87 Orang Terima Penghargaan dari Polres Sekadau, Sinergi dalam Tugas Kemanusiaan
Try Juliansyah July 02, 2026 12:32 AM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU – Hari Bhayangkara ke-80 tidak sekadar diperingati sebagai refleksi usia bagi institusi Kepolisian Resor (Polres) Sekadau.

Pada Rabu, 1 Juli 2026, momentum ini dimanfaatkan sebagai panggung penghormatan bagi mereka yang berdiri di garis depan sinergitas daerah.

Sebanyak 87 orang yang terdiri dari personel dan mitra Polri menerima penghargaan dari Polres Sekadau saat peringatan Hari Bhayangkara ke-80, pada Rabu, 1 Juli 2026.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, kontribusi, dan sinergi dalam mendukung berbagai program serta tugas kepolisian di Kabupaten Sekadau.

Prosesi penyerahan piagam dilakukan di bawah langit mendung yang khidmat di halaman markas komando. Piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama dalam upacara Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar di Mapolres Sekadau, Jalan Merdeka Timur, Desa Mungguk, Kecamatan Sekadau Hilir.

Resonansi Kolaborasi di Dua Lini Strategis

Dalam amanatnya, AKBP Andhika mengatakan, penghargaan tersebut merupakan wujud terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi mendukung berbagai program dan tugas kepolisian, termasuk implementasi program ketahanan pangan serta operasi pencarian dan evakuasi korban kecelakaan Helikopter PK-CFX di Kecamatan Nanga Taman.

Menurutnya, berbagai keberhasilan yang diraih Polri selama ini tidak terlepas dari dukungan berbagai elemen masyarakat yang selama ini ikut berkolaborasi dalam pelaksanaan tugas di lapangan.

Baca juga: Pesan Bupati Karolin di Peringatan 80 Tahun Polri : Presisi dan Semakin Dekat Dengan Rakyat

"Keberhasilan yang diraih Polri selama ini tentu tidak dicapai sendiri, melainkan berkat dukungan seluruh elemen masyarakat. Ada peran pemerintah, dunia usaha, pemerintah desa, hingga masyarakat yang selama ini bersinergi bersama Polri dalam berbagai program maupun pelaksanaan tugas di lapangan," ujar AKBP Andhika.

Secara komposisi, data penerima penghargaan merefleksikan bagaimana jejaring kemitraan Polres Sekadau mengakar di tataran akar rumput.

Dari total 87 penerima penghargaan, sebanyak 71 orang merupakan personel Polres Sekadau, sedangkan 16 lainnya berasal dari unsur perusahaan, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat.

Pada sektor penguatan logistik daerah dan lingkungan, aspek ketahanan pangan mendapat porsi perhatian besar.

Pada bidang ketahanan pangan, penghargaan diberikan kepada PT Multi Prima Entakai (MPE), Camat Sekadau Hulu, Fransisco Wardianus, empat warga masyarakat, serta Kapolsek Sekadau Hilir, IPTU Agustam sebagai Kapolsek terbaik dalam mendukung implementasi program ketahanan pangan di lingkungan Polres Sekadau.

Jejak Kemanusiaan di Nanga Taman

Namun, sorotan emosional dalam upacara kali ini tertuju pada para pencari dan penyelamat dari tragedi jatuhnya Helikopter PK-CFX di pedalaman Nanga Taman. Penghargaan juga diberikan kepada Kepala Desa Tapang Tingang, Soni Uak dan Kepala Desa Sungai Lawak, Yohanes atas partisipasi aktif menggerakkan masyarakat dalam proses pencarian dan evakuasi korban kecelakaan Helikopter PK-CFX.

Efektivitas operasi penyelamatan tersebut bertumpu pada insting dan kepedulian warga lokal. Tercatat, delapan warga dari Desa Kiungkang dan Desa Tapang Tingang turut menerima penghargaan karena menjadi pihak pertama yang menemukan lokasi jatuhnya helikopter sekaligus membantu proses pencarian dan evakuasi korban.

Di internal korps sendiri, ketangguhan manajerial dalam situasi darurat (crisis management) mendapat ganjaran serupa.

Atas keberhasilan operasi tersebut, penghargaan juga diberikan kepada Kabagops Polres Sekadau AKP Sugiyanto yang memimpin operasi pencarian dan evakuasi, serta 69 personel Polres Sekadau yang terlibat dalam misi kemanusiaan tersebut.

Bagi perwira melati dua tersebut, kolaborasi yang terjalin selama proses pencarian korban Helikopter PK-CFX menjadi bukti bahwa penanganan situasi darurat membutuhkan dukungan dan kebersamaan seluruh elemen.

Medan berat Kalimantan Barat hanya bisa ditaklukkan jika ada kesatupaduan komando dan kerelaan warga.

"Saat proses pencarian korban, kita melihat bagaimana masyarakat, pemerintah daerah, aparat, dan berbagai pihak bahu-membahu di lapangan. Semangat kebersamaan seperti inilah yang ingin kami apresiasi dan terus kami jaga karena Polri tidak bisa bekerja sendiri," pungkasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.