TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Kalimantan Barat digelar dengan konsep berbeda, syukuran dilaksanakan secara serentak di 10 lokasi untuk menjangkau lebih banyak masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan berbagai elemen warga.
Langkah ini diambil sebagai manifestasi nyata dari semangat meruntuhkan sekat birokrasi antara aparat keamanan dan publik.
Kapolda Kalbar, Irjen Pol Pipit Rismanto, mengatakan penyelenggaraan kegiatan di sejumlah lokasi merupakan bagian dari upaya mendekatkan pelayanan Polri kepada masyarakat sekaligus menghilangkan kesan adanya jarak antara kepolisian dengan warga.
"Perayaan Hari Bhayangkara tidak hanya dilaksanakan di lingkungan internal Polri, tetapi kami ingin hadir langsung di tengah masyarakat. Karena itu kegiatan dipusatkan di 10 lokasi berbeda agar dapat menjangkau lebih banyak elemen masyarakat," kata Pipit kepada awak media, di Arboretum Untan, Kota Pontianak, Rabu, 1 Juli 2026.
Strategi desentralisasi syukuran ini sengaja menyasar simpul-simpul sosial yang bersentuhan langsung dengan dinamika ekonomi harian.
Sebanyak 10 titik dipilih sebagai lokasi pelaksanaan, meliputi kawasan pendidikan, pondok pesantren, panti asuhan, yayasan sosial, hingga ruang publik di Pontianak dan Kubu Raya.
Langkah ini memastikan bahwa esensi hari jadi kepolisian dapat dirasakan lintas struktural.
Baca juga: Hari Bhayangkara Ke 80 Kapolda Kalbar Ingatkan Personel Jangan Khianati Kepercayaan Masyarakat
Tercatat, kegiatan tersebut melibatkan mahasiswa, pengemudi ojek online, nelayan, buruh, penyapu jalan, satpam, organisasi kepemudaan, penghuni panti asuhan, pekerja harian lepas Polri, serta awak media.
Tidak sekadar seremonial di balik meja, pendekatan humanis kali ini dikemas lewat interaksi kasual di lapangan. Selain makan bersama dan silaturahmi, Polda Kalbar menyalurkan 885 paket bantuan sosial berisi kebutuhan pokok yang dibagikan secara serentak kepada masyarakat di seluruh lokasi kegiatan.
Pemberian ratusan paket sembako di hari syukuran ini sebenarnya merupakan puncak dari rangkaian aksi kemanusiaan yang telah bergulir secara simultan dalam beberapa pekan terakhir.
Pipit mengatakan penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan sosial yang telah dilaksanakan Polda Kalbar selama memperingati Hari Bhayangkara ke-80.
Rapor Bakti Sosial Polda Kalbar & Polres Jajaran (2026):
Bakti Religi: 217 titik rumah ibadah
Bakti Sosial: 128 kegiatan (2.454 paket bantuan tersalurkan)
Bakti Kesehatan: 17 jenis layanan medis (diikuti oleh 4.224 peserta)
Aksi intervensi kesehatan tersebut dirancang komprehensif guna menyasar kebutuhan mendasar warga.
Layanan tersebut meliputi pemeriksaan kesehatan gratis, pengobatan umum dan spesialis, donor darah, khitanan massal, pembagian kacamata, hingga penyaluran alat bantu bagi penyandang disabilitas.
Bagi Pipit, seluruh rangkaian perayaan dua dekade menuju satu abad Polri ini menjadi instrumen evaluasi sekaligus jembatan komunikasi.
Menurut Pipit, berbagai kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat sekaligus meningkatkan kehadiran institusi kepolisian melalui pelayanan yang lebih nyata.
Ke depan, Polda Kalbar akan terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai elemen masyarakat, serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban di Kalimantan Barat.
Komitmen ini dipandang krusial di tengah upaya wilayah ini menggenjot pertumbuhan ekonomi pascapandemi dan stabilitas wilayah perbatasan.
"Kami ingin Polri semakin profesional, responsif, dan menjadi mitra masyarakat dalam menjaga keamanan serta mendukung pembangunan daerah," ujar Pipit. (*)