Hari Bhayangkara Ke 80 Kapolda Kalbar Ingatkan Personel Jangan Khianati Kepercayaan Masyarakat
Try Juliansyah July 02, 2026 12:32 AM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Transformasi menuju institusi kepolisian yang profesional, humanis, dan berintegritas kembali menjadi penegasan pada peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Kalimantan Barat.

Di tengah dinamika sosial yang kian kompleks, Korps Bhayangkara di level daerah dituntut untuk terus mempererat kedekatannya dengan akar rumput.

Kapolda Kalbar, Irjen Pol Pipit Rismanto, mengatakan kekuatan Polri tidak hanya bertumpu pada kewenangan yang dimiliki, tetapi juga pada kepercayaan masyarakat yang dibangun melalui pelayanan, perlindungan, dan penegakan hukum yang berkeadilan.

Kepercayaan publik dinilai sebagai modal sosial terbesar bagi kepolisian dalam menjalankan fungsinya secara optimal.

"Kekuatan Polri bukan semata-mata terletak pada kewenangan, tetapi pada kepercayaan masyarakat. Kepercayaan itu dibangun melalui kehadiran Polri yang melindungi, mengayomi, melayani dengan hati, serta menegakkan hukum secara adil," kata Pipit saat memimpin upacara Hari Bhayangkara ke-80 di Lapangan Jananuraga Polda Kalbar, pada Rabu, 1 Juli 2026.

Memaknai Angka Evaluasi Publik

Di bawah terik matahari pagi yang menyengat markas komando, jenderal bintang dua tersebut membeberkan indikator objektif dari performa jajarannya belakangan ini.

Menurut Pipit, hasil Survei Litbang Kompas 2026 yang menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap Polri mencapai 82,4 persen menjadi indikator adanya perbaikan kinerja institusi.

Meski demikian, ia menegaskan kepercayaan tersebut bukan tujuan akhir, melainkan amanah yang harus dijaga melalui pengabdian yang konsisten.

Baca juga: 87 Orang Terima Penghargaan dari Polres Sekadau, Sinergi dalam Tugas Kemanusiaan

Angka delapan puluh dua koma empat persen tersebut harus dibaca sebagai tanggung jawab moral yang berat bagi setiap personel di lapangan.

Ia mengatakan sepanjang 2026, Polda Kalbar terus memperkuat stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat melalui kolaborasi dengan berbagai elemen.

Pengamanan program strategis pemerintah, modernisasi pelayanan publik berbasis teknologi, serta penegakan hukum terhadap berbagai bentuk tindak kejahatan.

"Peningkatan pelayanan kepada masyarakat harus terus menjadi prioritas. Polri juga harus terus berbenah menjadi institusi yang profesional, humanis, dan berintegritas agar mampu menjawab tuntutan masyarakat," ujarnya.

Kendati iklim kamtibmas di Kalimantan Barat relatif kondusif, Pipit tidak ingin jajarannya terbuai dalam zona nyaman. Ia secara khusus menyelipkan refleksi mendalam mengenai esensi dari sebuah seragam korps.

Pipit juga mengingatkan seluruh personel agar menjaga integritas dalam menjalankan tugas. Menurutnya, tantangan terbesar anggota Polri bukan hanya menghadapi pelaku kejahatan, tetapi juga mempertahankan kepercayaan masyarakat.

"Seragam dapat memberi kewenangan, tetapi hanya integritas yang akan menghadirkan kepercayaan. Jangan pernah menyalahgunakan kewenangan dan jangan pernah mengkhianati kepercayaan masyarakat," tegasnya.

Menutup amanatnya di hadapan barisan pasukan, Pipit tidak lupa melayangkan pandangannya pada aspek kemitraan strategis yang selama ini menopang kinerja kepolisian di Bumi Khatulistiwa.

Ia turut menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan seluruh pemangku kepentingan yang selama ini bersinergi menjaga situasi keamanan dan ketertiban di Kalimantan Barat.

Melalui upacara yang berlangsung khidmat ini, Pipit berharap momentum Hari Bhayangkara ke-80 menjadi pengingat bagi seluruh jajaran Polri untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.