusan warga, terselip doa dan harapan besar dalam benak pihak keluarga kepada pihak kepolisian dalam hal ini Polresta Sidoarjo agar perkara kematian almarhumah lekas terungkap. Sebagaimana dituturkan Kuasa Hukum Risang Bima Wijaya yang juga hadir di tahlil malam  ketujuh. 

"Sampai hari ketujuh ditemukannya jenazah Ibu Ruly, belum ada kabar baik. Tertutama tentang penangkapan terduga pelaku yang (fotonya) sudah tersebar melalui akun TikTok korban, semua sudah tahu," jelas Risang di hadapan sejumlah awak jurnalis. 

Baca juga: Update Kasus Tewasnya Pejabat Pemkab Bangkalan di Juanda, Kuasa Hukum Beber Profil Terduga Pelaku 

Video kolase foto-foto kebersamaan almarhumah Ruly dengan terduga kuat pelaku mulai beredar pada Minggu (28/6/2026) sore. Dalam video berdurasi 33 detik itu, pria berkulit putih, berkaca mata minus, dan mengenakan kaos berwarna biru dengan garis tipis warna merah-putih yang melintang di bagian dada itu sesuai dengan foto pria mengenakan masker dalam foto tangkapan layar rekaman CCTV Bandara Juanda. 

"Kami bersama keluarga tetap mendesak karena banyak kejanggalan yang dirasakan pihak keluarga, tertutama tentang unggahan dari Ibu Ruly di akun medsosnya sendiri. Banyak pertanyaan tentang siapa lelaki itu?, ada hubungan apa?, ada peristiwa apa sampai terjadi penghilangan nyawa?," tegas Risang. 

Jasad perempuan berusia 50 tahun itu ditemukan dalam mobil dinasnya, Toyota Innova M 1090 GP di area parkir Bandara Juanda Sidoarjo pada Rabu (24/6/2026) pukul 11.30 WIB. Mobil dinas berwarna hitam itu terekam CCTV memasuki loket parkir pada Sabtu (20/6/2026) pukul 16.00 WIB. 

Pengungkap Perkara Berjalan Lamban 

Selain ada kesesuaian ciri fisik antara foto tangkapan layar CCTV Bandara Juanda dengan sosok pria dalam video kolase foto-foto yang diposting almarhumah Ruly dalam akun TikTok nya, Risang juga menyoroti keberadaan barang bukti lain, yakni sandal hotel berwarna merah maroon yang informasinya sudah ditemukan sejak awal oleh pihak kepolisan dalam mobil dinas di TKP area parkir Juanda.
  
"Kecocokan baju (terduga pelaku), kecocokan struk pembelian, kecocokan sandal yang dipakai (terduga pelaku). Tapi adalah kapasitas kepolisian untuk mengungkap bahwa sandal hotel itu ditemukan di TKP, bukan kapasitas saya. Namun informasi yang kami terima, sandal hotel itu sudah diketahui polisi sejak awal jenasah ditemukan," papar Risang. 

Dengan segala petunjuk, sumber daya, dan jaringan yang  yang dimiliki pihak kepolisian, lanjut Risang, seharusnya ungkap kasus kematian alamrhumah Ruly bisa lebih cepat selesai. Namun hingga gelaran tahlil malam ketujuh, belum ada kabar baik untuk pihak keluarga almarhumah. 

"Apalagi wajah dari pria tersebut sudah tersebar. Pasti pria itu pernah bekerja, pernah punya tetangga, pernah punya keluarga atau sampai sekarang juga masih punya saudara, orang tua, punya teman. Ada apa kok sesulit ini?," tegas Risang dengan nada heran. 

Karena itu, keluarga mendesak pihak kepolisian Polresta Sidoarjo untuk meminta bantuan ke Polda Jatim dengan harapan bisa berkoordinasi dengan jajaran polda lain. Mengingat informasi yang diterima pihak keluarga, bahwa laki-laki terduga pelaku berasal dari luar pulau namun bertempat tinggal di daerah Kabupaten Malang.  

"Ini tujuh hari ya, saya mengatakan lamban juga tidak, karena semua polisi pasti target secepatnya. Namun bagi pihak keluarga, pasti tujuh hari itu dikatakan lamban, keinginan pihak keluarga satu atau dua hari tertangkap. Tapi pihak kepolisian pasti mengatakan baru masih tujuh hari," terang Risang. 

Tak Peduli Baik atau Buruk

Dalam hemat Risang, lambannya proses pengungkapan kasus atas kematian Ruly diduga karena minimnya koordinasi Polresta Sidoarjo dengan jajaran polres lain. Karena dari awal, Risang menyebut pihak kepolisian sudah mengantongi dan mengetahui profil dari terduga pelaku, rekam jejak perjalanan terduga pelaku, hingga mengantongi semua rekaman CCTV mulai dari bandara, CCTV hotel di Malang, hingga CCTV di manapun tempat pemberhentian almarhumah Ruly dan laki-laki tersebut.
 
"Supaya misteri kematian terutama motifnya bisa segera terungkap dan tidak ada ganjalan lagi di pihak keluarga. Buruk dan baik itu tak penting, terpenting tidak tidak ada lagi ganjalan atas misteri kematian, terutama peyebab dan motif di balik penghilangan nyawa," pungkas Risang.

 

Informasi lengkap dan menarik lainnya baca di TribunJatim.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.