TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Akselerasi pembangunan infrastruktur di wilayah pedalaman terus menjadi fokus utama Pemerintah Kabupaten Ketapang.
Langkah konkret ini ditunjukkan saat Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, meninjau langsung progres pembangunan Jembatan Gantung di Desa Sepotong, Kecamatan Sungai Laur, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, berberapa waktu lalu.
Langkah ini diambil sebagai upaya memastikan percepatan pembangunan infrastruktur yang menjadi kebutuhan masyarakat.
Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Ketapang ini sekaligus untuk melihat dari dekat kendala teknis di lapangan agar proyek strategis ini tidak mengalami keterlambatan.
Dalam peninjauan tersebut, Alexander Wilyo melihat perkembangan fisik pembangunan jembatan.
Proyek ini terus menunjukkan deviasi kemajuan yang positif.
Meski bentangan utama jembatan belum tersambung sepenuhnya, struktur kepala jembatan (abutment) di kedua sisi sungai telah selesai dibangun dan berdiri kokoh sebagai fondasi utama.
Alexander mengatakan, keberadaan abutment merupakan tahapan penting dalam pembangunan jembatan karena menjadi penopang utama struktur yang akan dibangun.
Struktur beton bertulang ini dirancang untuk menahan beban lateral ekremitas bentangan gantung di atas sungai.
Baca juga: Disdik Ketapang Imbau Orang Tua Tak Memaksakan Anak Masuk Sekolah Favorit pada SPMB 2026
Menurutnya pemerintah daerah akan terus mengawal proses pembangunan agar berjalan sesuai perencanaan. Faktor kualitas dan ketahanan fisik bangunan menjadi perhatian serius yang tidak boleh ditawar oleh kontraktor pelaksana.
"Saya ingin memastikan bahwa setiap tahapan pembangunan di lapangan benar-benar sesuai dengan perencanaan teknis dan standar keamanan yang telah ditetapkan," ujarnya di sela-sela kunjungan.
Kecamatan Sungai Laur selama ini memang memiliki tantangan geografis berupa sungai-sungai besar yang membelah pemukiman warga.
Menurutnya, pembangunan Jembatan Gantung Desa Sepotong tidak hanya bertujuan membangun infrastruktur, tetapi juga membuka akses masyarakat yang selama ini terkendala kondisi geografis.
Ia menilai jembatan tersebut akan memberikan manfaat besar bagi warga, terutama dalam mendukung aktivitas ekonomi, mempermudah akses pendidikan, serta meningkatkan mobilitas masyarakat.
Jika jembatan ini rampung, rantai pasok komoditas perkebunan dan pertanian warga menuju pusat kecamatan dipastikan akan pangkas secara signifikan.
Untuk mengawal lini masa pengerjaan, Alex juga meminta dinas teknis melakukan pengawasan secara maksimal agar proses pembangunan berjalan sesuai target dan menghasilkan konstruksi yang berkualitas. Keterlibatan aktif pengawas lapangan dinilai krusial guna menghindari malapraktik konstruksi.
Pemerintah daerah sendiri telah mengunci pos anggaran khusus untuk memastikan keberlanjutan proyek fisik ini hingga fungsional.
Ia berharap, dengan dukungan anggaran tahun 2026, pembangunan jembatan dapat diselesaikan paling cepat pada akhir 2026 atau paling lambat awal 2027 sehingga sudah bisa dimanfaatkan masyarakat.
"Pemerintah Daerah berkomitmen menuntaskan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat. Kita akan terus mendorong percepatan pembangunan agar akses ini segera dapat dinikmati warga Desa Sepotong," katanya.
Alex juga menegaskan, pemerintah daerah akan terus hadir untuk memastikan pemerataan pembangunan hingga ke wilayah pelosok sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Ketapang.
Komitmen konektivitas antarwilayah ini diharapkan mampu mereduksi disparitas ekonomi antara kawasan perkotaan dan perdesaan di Ketapang. (*)