Penasihat Khusus Presiden Bicara Nasib PT Granito, Singgung Danantara
GH News July 02, 2026 01:09 AM
Jakarta -

Penasihat Khusus Presiden bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh Said Iqbal bertemu Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria di Wisma Danantara, Jakarta, Rabu (1/7/2026).

Usai pertemuan, Said mengatakan materi yang dibahas berkaitan dengan langkah-langkah yang bisa dilakukan Danantara mencegah terjadinya PHK.

Namun saat ditanya apakah ada pembicaraan antara Said dengan Dony terkait rencana pemerintah untuk ambil alih PT Granito jika perusahaan tak sanggup untuk bertahan dan tetap PKH karyawan, ia menjawab tidak ada pembicaraan soal itu.

Namun, menurut Said, dalam rapat Satgas PKH yang juga diikuti Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, Danantara disebut siap untuk mengambil alih perusahaan tersebut jika memang dibutuhkan.

"PT Granito juga itu dibahas di Satgas PHK oleh Pak Mensesneg, Pak Sufmi Dasco, tapi saya tadi nggak menyebutkan ke Pak Dony. Karena kalau PT Granito memang membutuhkan bantuan Danantara sebagai suntikan modal agar tidak terjadi PHK, prinsipnya kata Satgas PHK Danantara siap," ujar Said Iqbal.

Di luar itu, ia mengatakan saat ini harga gas industri yang menjadi persoalan PT Granito terancam tutup dan PHK ribuan karyawan, sudah ditetapkan turun oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), dari kisaran US$ 20-23 per MMBTU menjadi US$ 13 per MMBTU. Dengan begitu isu PHK sudah tidak ada.

"Dengan demikian, laporan terakhir, 2 hari yang lalu kita rapat Satgas PHK, baik yang saya temukan di lapangan, saya kan turun ke bawah terus, dan yang disampaikan oleh Serikat Buruh, Bung Andi Gani, perusahaan-perusahaan granit dan keramik mereka bisa sementara ini lega di struktur biayanya, dan tidak melakukan PHK," terang Said.

Sementara terkait kabar PHK yang terjadi di PT Granito, menurutnya kondisi ini terjadi murni karena perubahan bisnis. Bukan lagi karena harga gas industri yang mahal.

"Granito ini PHK nggak sampai ribuan, ratusan orang ya. Nggak sampai 55 ribu, nggak, itu saya luruskan. Nggak ada PHK 55 ribu, ratusan orang. Nah, ratusan orang ini akibat Granito mau fokus diversifikasi usaha yang lain, yaitu asbes. Jadi dia nggak main di granit lagi," jelas Said.

"Dengan demikian, sekarang tantangannya setelah harga gas turun adalah menghadapi impor granit dan keramik yang harganya 50% lebih murah. Itu yang sedang didiskusikan oleh Satgas PHK," sambungnya.

Kabar Pemerintah Mau Ambil Alih PT Granito

Sebagai informasi, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea sebelumnya menyebut pemerintah berencana menyelamatkan PT Granito apabila perusahaan memutuskan tidak melanjutkan operasionalnya meski harga gas industri telah diturunkan.

Andi Gani menyampaikan langkah tersebut dilakukan agar karyawan yang telah terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) bisa bekerja kembali. Saat ini terdapat 447 anggota KSPSI yang telah terkena PHK di PT Granito.

"Di rapat kemarin pemerintah memutuskan khusus untuk PT Granito kalau pengusahanya tidak melanjutkan, pemerintah akan mengambil alih. Kalau perusahaan tidak sanggup sedangkan harga gas sudah diturunkan tidak sangat luar biasa tetap tidak melanjutkan usahanya pemerintah saya tegaskan akan mengambil alih perusahaan tersebut untuk keselamatan para buruh yang ada yang sudah diputuskan di PHK," ujar Andi Gani di Kantor KSPSI, Jakarta, Senin (29/6/2026).

Rencananya, ada dua cara yang dilakukan pemerintah dalam menyelematkan PT Granito. Pertama, mengakuisisi melalui Danantara. Kedua, mencarikan investor baru.

"Pemerintah pada saat kesempatan pertemuan kemarin berencana untuk mengambil alih dengan 2 cara, mencarikan investor baru atau diakuisisi oleh Danantara," kata Andi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.